Published On: Sun, Jan 6th, 2019

Ironi Poros Maritim, MARIN Nusantara Desak KPU Masukan Maritim Dalam Tema Debat Pilpres 2019

Direktur Maritime Research Institute, Makbul Muhammad

Dalam momentum debat nanti pasangan kandidat nomor urut satu, Jokowi-Ma’ruf, sebagai kandidat petahana bisa menjelaskan bagaimana capaian kinerjanya dalam membangun kemaritiman Indonesia, apa tantangan dan kendalanya, serta bagaimana kebijakan lima tahun ke depan ketika pasangan ini terpilih kembali. Begitupun dengan pasangan kandidat nomor urut dua, Prabowo-Sandi, bisa memaparkan bagaimana kebijakan kemaritimannya nanti ketika terpilih. Apalagi pasangan nomor urut dua ini belum banyak mengelaborasi bagaimana visi dan program maritimnya

MNOL, Jakarta – Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan tema dan jadwal debat Pilpres 2019. Tema debat ini sendiri terbagi menjadi lima sesi menuju, 17 April 2019, yaitu:

  • Debat ke 1 : Hukum, HAM, Korupsi, Terorisme, pada 17 januari 2019.
  • Debat ke 2 : Energi dan Pangan, SDA dan lingkungan hidup, infrastruktur, pada 17 februari 2019
  • Debat ke 3 : Pendidikan, Kesehatan, Ketenagakerjaan, Sosial dan Kebudayaan, pada 17 maret 2019
  • Debat ke 4 : Ideologi, Pemerintahan, Hankam, Hubungan Internasional, pada 30 maret 2019
  • Debat ke 5 : Ekonomi dan kesejahteraan sosial, keuangan dan investasi, perdagangan dan industri, jadwal belum ditetapkan oleh KPU.

Menanggapi konten tema dalam debat tersebut, Direktur Maritim Research Institute (Marin Nusantara) Makbul Muhammad angkat bicara. Ia menyesalkan tidak dimasukannya materi kemaritiman dalam konten debat yang disusun oleh KPU tersebut.

“Kami sangat menyesalkan keputusan KPU yang tidak memasukan maritim dalam konten tema debat pilpres 2019 nanti. Setelah kami melihat tema dan jadwal yang dipilih, ternyata KPU tidak memasukan maritim dalam konten tema debat pilpres 2019

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa pada dasarnya ajang debat antar kandidat calon presiden ini merupakan sarana bagi masyarakat untuk mengetahui visi dan misi masing – masing pasangan calon secara lebih mendalam, sehingga sudah seharusnya menyentuh berbagai permasalahan strategis yang ada saat ini.

“Debat inikan bertujuan agar publik mengetahui penjelasan visi misi dan program calon pemimpin Indonesia selama lima tahun kedepan, ya mestinya sektor-sektor strategis negara perlu menjadi bahan perdebatan, seperti KPU memasukan sektor pangan, energi, dan seharusnya maritim juga dimasukkan,” lanjutnya.

Sejatinya MARIN Nusantara dan banyak insan kemaritiman lainnya berharap momentum debat pasangan capres-cawapres ini, menjadi ajang yang baik bagi kedua pasangan calon untuk memaparkan visi dan misi hingga program kemaritiman yang akan mereka usung bila terpilih nanti.

Dalam hal pasangan nomor urut satu yang merupakan petahana, bisa menjadikan ajang debat ini sebagai sarana untuk menjelaskan berbagai capaian yang telah mereka lakukan dalam membangun dunia kemaritiman negeri ini.

Sedangkan bagi pasangan calon nomor urut dua, momen ini bisa mereka manfaatkan sebagai sarana untuk memberikan penjelasan mendalam tentang berbagai program kemaritiman yang mereka miliki. Terlebih, belum banyak program kemaritiman milik pasangan calon ini yang telah hinggap di benak publik pada saat ini.

“Dalam momentum debat nanti pasangan kandidat nomor urut satu, Jokowi-Ma’ruf, sebagai kandidat petahana bisa menjelaskan bagaimana capaian kinerjanya dalam membangun kemaritiman Indonesia, apa tantangan dan kendalanya, serta bagaimana kebijakan lima tahun ke depan ketika pasangan ini terpilih kembali. Begitupun dengan pasangan kandidat nomor urut dua, Prabowo-Sandi, bisa memaparkan bagaimana kebijakan kemaritimannya nanti ketika terpilih. Apalagi pasangan nomor urut dua ini belum banyak mengelaborasi bagaimana visi dan program maritimnya,” tukas alumni Universitas Hasanuddin Makassar ini.

Ia lalu menjelaskan bahwa dengan masuknya maritim menjadi isu strategis dunia pada saat ini, dengan juga melihat kondisi Indonesia sendiri yang merupakan negara kepulauan, hingga kondisi negara-negara maju pada saat ini yang memiliki berbagai kebijakan maritim di dalamnya, debat capres kali ini tentu menjadi ajang yang sangat penting bagi masyarakt untuk mengetahui bagaimana gambaran kebijakan maritim negeri selama lima tahun ke depan.

“Indonesia ini negara berbasis kepualauan dan isu maritim ini sudah menjadi isu strategis dunia, serta hampir semua negara-negara maju memiliki maritime policy atau ocean policy. Nah melalui debat ini publik akan mengetahui bagaimana kebijakan kemaritim negara Indonesia lima tahun ke depan”, tambahnya.

Ia berharap agar KPU bisa lebih bijak dalam menentukan konten tema debat yang sesuai dengan letak geografis negara Indonesia, dan mendesak KPU untuk segera merevisi konten tema debat untuk memasukan maritim sebagai konten tema debat nanti.

About the Author

- Redaktur

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Silahkan isi kode captcha

WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com