Lomba dayung antar Satker Koarmatim.
MN, Surabaya – Untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke -72 Tentara Nasional Indonesia (TNI), Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) menggelar lomba dayung perahu karet antar Satuan Kerja (Satker) Koarmatim yang secara resmi dibuka oleh Pangarmatim Laksamana Muda (Laksda) TNI Darwanto, S.H., M.A.P., bertempat di Kolam Basin, Surabaya, Selasa, (26/09).
Acara lomba dayung perahu karet tersebut berlangsung meriah dengan dukungan suporter dari prajurit Koarmatim yang menyaksikan perlombaan dan memberikan dukungan kepada seluruh peserta perlombaan. Berhasil keluar sebagai juara pertama yaitu Dinas Penyelamatan Bawah Air (Dislambair) Koarmatim dengan waktu tempuh 3 menit 50 detik, juara dua diraih Satuan Kapal Amfibi (Satfib) Koarmatim dengan waktu tempuh 3 menit 56,66 detik, sedangkan juara ketiga diraih oleh Satuan Kapal Selam (Satsel) Koarmatim dengan waktu tempuh 4 menit 33,10 detik.
Adapun peserta lomba dayung kali ini berasal dari gabungan Itarmatim, gabungan Guspurlaarmatim, Kolatarmatim, Satkorarmatim, Satselarmatim, Satfibarmatim, Satkatarmatim, Satranarmatim, Satrolarmatim, Satbanarmatim, Dislambair Denmakoarmatim, serta gabungan kantor Dinas jajaran Koarmatim.
Hadir dalam acara lomba dayung ini, Koorsahli Pangarmatim Kolonel Mar. Tory Subiyantoro, para pejabat Utama Koarmatim, para Komandan Satuan, para komandan Unsur yang berada di Pangkalan, serta ASN Koarmatim.
Jakarta (Maritimnews) – Menyambut HUT PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) ke-13 telah diawali dengan…
Jakarta (Maritimnews) - Dalam rangka meningkatkan kepercayaan masyarakat dan pengguna jasa terhadap pelayanan terminal penumpang,…
Jakarta (Maritimnews) - Dalam rangka menghadirkan layanan terminal yang unggul (Operational Excellence) berkelanjutan, PT IPC…
Jakarta (Maritimnews) - Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 PT Pelabuhan Indonesia (Persero)…
Tanjung Pinang (Maritimnews) - Langkah Transformasi Terminal Penumpang Sri Bintan Pura di Tanjung Pinang telah…
Investasi besar pada terminal pelabuhan tanpa membenahi konektivitas di belakangnya ibarat membangun mulut tanpa tenggorokan.…