Reklamasi suatu Keniscayaan, Pulau C dan D Berpotensi dijadikan Pangkalan Militer Ibukota

Pulau C dan D di Teluk Jakarta

MN, Jakarta – Terkait polemik reklamasi Teluk Jakarta yang sudah dilakukan sejak masa pemerintahan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, saat ini timbul perdebatan untuk membatalkan proyek tersebut.

Bahkan usulan itu dilontarkan oleh Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Baik di tingkatan elit maupun masyarakat, pro kontra soal reklamasi Teluk Jakarta semakin berkembang dan telah dianalisa dalam berbagai perspektif.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Eksekutif Human Studies Institute, Rasminto menyatakan bahwa reklamasi Teluk Jakarta merupakan suatu keniscayaan.

Maka dari itu, ia berharap Pemprov DKI Jakarta betul-betul mengkaji secara mendalam apabila reklamasi Pulau C dan D dibatalkan. Ia mengusulkan agar kedua pulau itu bisa dipotensikan menjadi sentra pertahanan ibukota.

“Pulau C dan D bisa digunakan sebagai sistem pertahanan maritim ibukota dalam konsep Tri Matra Terpadu,” ungkap Rasminto usai menjadi pembicara dalam seminar bertajuk ‘Kajian Ilmiah Kelayakan Pemanfaatan dan Kelanjutan Reklamasi Teluk Jakarta Pulau C dan D Untuk Warga’ di Universitas Jayabaya, Jakarta Timur, Selasa (28/11).

Tak hanya itu, jika usulan ini diterapkan maka akan mengurangi tingkat ancaman baik yang berupa militer maupun nirmiliter terhadap warga ibukota.

“Tentu kalau kedua pulau itu digunakan sebagai pangkalan militer maka akan mengurangi penyelundupan narkoba dan barang-barang illegal melalui Teluk Jakarta,” tambah dia.

Sejauh ini, timbulnya polemik di tengah masyarakat karena beranggapan bahwa reklamasi ini untuk siapa? Berdasarkan masterplan yang dicanangkan oleh pemerintah DKI Jakarta sebelumnya, reklamasi ini menitikberatkan pada pembangunan apartemen dan bahkan sudah dipasarkan di luar negeri.

Sehingga isu-isu akan adanya Teluk Jakarta ingin dijadikan seperti Singapura atau Hingkong bermunculan di tengah masyarakat. Rasminto meyakini, bila reklamasi ini dipergunakan untuk keperluan pertahanan negara maka tidak sepanas seperti saat ini perdebatannya.

Lebih lanjut, pria yang juga aktif sebagai anggota Ikatan Geografi Indonesia (IGI) ini, memandang bahwa Jakarta memang membutuhkan reklamasi. Di sisi lain, secara topografi ibukota memiliki 40 persen wilayah yang berada di bawah permukaan air laut. Sehingga pada saat air pasang dan berbentuk rawa pantai sangat memungkinkan untuk terjadinya banjir.

Dalam sisi ekonomi, Gubernur terpilih telah memiliki program unggulan rumah DP 0 Rupiah. Menurutnya, jika tidak digunakan sebagai pangkalan militer, maka kedua pulau itu bisa digunakan untuk merealisasi program rumah DP 0 Rupiah.

“Nantinya reklamasi Pulau C dan D bisa dijadikan lahan atau area pembangunan rumah DP 0 Rupiah,” ujarnya.

Sementara terkait nasib nelayan, kata Rasminto, kawasan reklamasi bukan zona utama untuk menangkap ikan. Kawasan menangkap ikan berada di Kepulauan Seribu dan sekitarnya. Bahkan area tangkapan berada jauh di luar Teluk Jakarta.

“Namun Pemprov harus tetap memperhatikan nasib kesejahteraan para nelayan,” pungkas anggota Perkumpulan Peneliti Pendidikan dan Manajemen Lingkungan Hidup (P3ML) ini.

(Adit/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

TPK Koja Gelar Pelindo Mengajar 2026 di SMAN 8 Yogyakarta

Yogyakarta (Maritimnews) - KSO Terminal Petikemas Koja (TPK Koja) menggelar Program Pelindo Mengajar sebagai bagian…

1 hour ago

Hari Sumpah Pemuda, Pelindo Regional 3 Gelar Donor Darah

Surabaya (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 berkomitmen untuk terus mendorong kegiatan sosial…

4 hours ago

Satu Dekade NPCT 1, Kapasitas Hampir Penuh

Jakarta (Maritimnews) - New Priok Container Terminal One (NPCT1) baru saja merayakan satu dekade operasional…

1 day ago

Pelindo FC Harumkan Indonesia, Juara FIFCO World Corporate Champions Cup 2026 di Turki

Antalya, Turki (Maritimnews) - Perhelatan FIFCO World Corporate Champions Cup 2026 merupakan kompetisi minisoccer korporasi…

2 days ago

Transformasi SDM Pelindo; Dari Pola Kedaerahan Menuju Standar Global

Jakarta (Maritimnews) - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau DANANTARA memutuskan, PT Pelabuhan Indonesia…

2 days ago

OBITUARI | David Sirait, Sang Pekerja Pelabuhan yang Percaya pada Kekuatan Tim: DO YOUR BEST, LET GOD DO THE REST

oleh: Karnali Faisal (Penasehat FORWAMI) Ada orang yang meninggalkan jejak melalui jabatan yang pernah didudukinya.…

3 days ago