Categories: BakamlaTerbaru

Sestama Bakamla Pimpin Rapat Grand Design 2018-2045

Sestama Bakamla RI Marsda TNI Widiantoro, M.B.A. pimpin rapat finalisasi grand design Bakamla RI

MN, Jakarta – Sekretaris Utama Bakamla RI Marsda TNI Widiantoro, M.B.A. memimpin Rapat Finalisasi Grand Design Bakamla RI, di Ruang Rapat Lt. 2 Kantor Pusat Bakamla RI, Gedung Perintis Kemerdekaan, Jalan Proklamasi No. 56, Kamis (22/2/2018).

Hadir selaku pemapar antara lain  Dekan Fakultas Hukum Universitas Indonesia Prof Melda Kamil Ariadno, S.H., LL.M., Ph.D dan  Dr. Jupriyanto, S.T., M.T., yang juga merupakan Dosen Fakultas Teknologi Pertahanan Unhan. Keduanya tergabung sebagai tenaga ahli dalam tim penyusunan Grand Design di Lingkungan Bakamla RI TA. 2018.

Berdasarkan Keputusan Kepala Bakamla RI Nomor 34 tahun 2018, Prof Melda Kamil sebagai tenaga ahli bidang Organisasi dan Tata Kerja, dan Dr. Jupriyanto selaku tenaga ahli bidang Teknologi dan Sarpras. Hadir pula Perencana Muda, Bappenas, Bogat Widyatmoko, S.E., M.A. sebagai anggota tim ahli bidang Organisasi dan Tata Kerja.

Grand design Bakamla RI disusun dengan mempertimbangkan dua hal, yaitu dalam rangka mencapai tujuan pembangunan nasional di bidang pertahanan dan keamanan khususnya keamanan laut. Selain itu untuk lebih mempertajam pelaksanaan pembangunan keamanan laut yang berkualitas, lengkap, akurat, relevan, mutakhir, dan berkesinambungan sebagai acuan dasar dalam perencanaan pembangunan nasional.

Sejak ditetapkan pada 2 Februari 2018, dalam waktu singkat tim penyusun telah berhasil merumuskan konsep Grand Design Bakamla yang dibahas dalam rapat finalisasi tersebut dengan garis besar pokok-pokoknya meliputi tiga hal yaitu:

Pertama tentang Organisasi dan Manajemen, mencakup tugas pokok, fungsi dan kewenangan Bakamla RI, visi, misi, dan tujuan Bakamla RI, struktur organisasi, serta sasaran strategis 2018–2045.

Kedua, tentang Grand Design Sumber Daya Manusia Bakamla RI dalam rentang 2018–2045 yang dibagi kedalam roadmap empat hingga tujuh tahunan dengan implikasi akhir  terbinanya pegawai dengan caliber tinggi yang dapat menjadi asset organisasi.

Ketiga yaitu Teknologi dan Sarana Prasarana, yang mencakup empat tingkat kemampuan operasional, yaitu kemampuan menerima dan menganalisis semua kejadian yang berlangsung di zona perairan, memberikan saran penindakan ke pemangku kepentingan lain di zona perairan, mengendalikan keamanan di zona perairan, dan kemampuan memberikan pelayanan public bersama dengan pemangku kepentingan lain di zona perairan.

Rapat dihadiri pula oleh Deputi Jakstra Irjen Pol Arifin, M.H., Inspektur Brigjen Pol Drs. Sarono, M.H. , Kepala Biro Sarpras Laksma TNI Tugas Eko Santoso, Direktur Strategi Laksma TNI Muspin Santoso, S.H., M.Si (Han), Direktur Latihan Laksma TNI Eko Jokowiyono, S.E., M.Si., Direktur Hukum Brigjen TNI Sulendra, S.H., Direktur Operasi Udara Maritim Laksma TNI Guntur Wahyudi, serta beberapa pejabat eselon 3 dan 4 terkait

 

(Anug/MN).

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Kewajiban Perusahaan Pelayaran dalam Pelaporan ESG 2025

Oleh : Dr. Dayan Hakim NS* Perusahaan pelayaran saat ini tengah menghadapi kewajiban untuk menyusun…

3 days ago

Program Jejak Pelabuhan, Mahasiswa/i UI Kunjungi IPC TPK

Jakarta (Maritimnews) - Kunjungan Mahasiswa dan Mahasiswi Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Indonesia (UI) ke…

6 days ago

IPC TPK Gelar Pelatihan Keterampilan Bagi Perempuan Penyandang Disabilitas di Pontianak

Pontianak (Maritimnews) - Dukungan perusahaan IPC Terminal Petikemas terhadap Asta Cita ke-4 Pemerintah Republik Indonesia…

6 days ago

Sinergi Operasional IPC TPK dan PTP di Teluk Bayur

Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Area Teluk Bayur bersama PT Pelabuhan Tanjung…

6 days ago

IPC TPK Jambi Dukung Kelancaran Ekspor Kayu Manis ke Mancanegara

Jambi (Maritimnews) - Indonesia adalah produsen dan eksportir utama kayu manis global, menguasai sekitar 41%…

7 days ago

Barang Kami Tertahan, Bisnis Kami Pun Ikut Berhenti

Dwelling time yang masih jauh di atas standar internasional bukan sekadar masalah teknis kepelabuhanan —…

1 week ago