Disinyalir, Layanan Pandu di Pelabuhan Tanjung Priok kerap Antri dan Lambat

Pelayanan kapal pandu

MN, Jakarta – Peran penting pelayanan pemanduan kapal di pelabuhan Tanjung Priok harus sesering mungkin dievaluasi, khususnya jadwal pandu yang kinerjanya dinilai sebahagian Agen Pelayaran masih tergolong lambat. Alasan yang muncul adalah antri jadwal Pandu.

Seperti disinyalir terjadi di Dermaga Utara Jakarta International Container Terminal (JICT) dan TPK Koja, seringkali jadwal antrian pelayanan pandu dapat berimbas pada kapal-kapal feeder yang terkesan punya waktu sandar “seenaknya” sendiri.

Padahal dengan keterbatasan dermaga yang dimiliki oleh pelabuhan Tanjung Priok, waktu sandar menjadi sangat penting. Menunjukkan tidak konsistensinya atas waktu sandar sehingga mengganggu kapal-kapal fix schedul.

Apabila kita melihat waktu sandar di pelabuhan Singapura dan Port Klang, kapal kecil (feeder) yang akan sandar membawa cargo transhipment diupayakan tiba di pelabuhan sebelum kedatangan sang Mother Vessels.

Apabila terlambat, maka tidak akan conecting dan harus menunggu waktu seminggu lagi atau bahasa kasarnya seluruh container yang akan dimuat dari feeder masuk dan stack di lapangan sebelum mother vesselsnya tiba kembali. Jika tidak, proses pembuatan Bay plan atau produktifitas bongkar muat terganggu.

Selain pandu, kondisi pelabuhan asal misalnya kapal feeder dari pelabuhan kawasan Indonesia Timur maupun Sumatera ikut mempengaruhi kinerja dan produktifitas bongkar muat kapal-kapal yang sudah kontrak windows di pelabuhan Tanjung Priok.

Sementara itu Kepala Otoritas Pelabuhan (OP) Tanjung Priok, Arif Toha saat dikonfirmasi Maritimnews terkait pelayanan pandu mengatakan, bahwa pihaknya ingin keterangan lengkap terlebih dahulu. “Mohon diberikan datanya pada kami. Data delaynya aja mas, mesti dilihat kasusnya dulu.Tks,” jawabnya singkat melalui Whatsapp, Jumat (23/2).

Sedangkan General Manager PT Pelabuhan Indonesia II/IPC, Hendro Haryono menjawab singkat pula dan berjanji akan berkoordinasi dengan IPC Pusat untuk melakukan perbaikan kinerja Pemanduan di pelabuhan Tanjung Priok. “Ok segera kami bicarakan dengan kantor pusat dan JAI untuk segera ada perbaikan,” pungkasnya.

Untuk diketahui bersama, ada benang merah pada jadwal kedatangan kapal yakni antara Rencana dan Realisasi menjadi tidak sama. Terkadang agent pelayaran “nakal” berusaha untuk sandar terlebih dahulu dengan alasan tidak bisa menunggu antrian Pandu, karena ingin mengikuti schedul load container vessels di pelabuhan Singapura atau Port Klang.

(Bayu/MN)

Bayu

Jurnalis Maritimnews.com

Share
Published by
Bayu

Recent Posts

Kewajiban Perusahaan Pelayaran dalam Pelaporan ESG 2025

Oleh : Dr. Dayan Hakim NS* Perusahaan pelayaran saat ini tengah menghadapi kewajiban untuk menyusun…

3 days ago

Program Jejak Pelabuhan, Mahasiswa/i UI Kunjungi IPC TPK

Jakarta (Maritimnews) - Kunjungan Mahasiswa dan Mahasiswi Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Indonesia (UI) ke…

6 days ago

IPC TPK Gelar Pelatihan Keterampilan Bagi Perempuan Penyandang Disabilitas di Pontianak

Pontianak (Maritimnews) - Dukungan perusahaan IPC Terminal Petikemas terhadap Asta Cita ke-4 Pemerintah Republik Indonesia…

6 days ago

Sinergi Operasional IPC TPK dan PTP di Teluk Bayur

Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Area Teluk Bayur bersama PT Pelabuhan Tanjung…

6 days ago

IPC TPK Jambi Dukung Kelancaran Ekspor Kayu Manis ke Mancanegara

Jambi (Maritimnews) - Indonesia adalah produsen dan eksportir utama kayu manis global, menguasai sekitar 41%…

7 days ago

Barang Kami Tertahan, Bisnis Kami Pun Ikut Berhenti

Dwelling time yang masih jauh di atas standar internasional bukan sekadar masalah teknis kepelabuhanan —…

1 week ago