Categories: HLPelabuhanTerbaru

Pertemuan Indonesia – Jepang : Swasta Indonesia Berperan Besar Mengelola Pelabuhan Patimban

Pertemuan Indonesia dan Jepang

MN, Tokyo – Pertemuan The 8th Vice-Ministerial Meeting in the Transport Sector between Indonesia and Japan, membahas perkembangan pembangunan Pelabuhan Patimban Jawa Barat dalam sesi Plennary Meeting dan Working Group Meeting on Port and Maritime Affairs Indonesia dan Jepang.

Adapun pembahasan dalam Plennary Meeting delegasi Indonesia dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan, Sugihardjo dan delegasi Ministry of Land Infrastucture and Tourism (MLIT) Jepang dipimpin oleh Vice-Minister for International Affairs, Mr. Hiroshi Narahira di Tokyo, Rabu (1/11).

Direktur Kepelabuhanan Ditjen Perhubungan Laut, Chandra Irawan yang menjadi Head of Delegation (HoD) Indonesia mengatakan, bahwa Indonesia telah mengesahkan dokumen teknis Detail Engineering Design dan proses administrasi terkait Proyek Patimban Tahap 1-1 meliputi pembangunan car terminal dan container terminal. Sedangkan Paket 2 dan Paket 3 tahap 1-1 diharapkan diproses dalam waktu dekat.

Terkait dengan pembebasan lahan untuk Pelabuhan Patimban, Chandra mengemukakan direncanakan pada bulan Desember 2017 hingga Februari 2018 dapat diselesaikan pembayaran ganti rugi.

“Selanjutnya pada pertengahan bulan November 2017, diharapkan dapat ditandatangani Loan Agreement antara Indonesia dan Jepang setelah selesainya koordinasi internal dengan Kementerian Keuangan, Kementerian Luar Negeri, Bappenas, serta Kementerian PUPR,” jelas Chandra.

Chandra juga menyampaikan juga mengenai penyediaan listrik dan air di pelabuhan, Perusahan Listrik Negara (PLN) dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), dimana Kabupaten Subang siap mendukung dalam proyek Pelabuhan Patimban.

“Dukungan PLN akan dituangkan kerjasama antara Kementerian Perhubungan dengan PLN yang kontennya direncanakan antara lain jaminan terhadap ketersediaan pasokan listrik pada waktu yang ditentukan, seperti saat pengoperasian masing-masing terminal,” katanya.

Kemudian sisi status Unit Pelaksana Teknis (UPT), Kementerian Perhubungan melalui Ditjen Perhubungan Laut sedang memproses perubahan status dan hirarki organisasi untuk Terminal Baru Patimban yang berada di bawah UPT Kelas III Pelabuhan Pamanukan.

Pelabuhan Pamanukan akan naik kelas, papar Chandra, mengingat besarnya tanggung jawab tugas dan fungsi yang dilaksanakan oleh UPT tersebut. Hal ini sedang dibahas secara terpisah dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) selaku instansi berwenang di Indonesia.

Di dalam Plennary Meeting dan Working Group Meeting di Tokyo, ikut dibahas bentuk kontra pengoperasian dan manajemen Pelabuhan Patimban. Salah satunya agar Pelabuhan Patimban dioperasikan oleh operator independen dan mengurangi porsi dominan dari Badan Usaha Pelabuhan (BUP) milik Pemerintah Indonesia dengan memperluas atau memperbesar saham pihak swasta.

Atas permintaan delegasi Jepang dalam Plennary Meeting, delegasi Indonesia pada prinsipnya memahami dan menerima usulan Jepang agar Indonesia mengurangi besaran persentase porsi BUP pemerintah.

Pemerintah Indonesia akan mencarikan pihak swasta yang kapabel untuk diberikan tanggung jawab dengan porsi saham yang lebih besar dari porsi BUP pemerintah.

“Dari besaran share Indonesia 51% dan Jepang 49%, BUP milik pemerintah akan mendapat share kurang atau sama dengan 25%, sedangkan perusahan swasta Indonesia menjadi lebih atau sama dengan 26%,” pungkasnya.

(Bayu/MN)

Bayu

Jurnalis Maritimnews.com

Share
Published by
Bayu

Recent Posts

DJBC Kalbagbar Dukung Optimalisasi Ekspor dan Impor di Pelabuhan Internasional Kijing

Pontianak (Maritimnews) - Jajaran Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kalimantan Bagian Barat memberikan…

16 hours ago

Petikemas Domestik Melonjak, Jakarta – Kijing Jadi Rute Primadona Baru

Pontianak (Maritimnews) - Pelabuhan Kijing di Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat sebagai pelabuhan hub internasional terbesar…

18 hours ago

IPC TPK Buka Direct Call Penghubung RI, Tiongkok, dan Thailand

Jakarta (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) secara resmi menyambut kehadiran layanan rute baru…

1 day ago

Memperkuat Stabilitas Fiskal Domestik dan Ketahanan Eksternal di tengah Dinamika Ekonomi Regional

Oleh: Arief Poyuono, SE, M.Kom (Komisaris Pelindo) Dinamika perekonomian global dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan…

2 days ago

Budi Hartono Kembali jadi Ketum Kopkar TPK Koja Periode 2026 – 2029

Jakarta (Maritimnews) - Koperasi Karyawan (Kopkar) TPK Koja menggelar pemilihan Ketua Umum periode tahun 2026…

3 days ago

Pelindo Paparkan Peran Hukum dalam Bisnis BUMN di FH Unhas

Makassar (Maritimnews) - PT Pelindo Regional 4 mendukung pengembangan wawasan generasi muda melalui pertukaran pengetahuan…

5 days ago