Categories: NelayanTerbaru

Peringati Hari Migran Dunia, KNTI Serukan Ratifikasi Konvensi ILO 188 tahun 2007

Pekerja Migran kapal ikan

MN, Jakarta – Dalam memperingati hari Pekerja Migran Dunia 2017, KNTI mendesak untuk menghapus perbudakan di atas kapal perikanan dengan meminta Pemerintah Indonesia segera meratifikasi Konvensi ILO 188 Tahun 2007 (KILO 188). Ratifikasi KILO 188 ini akan memberikan perlindungan kepada sekitar 18.450 nelayan ABK kapal perikanan diluar negeri.

Menurut Ketua Umum KNTI, Marthin Hadiwinata, KILO 188 ini juga akan dapat melindungi sekitar 2,7 juta warga negara Indonesia yang bekerja di sektor perikanan sebagai nelayan (ABK, Nahkoda, ahli pancing) di laut pada 550,000 kapal ikan.

“Pekerja perikanan dan nelayan Indonesia akan memiliki standar perlindungan yang wajib dipenuhi oleh pelaku usaha yang mempekerjakan pekerja perikanan dan nelayan yang bekerja diatas kapal skala-industri termasuk nelayan dengan kapal tradisional skala-kecil,” ungkap Marthin di Jakarta.

Sambung dia, salah satu kasus tragis meninggalnya Supriyanto seorang nelayan migran asal Tegal, yang tewas akibat disiksa dan diperbudak di atas kapal perikanan berbendera Taiwan. Kasus Supriyanto merupakan contoh fenomena gunung es perlindungan nelayan ABK Kapal Perikanan.

Setidaknya terdapat lima bentuk kasus utama yang dihadapi oleh nelayan ABK perikanan meliputi: (i) sengketa ketenagakerjaan, (ii) penyelundupan manusia, (iii) traficcking in Persons, (iv) illegal fishing hingga (v) penyalahgunaan narkoba.

Beberapa akar masalah yang diidentifikasi empat penyebab utama yaitu: 1. Kewenangan yang tumpang tindih antara kementerian dan lembaga ditambah dengan tidak berjalannya koordinasi antar institusi pemerintah; 2. Pengawasan yang lemah karena sektoral dan terpisah; 3. Pemahaman mengenai konsep dan konteks Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), kerja paksa dan prinsip-prinsip dan hak mendasar di tempat kerja; dan 4. Kerangka hukum internasional yang lemah.

Indonesia telah memiliki kebijakan penting namun belum cukup kuat melindungi nelayan ABK Kapal Perikanan. Dalam UU No. 7 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudidaya Ikan dan Petambak Garam, setidaknya terdapat empat ketentuan yang penting untuk melindungi pekerja perikanan Indonesia.

Terakhir pengakuan terhadap pekerja migran di sektor perikanan: “Pelaut awak kapal dan pelaut perikanan” dalam UU No. 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia. Namun, diperlukan ketentuan dan standar internasional yang mengikat negara anggota yang menjadi pelabuhan kapal industri perikanan internasional.

Ketentuan tersebut untuk memberikan perlindungan kepada nelayan yang bermigrasi sebagai pekerja perikanan diatas kapal perikanan berbendera asing dan beroperasi di perairan di luar yurisdiksi teritorial Indonesia.

KILO 188 merupakan jawaban kebutuhan tersebut dengan ketentuan yang setidaknya mencakup 14 bagian peraturan dan syarat nelayan pekerja perikanan di atas kapal.  Selain itu dengan meratifikasi KILO 188 yang telah berlaku mengikat sejak 17 November 2017, akan memperkuat perlindungan di setiap negara anggota KILO 188 dimana kapal nelayan ABK asal Indonesia berlabuh yang harus memenuhi standar KILO 188.

“Oleh karena itu dalam peringatan hari pekerja migran sedunia 2017, KNTI menilai penting untuk mendorong negara segera meratifikasi Konvensi ILO 188 Tahun 2007 sebagai bentuk konkret negara melindungi nelayan Indonesia yang beraktivitas di perairan nasional maupun yang bermigrasi ke luar negeri,” pungkasnya.

(Adit/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

PMT Port Visit melalui Onboarding Budaya Perusahaan

Belawan (Maritimnews) - PT Pelindo Multi Terminal atau PMT memberikan pengalaman awal dunia kerja kepada…

5 hours ago

Kebakaran Kontainer di NPCT1 Cepat Dipadamkan, Tidak Ada Korban

Jakarta (Maritimnews) - New Priok Container Terminal One (NPCT1) berhasil menangani kebakaran yang terjadi pada…

1 day ago

Breakfast With Leader Pelindo 4 Hadapi Perubahan Pelabuhan dan Streamlining

Makassar (Maritimnews) – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 memperkuat komunikasi internal dan keterlibatan pegawai…

2 days ago

IPC TPK Raih Dua Penghargaan TOP GRC Awards 2026

Jakarta (Maritimnnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menerima dua penghargaan dalam ajang TOP GRC…

2 days ago

Kinerja Positif IPC TPK Hingga Agustus 2026, Tumbuh 8,37 Persen

Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) kembali mencatatkan tren kinerja operasional yang positif…

3 days ago

TPS Perkuat Komitmen ESG Melalui Konversi Kendaraan Operasional Berbasis Listrik

Surabaya (Maritimnews) – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) terus memperkuat komitmennya terhadap operasional pelabuhan yang…

4 days ago