KRI Teluk Lampung-540 Antarkan Yonif 320/Badak Putih Menuju Perbatasan, Peluk Cium Keluarga Warnai Prosesi Keberangkatan

Seorang prajurit Yonif 320/Badak Putih pamit dengan istri dan anak tercinta sebelum naik ke KRI Teluk Lampung 540 yang akan melaksanakan tugas Pengamanan perbatasan di Kalimantan Barat perbatasan RI – Malaysia usai upacara pelepasan di  Lapangan M. Silam, Mako Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

MN, Jakarta – KRI Teluk Lampung-540 mengangkut prajurit Yonif 320/Badak Putih yang akan melaksanakan tugas pengamanan wilayah perbatasan RI-Malaysia di Kalimantan Barat. Kapal perang yang berada di bawah jajaran Komando Lintas Laut dan Militer (Kolinlamil) tersebut berangkat dari Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (24/5).

Keberangkatan Satgas Yonif 320/Badak Putih ini diiringi peluk cium, serta doa dan harapan dari anak dan istri prajurit agar bisa bertugas dengan tenang, dan kembali ke kampung halaman agar bisa berkumpul dengan keluarga tercinta.

Menurut Komandan KRI Teluk Lampung-540 Mayor Laut (P) Sobarudin, kapal ini akan mengangkut 1 (satu) batalyon pasukan dari Yonif 320/Badak Putih yang berjumlah 450 orang prajurit.

“Kondisi kapal dan personel KRI Teluk Lampung-540 saat ini siap mendukung operasi angkutan militer pergeseran Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 320/Badak Putih,” ujar alumni AAL angkatan 45 tahun 1999 ini.

Sebelum bertolak, Batalyon yang akan bertugas selama enam bulan hingga satu tahun tersebut, dilepas dalam upacara militer dengan Inspektur Upacara Kepala Staf Kodam III Siliwangi Brigjen TNI Nurchahyanto dan bertindak selaku Komandan Upacara Komandan Batalyon Infanteri 320/Badak Putih Letkol Inf Imam Wicaksana.

Kegiatan angkut pasukan/pergeseran pasukan dari dan ke daerah operasi ini merupakan salah satu tugas dan fungsi Kolinlamil sebagai  pembina kemampuan sistem angkutan laut militer, dengan menyelenggarakan pergeseran pasukan  TNI dan Polri yang meliputi personel, peralatan, dan perbekalan, baik yang bersifat administratif maupun taktis, strategis, serta juga merupakan salah satu wujud pelaksanaan tugas pokok Kolinlamil dalam melakukan angkutan laut militer baik dalam Operasi Militer Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

Turut hadir dalam acara pelepasan tersebut Kepala Staf Kolinlamil Laksma TNI Irwan Achmadi, Irkolinlamil, dan para Asisten Pangkolinlamil.

KRI Teluk Lampung -540 merupakan kapal ke sepuluh dari kapal perang jenis kapal pendarat. Dinamai menurut nama sebuah teluk yang berada di Provinsi Lampung.

KRI Teluk Lampung-540 dibangun oleh VEB Peenewerft, Wolgast, Jerman Timur pada tahun 1979 untuk Angkatan Laut Jerman Timur dengan nomor lambung 636. Kapal berjenis Frosch-I/Type 108 ini kemudian dibeli pemerintah untuk TNI Angkatan Laut dan masuk armada pada tahun 1994.

KRI Teluk Lampung-540 bertugas sebagai armada pendarat bagi pasukan Marinir TNI AL dan juga sebagai kapal pengangkut logistik.

A.P Sulistiawan

Redaktur

Share
Published by
A.P Sulistiawan

Recent Posts

Momentum HUT IPC TPK Ke-13, Hadirkan Khitanan Massal di Cilincing

Jakarta (Maritimnews) – Menyambut HUT PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) ke-13 telah diawali dengan…

2 days ago

Maklumat Pelayanan, Komitmen Pelindo Regional 2 Tanjung Priok

Jakarta (Maritimnews) - Dalam rangka meningkatkan kepercayaan masyarakat dan pengguna jasa terhadap pelayanan terminal penumpang,…

3 days ago

IPC TPK dan Mitra PBM Dorong Operational Excellence

Jakarta (Maritimnews) - Dalam rangka menghadirkan layanan terminal yang unggul (Operational Excellence) berkelanjutan, PT IPC…

1 week ago

Hari Lingkungan Hidup 2026, Kolaborasi Pelindo Regional 2 Priok dan Pemkot Jakut

Jakarta (Maritimnews) - Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 PT Pelabuhan Indonesia (Persero)…

1 week ago

Transformasi Terminal Sri Bintan Pura Tingkatkan Sinergitas

Tanjung Pinang (Maritimnews) - Langkah Transformasi Terminal Penumpang Sri Bintan Pura di Tanjung Pinang telah…

1 week ago

Jalan di Balik Dermaga: Menuntaskan Hinterland yang Terlupakan

Investasi besar pada terminal pelabuhan tanpa membenahi konektivitas di belakangnya ibarat membangun mulut tanpa tenggorokan.…

1 week ago