Yamaha Marine, 30 Tahun Menjadi Sahabat Laut

General Manager PT KBA Yoseph Tandian (tengah) emlakukan transplantasi terumbu karang di Pulau Pramuka sebagai bentuk dedikasi membangun bahari

MN, Jakarta – Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan luas wilayahnya 2/3 lautan saat ini sedang bertransformasi menjadi negara bahari dalam bingkai visi pemerintah Poros Maritim Dunia.

7 pilar pembangunan maritim yang telah dirancang oleh pemerintah salah satunya adalah meningkatkan pengelolaan SDA kelautan dan mensejahterakan nelayan sebagai SDM utama negara maritim.

Dalam rangka menyukseskan visi tersebut, PT Karya Bahari Abadi (KBA) yang merupakan distributor tunggal mesin tempel Yamaha Marine telah 30 tahun menjadi sahabat laut untuk menopang kesejahteraan nelayan dan para pengguna transportasi laut lainnya.

“Mereka (nelayan-red) sudah sangat familiar sekali dengan mesin kami. Selama lebih dari 30 tahun kami memberikan pelayanan itu,” ujar General Manager PT KBA Yoseph Tandian di sela-sela acara CSR bertajuk ‘Pekan 100 Maritim’ di Pulau Pramuka, (26/8).

Beberapa tahun yang lalu, bersama KKP di Pelabuhan Ratu, PT KBA berhasil meraih rekor MURI (Museum Rekor Indonesia-red) dalam hal perakitan mesin motor tempel sebanyak 803 unit.

Mesin motor tempel yang merupakan produk utama Yamaha di bidang kelautan selain komponen-komponen lainnya telah mendukung operasional nelayan dalam mencari ikan. Perusahaan terkemuka asal Negeri Sakura ini telah terbukti dalam hal teknologi permesinan dalam segala jenis.

“Produk kita antara lain mesin tempel ada ukuran dari PK (Paarden Kracht- red, Bahasa Belanda untuk ukuran mesin) dari yang besar hingga kecil, kita menjual suku cadangnya semua. Kemudian ada pelumas Yamalube, dan wave runner yang biasa digunakan untuk jetski,” terangnya.

Tak hanya itu, Yamaha juga telah menyumbang atlet jetski nasional dengan menggunakan produknya. Perusahaan yang sudah well establish ini terus mengembangkan usahanya dan memperbaiki pelayanan.

“Kita lebih berorientasi kepada industri kelautan baik dari suku cadang hingga komponen-komponennya termasuk pelumasnya,” ungkap Yoseph.

Perusahaan yang bermotto Senyum Bahari, Senyum Indonesia ini memiliki visi untuk menopang transportasi air di Indonesia yang bercorak kepulauan. Diharapkan dari upaya itu, pergerakan ekonomi nasional semakin meningkat terutama dari sektor baharinya.

Dalam program CSR-nya. Perusahaan yang aktif memberikan pelatihan servis mesin motor tempel ini juga menjadikan laut sebagai sasaran utamanya.

Dalam rangka memperingati Hari Maritim Nasional yang jatuh pada 21 Agustus lalu, PT KBA mengutamakan CSR-nya dalam bentuk penanaman terumbu karang di Pulau Pramuka guna meningkatkan pendapatan masyarakat baik dari hasil ikan maupun pariwisata baharinya.

“Prinsip kami adalah mendapat income dari laut maka juga harus kembali ke laut dalam bentuk CSR,” tutupnya.

 

(Adit/MN)

 

 

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Atasi Kepadatan, Pelabuhan Tanjung Wangi Kini Dilayani Empat Kapal

Banyuwangi (Maritimnews) - Aktivitas bongkar muat kendaraan melalui kapal Roll On-Roll Off (Ro-Ro) di pelabuhan…

20 hours ago

Pelindo Regional 4 dan Kejati Maluku Perkuat Sinergi Hukum

Makassar (Maritimnew) – Dalam rangka memperkuat sinergi dalam penanganan masalah hukum bidang perdata dan tata…

2 days ago

Kemarau dan Kabut Asap Kalimantan, Partisipasi TPK Bagendang Salurkan 70 Tangki Air Bersih dan Masker

Kotawaringin Timur (Maritimnews) - PT Pelindo Terminal Petikemas melalui Terminal Peti Kemas (TPK) Bagendang berpartisipasi…

2 days ago

Hari Pelanggan Nasional 2026, IPC TPK Perkuat Sinergi Lewat Customer Rafting

Bogor (Maritimnews) – Dalam rangka memperingati Hari Pelanggan Nasional, IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menyelenggarakan…

2 days ago

Agustus 2026, TPS Catat Throughput 128 Ribu TEUs

Surabaya (Maritimnews) - Kinerja arus petikemas (throughput) PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) untuk bulan Agustus…

2 days ago

Vessel Operational Disruption; Kapan Pengalihan Kapal Menjadi Pilihan Tepat

Oleh: SAFUAN - Doctor in Management Science Gangguan operasional merupakan salah satu risiko yang tidak…

4 days ago