Categories: DiplomasiHLTerbaru

Pengamat: Indonesia miliki Peluang sebagai Juru Damai di Semenanjung Korea

Pertemuan Kim Jong Un dan Donald Trump di Singapura berpotensi melibatkan peran Indonesia dalam perdamaian Semenanjung Korea

MN, Jakarta – Pertemuan Kim Jong Un dan Donald Trump di Singapura beberapa waktu lalu diniliai banyak kalangan sebagai agenda penting yang dapat menuju perdamaian dunia dan kawasan.

Salah satunya, pengamat militer dan intelijen Susaningtyas NH Kertopati yang mengurai  substansi pertemuan tersebut dalam upaya menginginkan deskalasi konflik dari kedua belah pihak.

“Keinginan tersebut terwujud pada rumusan 4 butir kesepakatan. Kita semua patut bersyukur kedua pemimpin menghendaki hubungan bilateral yang lebih baik antara kedua bangsa dan negara,” terang Nuning biasa disapa melalui pesan elektroniknya yang diterima redaski beberapa waktu lalu.

Sambung mantan Anggota Komisi I DPR itu keduanya juga sepakat membangun berbagai upaya perdamaian yang lebih konkret. Bahkan, ia optimis Korea Utara juga mau menjalankan semua ketentuan internasional untuk denuklirisasi sebagai bentuk nyata memperoleh kepercayaan dunia internasional.

Sehingga, ia pun yakin kesepakatan tersebut dapat berujung pada upaya perdamaian yang lebih serius antara Korea Utara dan Korea Selatan.

“Tidak menutup kemungkinan kedua Korea akan segera menandatangani deklarasi damai mengakhiri status gencatan senjata, dan nantinya berujung reunifikasi keduanya,” tandasnya.

Masih kata Nuning, pertemuan itu juga dapat mendorong Indonesia sebagai juru damai di Semenanjung Korea. Dalam momentum Hari Raya Idul Fitri 1439 H dan visi Poros Maritim Dunia ini sudah sepatutnya peran Indonesia untuk menjaga perdamaian dunia semakin tinggi.

“Singapura sebagai negara mediator pertemuan kedua pemimpin tersebut dapat mendorong Indonesia menjadi juru damai,” ungkapnya.

Menurut dia, peluang Indonesia sangat besar terhadap perdamaian di Semenanjung Korea tersebut. Lebih lanjut ia menyatakan Indonesia memiliki track record yang baik sebagai juru damai konflik di dunia.

“Presiden Joko Widodo telah sebagai juru damai konflik di Afghanistan beberapa waktu yang lalu,” bebernya.

Cara yang digunakan Indonesia ialah dengan mengundang semua pihak yang bertikai di Afghanistan termasuk negara-negara tetangga. Menurutnya ini menjadi agenda politik luar negeri yang lebih sistematis dalam mewujudkan amanat Pembukaan UUD 1945.

“Indonesia juga bisa berperan penting sebagai juru damai konflik di Laut Cina Selatan dan Israel-Palestina,” tutupnya. (hsn)

 

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

GERTAK: Presiden Prabowo Subianto Copot Menkeu Purbaya Terkait Dugaan Isu Jual-Beli Jabatan

Jakarta (Maritimnews) - Jual-beli jabatan merupakan salah satu awal permulaan dan bentuk tindak pidana korupsi…

1 day ago

Survei IDM Ungkap Dua Sisi Bea Cukai: Pelayanan Bagus, Namun Kebijakan Tarif Masih Jadi PR

Jakarta (Maritimnews) - Hasil survei Indonesia Development Monitoring (IDM) terhadap pengguna jasa Direktorat Jenderal Bea…

2 days ago

Analisis Penerbitan PMK 51/2026 tentang Angkutan Barang Terusan

Peraturan Menteri Keuangan No.51 tahun 2026 adalah aturan Kementerian Keuangan yang mengatur tentang Angkut Terus…

2 days ago

TPS Gelar Sosialisasi Bisnis Operasional Bersama GINSI Jatim

Surabaya (Maritimnews) - Kolaborasi antar instansi menjadi faktor penting dalam menciptakan layanan logistik efisien, transparan,…

2 days ago

Atasi Kepadatan, Pelabuhan Tanjung Wangi Kini Dilayani Empat Kapal

Banyuwangi (Maritimnews) - Aktivitas bongkar muat kendaraan melalui kapal Roll On-Roll Off (Ro-Ro) di pelabuhan…

4 days ago

Pelindo Regional 4 dan Kejati Maluku Perkuat Sinergi Hukum

Makassar (Maritimnew) – Dalam rangka memperkuat sinergi dalam penanganan masalah hukum bidang perdata dan tata…

5 days ago