RIP Sunda Kelapa masih menunggu Sinkronisasi bersama Pemprov DKI Jakarta

Kapal Phinisi di Sunda Kelapa

MN, Jakarta – Sejak abad IV nama Sunda Kelapa di teluk Jakarta sudah dikenal sebagai kota pelabuhan. Bahkan pada abad XII pernah dikenal sebagai pelabuhan komoditi lada milik kerajaan Hindu di Jawa Barat, serta persinggahan pelayaran antar bangsa yang dibangun tahun 1527.

Pelabuhan Sunda Kelapa memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan dalam hal kegiatan bongkar muat barang secara tradisional menggunakan kapal Phinisi atau Bugis Schooner berbentuk khas, meruncing di salah satu ujungnya dan badan berwarna-warni.

Namun pelabuhan sebagai kawasan wisata bagi turis domestik maupun manca negara belum dikembangkan secara optimal. Keberadaan pelabuhan Sunda Kelapa yang merupakan peninggalan sejarah berkaitan dunia kemaritiman di tanah Jawa, menjadi cukup “alot” karena terdapat beberapa kepentingan bisnis.

Sebut saja disana berdiri PT Pelabuhan Indonesia II/IPC dan Pemprov DKI Jakarta. Tentu masing-masing mempunyai Rencana Induk Pelabuhan (RIP) yang harus di sinkronize (samakan pendapat) terkait optimalisasi potensi lahan di wilayah kerja pelabuhan Sunda Kelapa.

“Sunda kelapa lagi sinkronize dengan rencana heritage Kota Tua Jakarta Utara. Sehingga IPC lagi proses bisnis model dan rencana heritage port untuk Sunda Kelapa. Kita targetkan triwulan pertama akan propose ke pihak Pemprov DKI Jakarta,” jelas Direktur Teknik dan Manajemen Risiko IPC, Dani Rusli Utama kepada Maritimnews, Rabu (14/2).

Sementara itu Humas pelabuhan Sunda Kelapa Achmad Fitriantoro saat ditemui wartawan mengakui bahwa secara komersial, potensi bisnis diatas lahan seluas 59 hektar yang terdiri dari lahan di Muara Baru 24 hektar dan Sunda Kelapa 35 hektar belum optimal. “Manajemen menunggu keputusan RIP oleh Pemerintah,” pungkasnya.

(Bayu/MN)

Bayu

Jurnalis Maritimnews.com

Share
Published by
Bayu

Recent Posts

Uji Emisi di Tanjung Priok, Pelindo Ajak Ekosistem Pelabuhan Jaga Lingkungan

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mendorong kolaborasi pengendalian emisi kendaraan di…

4 days ago

Sosialisasi Perkuat Ekosistem Vendor Pelindo Regional 4

Makassar (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memperkuat ekosistem vendor di wilayah Regional…

4 days ago

Semester I 2026, Arus Barang PMT Tumbuh 10,85 persen

Medan (Maritimnews) – PT Pelindo Multi Terminal (PMT), anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang…

5 days ago

FSP BUMN Bersatu Dukung RUU Ketenagakerjaan, Adaptif Dengan Perubahan Ekosistem Berusaha

Jakarta (Maritimnews) – Dalam rangka pemenuhan keputusan MK soal pembentukan RUU Ketenagakerjaan, para Pimpinan DPR…

5 days ago

Aksi Damai Aliansi Pekerja Tanjung Perak di depan Pengadilan Tipikor Surabaya

Surabaya (Maritimnews) - Aliansi Serikat Pekerja Tanjung Perak menggelar aksi solidaritas sebagai bentuk dukungan terhadap…

5 days ago

FSP BUMN Bersatu Memohon Putusan Bebas Murni Bagi 6 Karyawan PT APBS Pelindo

Jakarta (Maritimnews) – Enam terdakwa perkara dugaan korupsi proyek pengerukan alur pelayaran yang berkaitan dengan…

6 days ago