Pertamina Shipping Komitmen Majukan Galangan Dalam Negeri

Pembuatan tanker Pertamina di galangan dalam negeri

MN, Bandung – Tekad Pertamina Shipping dalam memajukan galangan dalam negeri tertuang pada upaya untuk menguasai kepemilikan kapal tanker nasional. Hal itu ditegaskan oleh SVP Pertamina Shipping, Alfian Nasution dalam sebuah diskusi yang digelar oleh SP Forum Komunikasi Pekerja dan Pelaut Aktif (FKPPA) Pertamina bertajuk ‘Kedaulatan Maritim Sebagai Poros Penunjang Kedaulatan Energi Nasional’ di hotel Jayakarta, Bandung, (27/10).

“Sebanyak 71 persen kapal yang dioperasikan Pertamina bukan milik Pertamina. Kita berniat akan menurunkan menjadi 65 persen dengan mengupayakan pembangunan kapal di galangan dalam negeri,” kata Alfiyan.

Pria yang pernah sukses mengagas Pertalite sebagai produk Pertamina itu kini bercita-cita membangun armada tanker nasional yang maju dan murni dimiliki Pertamina. Melalui pembentukan PT Pertamina Internasional Shipping (PIS), komitmen Pertamina untuk menjadi yang terdepan dalam bisnis pelayaran baik nasional maupun internasional.

Sejauh ini, pembangunan kapal tanker di bawah 35.000 DWT dilakukan di galangan dalam negeri. “Harapannya galangan kapal dalam negeri kita maju dan kwalitasnya dapat bersaing dengan galangan kapal asing,” tambahnya.

Sebagai bentuk sinergi BUMN, Pertamina sudah melakukan kerjasama dengan PT PAL dan galangan kapal BUMN lainnya untuk membuat kapal tanker Pertamina yang mampu memenuhi target untuk mencapai kedaulatan.

Berdirinya PIS juga bermaksud untuk mengembalikan kejayaan pelayaran Pertamina seperti era 70-80-an. Pada masa tersebut, pelayaran Pertamina pernah mengalami ocean going, dalam mendistribusikan BBM hingga di pasaran internasional.

“Dalam mewujudkan kedaulatan energi, jumlah kapal Pertamina sangat berpengaruh dalam mewujudkan, yang intinya juga berdampak pada galangan dalam negeri,” pungkasnya.

Salah satu poin dalam diskusi yang menghadirkan para pembicara di antaranya pakar hukum Prof. Juajir Sumardi SH, Kasubdis Strategi Taktik Operasi, Mabes TNI AL, Kolonel Laut (P) Salim, S.E, perwakilan dari Indonesia National Shipowners Association (INSA) dan Forum Komunikasi Maritim Indonesia (Forkami) itu ialah membentuk Direktorat Perkapalan.

Terlebih dalam visi Poros Maritim Dunia, perusahaan migas plat merah ini sejatinya memerlukan suatu direktorat yang fokus di bidang maritim, bukan sekelas anak perusahaan. Sehingga, baik Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) maupun pihak manajemen harus menyamakan visi memperjuangkan hal itu.

Bahkan, FSPPB sendiri juga mengajak seluruh insan maritim dan mahasiswa dalam memperjuangkan itu, mengingat masalah ini bukan hanya masalah para pekerja Pertamina tetapi masalah seluruh rakyat Indonesia.

“Bersama serikat pekerja sebagai mitra, kami selalu memperjuangkan upaya-upaya untuk memajukan Pertamani,” pungkas Alfiyan.

 

(Adit/MN)

 

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Rekayasa Ulang BUMN Melalui Danantara Sebagai Motor Penggerak Kekuatan Ekonomi Nasional

Ditulis oleh :Arief Poyuono (Komisaris Pelindo) Jakarta 4 Oktober 2026 "Jika Anda tidak bisa memberikan…

5 days ago

Implementasi EAZI di TTL Group, Tekan Port Stay

Surabaya (Maritimnews) - Terminal Petikemas Teluk Lamong (TTL) Group berkolaborasi berbagi peran dengan KSOP Utama…

6 days ago

TPS Gelar Safety Stand Down, Perkuat Budaya Keselamatan Kerja

Surabaya (Maritimnews) - Komitmen PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) terhadap safety culture terus dilaksanakan secara…

6 days ago

Fit to Drive IPC TPK bagi 150 Sopir Truk Peti Kemas

Jakarta (Maritimnews) - Bertepatan dengan perayaan Hari Pelindo ke-5, PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK)…

7 days ago

Pelindo 5 Tahun Bersatu, Perkenalkan ADHARA

Jakarta (Maritimnews) - Bersamaan dengan memperingati Hari Ulang Tahun ke-5 PT Pelabuhan Indonesia atau Pelindo,…

7 days ago

Kapal dan Pelabuhan: Kisah Cinta yang Tidak Perlu Dimerger

Oleh: Laksda TNI (Purn) Dr. Soleman B Ponto. ST, SH, MH Konon, di dunia maritim…

1 week ago