Published On: Fri, Sep 7th, 2018

Songsong Industri 4.0, KKP Assessment Penyuluh Perikanan

Kepala BRSDM Sjarief Widjaja.

Kepala BRSDM Sjarief Widjaja.

MN, Jakarta – Dalam rangka mempersiapkan sumber daya manusia di bidang Penyuluh Perikanan (Luhkan) berstatus PNS yang profesional dan memiliki kompetensi untuk menghadapi revolusi industri dunia yang memasuki fase 4.0, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melaksanakan ‘Kegiatan Penilaian Kompetensi (Assessment) Penyuluh Perikanan PNS’ untuk 2.550 Luhkan terpilih.

Kegiatan assessment berawal dari beralihnya sejumlah 3.161 Penyuluh Perikanan PNS yang tersebar pada 33 provinsi di Indonesia menjadi pegawai KKP sebagai implementasi Undang-undang no. 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah, yang berdampak pada terdapatnya sejumlah pegawai KKP yang belum mendapatkan assessment pada saat ini.

Luhkan yang hendak mendapatkan assessment pada saat ini tersebut diharuskan telah memenuhi dua persyaratan, yaitu memiliki batas usia pensiun (BUP) lebih dari dua tahun dan berstatus sebagai Penyuluh Perikanan PNS.

Kegiatan yang akan berlangsung pada bulan September-Oktober 201 8 ini, terlaksana di bawah koordinasi Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan (KP) – Badan Riset dan Sumber Daya Manusia (BRSDM) Kelautan dan Perikanan (KP), yang bertempat di tujuh belas lokasi di seluruh Indonesia.

Ketujuh belas lokasi tersebut adalah SUPM Ladong, SUPM Pariaman, SUPM Pekanbaru, SUPM DKI Jakarta, BPPP Tegal, BPPP Banyuwangi, BPPP Denpasar, SUPM Pontianak, SUPM Banjarbaru, SUPM Balikpapan, BPPP Bitung, BPPP Palu, BRPBAPPP Maros, BRPBAPPP Kendari, BPPP Ambon, BPPP Jayapura, dan SUPM Sorong.

Kepala BRSDM KP Sjarief Widjaja mengungkapkan bahwa sumber daya manusia memiliki peran penting bagi keberlangsungan hidup suatu organisasi yang perlu ditingkatkan kompetensi tiap-tiap personelnya guna menghadapi Revolusi Industri 4.0.

“Sumber daya manusia merupakan aset utama dan mempunyai peran yang sangat pentingbagi keberlangsungan hidup suatu instansi atau lembaga. Oleh karena itu, selain perlu peningkatan integritas, perlu juga dilakukan upaya untuk meningkatkan serta mengembangkan potensi maupun kompetensi setiap personel dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0,” ujarnya.

Ia juga berharap pelaksanaan assessment ini bisa menjadi indikator untuk melakukan pemetaan serta mengukur kemampuan teknis para penyuluh perikanan tersebut.

“Hasil assessment ini, diharapkan bisa digunakan untuk mengetahui kepribadian SM, kekuatan dan kebutuhan peningkatan kompetensi, serta sebagai rujukan dalam penyusunan program pengembangan dan pelatihan. Pelaksanaan assessment ini juga merupakan salah satu indikator dalam melakukan pemetaan dan mengukur kemampuan teknis perikanan dan penyuluhan yang dimiliki luhkan,”tambahnya.

Lebih lanjut, dengan masuknya revolusi industri dunia ke dalam fase 4.0, Kepala BRSDM KKP tersebut pun menginginkan terciptanya keterpaduan antara teknologi dengan proyek kebijakan strategis dan SDM yang profesional, serta memiliki kopetensi, yang akan membawa kesejahteraan bagi masyarakat dan menjawab tantangan dalam berbagai sektor kelautan dan perikanan.

About the Author

- Redaktur

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Silahkan isi kode captcha

WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com