Categories: BakamlaHankamTerbaru

Dengan KN Belut, Bakamla RI Sosialisasikan Keamanan Laut di Dumai

Foto bersama peserta sosialisasi Keamanan Laut Bakamla RI di depan KN Belut.

MN, Pekanbaru – Komandan KN Belut Laut 4806 Bakamla RI Mayor Laut (P) Hadi Syafruddin menyampaikan pentingnya pemahaman tentang keamanan laut dan batas wilayah perairan kepada nelayan Dumai pada acara sosialisasi di atas kapal di Pelabuhan Dumai, Sabtu (4/11).

Puluhan nelayan terlihat memadati area dek kapal yang sedang sandar tersebut, dipimpin ketua kelompok nelayan Dumai, untuk mendapatkan pengetahuan yang lebih baik sebagai bekal mereka yang sehari-harinya menggunakan laut sebagai mata pencahariannya. Hadir pula personel pendamping nelayan Dumai dari KKP dan Lanal Dumai.

Beberapa hal disampaikan Komandan kapal, diawali dengan tugas Bakamla RI melaksanakan patroli di wilayah perairan Indonesia dan yurisdiksi Indonesia, beserta unsur-unsur Bakamla RI.

Selanjutnya, dijelaskan pula tentang daerah/wilayah yang diperbolehkan bagi para nelayan untuk melakukan penangkapan ikan, jangan sampai para nelayan tersebut melanggar batas wilayah karena ketidaktahuannya.

Lebih lanjut, dijelaskan pula tentang poin-poin dari Common Guide Line yang merupakan kesepakatan antara RI – Malaysia dikarenakan adanya batas wilayah yang belum jelas.

Dalam hal ini, nelayan diharapkan mengerti tentang grey area di Selat Malaka dan Natuna, Kepulauan Riau. Oleh karenanya, pada kesempatan tersebut nelayan juga diberikan edukasi tentang batas-batas wilayah perbatasan perairan dengan negara tetangga.

Untuk memberikan gambaran yang lebih baik tentang situasi keamanan laut, disisipkan juga sesi pemutaran film dan foto-foto pemeriksaan kapal di laut, penangkapan, dan latihan operasi bersama Seacat 2017 yang telah dilaksanakan KN Belut Laut.

Seluruh rangkaian berlangsung dengan lancar. Di akhir acara, berlangsung ramah tamah antar seluruh peserta yang hadir dilanjutkan foto bersama di depan kapal. Melalui kegiatan ini, diharapkan para nelayan mendapatkan pemahaman lebih baik tentang kondisi laut serta kesadaran agar bersikap tertib di laut dan menjauhi pelanggaran.

A.P Sulistiawan

Redaktur

Share
Published by
A.P Sulistiawan

Recent Posts

Vessel Operational Disruption; Kapan Pengalihan Kapal Menjadi Pilihan Tepat

Oleh: SAFUAN - Doctor in Management Science Gangguan operasional merupakan salah satu risiko yang tidak…

10 hours ago

Dukung Asta Cita dan SDGs, IPC TPK Perkuat Kebersihan Palembang

Palembang (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) melanjutkan komitmen keberlanjutan dan kepedulian terhadap lingkungan…

1 day ago

IPC TPK Dukung Rehabilitasi Mangrove Nasional bersama The North Green Movement

Jakarta (Maritimnews) - Mangrove memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, antara lain sebagai…

1 day ago

IPC TPK Paparkan Kinerja Operasional Real Time kepada Bappenas RI

Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menerima kunjungan lapangan dari Badan Perencanaan Pembangunan…

1 day ago

Hari Pelanggan Nasional 2026, IPC TPK Pontianak Perkuat Sinergi dikondisi Karhutla

Pontianak (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Terminal Pontianak memperingati Hari Pelanggan Nasional 2026…

1 day ago

Proses Transisi Operasional, TPK Koja Apresiasi Trucking

Jakarta (Maritimnews) - Terminal Petikemas (TPK) Koja mengapresiasi kesabaran para pengemudi truk dan seluruh pengguna…

2 days ago