Indonesia dan Norwegia Bergotong Royong Dalam Pengelolaan Laut

Indonesia Dan Norwegia Saling Bergotong Royong Pengelolaan Laut

MN, Oslo – Indonesia dan Norwegia merupakan dua negara dengan komitmen yang kuat dalam pemberantasan Illegal, Unreported, and Unregulated Fishing (IUUF). Kini, kedua negara tengah berkolaborasi dalam pengelolaan ruang laut. Hal ini terlihat dari pertemuan bilateral Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dengan State Secretary for Minister of International Development – Kementerian Luar Negeri Norwegia Jens Holte, di di Kantor Kementerian Luar Negeri Norwegia, Kamis (7/6). Minister of International Development adalah salah satu menteri yang berada di bawah payung Kementerian Luar Negeri, selain Menteri Luar Negeri.

Turut hadir mendampingi Menteri Susi Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Nilanto Perbowo, Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDMKP) Sjarief Widjaja, Duta Besar Indonesia untuk Norwegia Todung Mulya Lubis, dan Koordinator Staf Khusus Satgas 115 Mas Achmad Santosa.

Dalam pertemuan tersebut, Holte memaparkan pandangannya mengenai pengelolaan laut. Menurutnya, pengelolaan ruang laut harus diseimbangkan dengan manfaat ekonomi dan upaya penyehatan laut. Ia menambahkan, Norwegia sendiri memiliki beberapa program unggulan pengelolaan laut yang berkelanjutan.

“Norwegia memiliki beberapa program unggulan dalam pengelolaan ruang laut yang berkelanjutan, misalnya Fish for Development, Marine Spatial Management Plans, dan Ocean Waste Management,” paparnya.

Sebelumnya, Indonesia dan Norwegia juga sudah bekerja sama dalam pemberantasan kejahatan perikanan, pengembangan budidaya ikan lepas pantai, dan pengelolaan sampah laut.

“Norwegia memiliki perhatian yang besar untuk mengurangi sampah laut. Kami percaya bahwa sampah plastik dapat berdampak buruk pada kualitas makanan laut yang akan dikonsumsi,” lanjutnya.

Salah satu bentuk komitmen Norwegia untuk mengurangi sampah laut ditunjukkan melalui trust fund yang digunakan untuk membantu negara-negara mengurangi sampah laut (marine litter) di dunia. Trust fund ini diberikan melalui berbagai penetapan, salah satunya melalui World Bank, dan dialirkan ke negara-negara yang membutuhkan bantuan untuk pengelolaan sampah di laut, termasuk Indonesia.

Menteri Susi menyambut baik bantuan Norwegia tersebut. “Kami sangat mengapresiasi bantuan Norwegia dalam upaya Indonesia mengurangi sampah laut,” tuturnya.

Menteri Susi melanjutkan, pengurangan sampah laut merupakan salah satu kebijakan utama Indonesia terkait tata kelola maritim, di samping pemberantasan IUU Fishing yang selama ini menjadi prioritas KKP untuk membenahi tata kelola perikanan Indonesia. Menteri Susi juga menekankan agar penggunaan marine litter trust fund tersebut dialokasikan untuk membantu masyarakat di pulau-pulau kecil. Sebab ia menilai, masyarakat di pulau-pulau kecil adalah yang merasakan langsung dampak sampah laut terhadap kesehatan.

Terakhir, tak lupa Menteri Susi mengundang Menteri Luar Negeri Norwegia untuk berpartisipasi dalam penyelenggaraan Our Ocean Conference (OOC) 2018. Ia bahkan meminta Norwegia untuk menyelenggarakan side event tentang Ocean Waste Management bersama-sama dengan Indonesia dan Amerika Serikat.

Terkait undangan tersebut, Holte menyatakan Menteri Luar Negeri Norwegia akan datang ke Bali untuk berpartisipasi dalam OOC 2018.

Husni Baroqah

“Menulis adalah suatu cara untuk bicara, suatu cara untuk berkata, suatu cara untuk menyapa—suatu cara untuk menyentuh seseorang yang lain entah di mana. Cara itulah yang bermacam-macam dan di sanalah harga kreativitas ditimbang-timbang.”

Share
Published by
Husni Baroqah

Recent Posts

Uji Emisi di Tanjung Priok, Pelindo Ajak Ekosistem Pelabuhan Jaga Lingkungan

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mendorong kolaborasi pengendalian emisi kendaraan di…

3 days ago

Sosialisasi Perkuat Ekosistem Vendor Pelindo Regional 4

Makassar (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memperkuat ekosistem vendor di wilayah Regional…

3 days ago

Semester I 2026, Arus Barang PMT Tumbuh 10,85 persen

Medan (Maritimnews) – PT Pelindo Multi Terminal (PMT), anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang…

4 days ago

FSP BUMN Bersatu Dukung RUU Ketenagakerjaan, Adaptif Dengan Perubahan Ekosistem Berusaha

Jakarta (Maritimnews) – Dalam rangka pemenuhan keputusan MK soal pembentukan RUU Ketenagakerjaan, para Pimpinan DPR…

4 days ago

Aksi Damai Aliansi Pekerja Tanjung Perak di depan Pengadilan Tipikor Surabaya

Surabaya (Maritimnews) - Aliansi Serikat Pekerja Tanjung Perak menggelar aksi solidaritas sebagai bentuk dukungan terhadap…

4 days ago

FSP BUMN Bersatu Memohon Putusan Bebas Murni Bagi 6 Karyawan PT APBS Pelindo

Jakarta (Maritimnews) – Enam terdakwa perkara dugaan korupsi proyek pengerukan alur pelayaran yang berkaitan dengan…

5 days ago