Published On: Mon, Jan 7th, 2019

Pejabat BPPT: Sesuai Kodrat, Indonesia Harus Bangun Sistem Peringatan Dini Tsunami dari Sebab Apapun

Dr. Muhammad Ilyas ST., MSc. (dua dari kiri).

Sudah kodrat dari Allah SWT yang menempatkan kita berada di satu negara, yang wilayahnya berupa kepulauan dan dikelilingi oleh gunung api aktif yang berada di bawah laut. Jadi, sudah seharusnya kita memperbanyak kajian tentang gunung api bawah laut sedari sekarang sebagai langkah awal dalam mitigasi bencana seperti yang baru saja terjadi

MNOL, Jakarta – Bencana tsunami yang menerjang Selat Sunda di akhir tahun 2018 lalu, meninggalkan pertanyaan besar tentang kemampuan negeri ini dalam menyikapi bencana alam yang setiap saat siap menerjang.

Sebagai bangsa yang keberadaannya dikelilingi oleh banyak gunung berapi aktif, yang beberapa diantaranya berada di lautan, sudah sepatutnya kita memiliki sistem penanganan bencana yang lebih terarah dan mumpuni.

Selain itu, sebagai salah satu negara yang memiliki garis pantai terpanjang di dunia, tingkat kerawanan bencana yang terkait dengan perairan seperti tsunami sudah seharusnya mendapat perhatian lebih.

Hal ini diamini oleh Kepala Balai Teknologi Survey Kelautan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Dr. Muhammad Ilyas ST, MSc. Dalam hal ini, ia menekankan akan pentingnya Indonesia membangun sistem peringatan dini gempa bumi dan tsunami yang mumpuni, yang mampu mendeteksi potensi terjadinya tsunami yang disebabkan oleh faktor apapun.

“Indonesia sudah seharusnya membangun sistem peringatan dini gempa bumi dan tsunami yang mampu mendeteksi potensi terjadinya bencana tersebut dari berbagai sebab, seperti yang terjadi di Selat Sunda akhir Desember 2018 lalu,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia juga menekankan kita untuk fokus membangun sistem peringatan tsunami untuk daerah-daerah yang secara geologi sudah diprediksi rawan terjadi gempa ataupun tsunami.

“Harus betul-betul membangun sistem peringatan dini tsunami (tsunami early warning systems) untuk daerah-daerah yang sudah diprediksi sangat riskan secara geologi, dalam arti kata di daerah itu sangat rentan terjadi gempa dan tsunami,” lanjutnya.

Ia juga menghimbau kepada masyarakat luas, agar senantiasa menyadari bahwa kita bangsa Indonesia ini, sudah ditakdirkan berada di wilayah yang memang dikelilingi oleh gunung api bawah laut, dalam arti kata potensi tsunami menerjang kita adalah sebuah keniscayaan yang tidak mungkin dihindari.

Sehingga, sudah selayaknya kita harus menggalakan berbagai kajian tentang gunung api aktif, khususnya yang terletak di lautan yang berpotensi menyebabkan tsunami seperti yang terjadi di Selat Sunda pada akhir Desember 2018 yang lalu.

“Sudah kodrat dari Allah SWT yang menempatkan kita berada di satu negara, yang wilayahnya berupa kepulauan dan dikelilingi oleh gunung api aktif yang berada di bawah laut. Jadi, sudah seharusnya kita memperbanyak kajian tentang gunung api bawah laut sedari sekarang sebagai langkah awal dalam mitigasi bencana seperti yang baru saja terjadi,” pungkasnya.

About the Author

- Redaktur

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Silahkan isi kode captcha

WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com