Categories: HLPelayaranTerbaru

Peristiwa KM Sinar Bangun, Indonesia Malu sebagai Anggota Dewan IMO

Ilustrasi

MN, Jakarta – Ketua Pergerakan Pelaut Indoensia (PPI) Andriyani Sanusi menyoroti kejadian tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba yang menelan korban cukup banyak. Menurutnya hampir setiap tahun, bahkan setiap bulan, selalu ada kejadian kecelakaan kapal seperti ini.

“Ini membuktikan Regulator tidak bisa berbuat yang terbaik, jangankan terbaik untuk baik saja tidak sanggup dilakukan, tidak pernah absen kecelakaan laut/kapal tiap bulannya, sebagai anggota Dewan IMO, Indonesia semestinya sangat malu atas kejadian yang terus berulang, lagi dan lagi, tiada henti, kemana itu Indonesia Poros Maritim Dunia, apa itu Tol Laut, kok kecelakaan masih banyak,” ungkap Andri saat dihbungi redaksi, Rabu, (20/6).

Sambungnya, sebagian besar kapal yang tenggelam tidak memenuhi syarat layak laut, berbagai kesalahan terdapat di dalam intern kapal. Ini menjadi bukti bahwa pemerintah dan operator hanya mengejar keuntungan semata.

KM Sinar Bangun yang idealnya hanya berkapasitas 80 orang, ternyata bisa mencapai 189 orang pada saat tenggelam 3 hari lalu di Danau Toba. Ini membuktikan operator kapal lalai dalam mengecek aspek keselamatan pelayaran. Hingga hari ini Tim SAR masih mencari penumpang yang belum ditemukan jasadnya.

“Segudang masalah ini tetap saja ada, kapal kapal tersebut bisa berlayar walaupun tidak lengkap, padahal sudah banyak UU yang mengatur tentang syarat suatu kapal bisa berlayar, kemana UU tersebut, buat apa UU tersebut dibuat yang menelan anggaran tapi ternyata tidak berlaku di lapangan, apa kerjanya regulator yang bertugas di dunia pelayaran,” keluh Andri.

Hal itu menjadi raport merah atas kinerja Kemenhub, khususnya Ditjen Hubla. Pasalnya, kejadian itu terus berulang dan tidak ada proses evaluasi sekaligus win-win solution atas kejadia yang menimpa dunia pelayaran Indonesia.

“Saya memberikan penilaian ini karena saya lihat tidak ada itikad untuk berbuat ke arah yang baik. Kemenhub yang dipimpin oleh pak Budi Karya Sumadi semestinya jeli dan tanggap atas acap kalinya kecelakaan di laut, dan menjadikan pelajaran yang sangat berharga, sampai kapan ini dibiarkan terjadi,” tandasnya.

Pria asal Sumatera Barat yang menjadi Caleg dari Partai Berkarya besutan Tommy Suharto ini mengimbau agar pemerintah menghentikan deal-deal tertentu dengan oknum yang berpotensi melanggar peraturan. Hal itu berimplikasi pada keselamatan pelayaran.

“Stop deal tertentu dengan pengusaha kapal, demi keselamatan harus tegas dalam menerapkan aturan. Sayangnya tegas dalam menerapkan UU tidak terdapat dalam jiwa regulator yang bertanggung jawab,” pungkasnya. (hsn)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Pelindo, KSOP, dan Pelni Kolaborasi Salurkan Bantuan untuk NTT

Jakarta (Maritimnews) - Bantuan untuk masyarakat yang terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) dihimpun…

17 hours ago

FSP BUMN Bersatu Dukung Program Streamlining Danantara

Jakarta (Maritimnews) - Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN Bersatu mendukung program streamlining atau perampingan struktur…

3 days ago

Say No To IPO; Pelindo Lebih Bermanfaat Tanpa Pasar Modal

Oleh: Siswanto Rusdi, Direktur The National Maritime Institute (Namarin) Daya Anagata Nusantara (Danantara) merencanakan initial…

4 days ago

PTP Nonpetikemas Dorong Peningkatan Kompetensi TKBM di Pelabuhan Panjang

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) memberikan pelatihan dan sertifikasi kepada 10…

1 week ago

DANANTARA dan Tugas Sejarah Transformasi Ekonomi Nasional Bagi Keadilan Sosial Rakyat

Oleh: Arief Poyuono, SE, M.Kom Indonesia sedang memasuki sebuah fase penting dalam perjalanan ekonomi nasional.…

2 weeks ago

Uji Emisi di Tanjung Priok, Pelindo Ajak Ekosistem Pelabuhan Jaga Lingkungan

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mendorong kolaborasi pengendalian emisi kendaraan di…

3 weeks ago