Published On: Sat, Feb 16th, 2019

Adhitya Ongkowidagdo, Terus Kembangkan Ekonomi Berbagi Dalam Bisnis Logistik

Presiden Direktur PT Aditya Aryaprawira Shipping, Adhitya Ongkowidagdo

MN, Jakarta – Menjabat sebagai Presiden Direktur PT Aditya Aryaprawira Shipping, membuat Adhitya Ongkowidagdo terus mengembangkan ekonomi berbagi dalam menjalankan bisnisnya. Lulusan Marketing Prasetya Mulya Bussines School ini memang memegang prinsip kebersamaan dalam membangun bisnis logistiknya yang maju dan bermanfaat buat semua.

Ditemui di kantornya, di Kawasan Kelapa Gading, Jakarta, Jumat (15/2), Adhi biasa disapa, menceritakan langkah-langkah ke depan yang akan dijalankannya sebagai presdir perusahaan yang bergerak di bidang maritim.

“Kalau sekarang ini, kita juga banyak pekerjaan. Kalau ingin meraup banyak pekerjaan jadi harus banyak expertisnya. Kalau banyak kan berarti harus ngerti di banyak bidang. Jadi kita harus kerjasama dan membangun partnership. Kita juga banyak belajar dan kita saling menjaga,” kata Adhi.

Core bisnis perusahaan yang dipimpinnya, porsi besarnya masih di dalam nuansa maritim yang berkaitan dengan distribusi barang. Upaya membangun ekonomi bersama yang terintegrasi di dalam bisnis logistik pernah dilakoni oleh sang ayah, Adharta Ongkosaputra. Kini Adhi tinggal melanjutkan dan melakukan inovasi dengan konsep tersebut.

“Kalau dosen saya dulu namanya Dr Haris Turino, dia bikin buku namanya ‘Ekonomi Berbagi’. Ya jadi ujung-ujungnya kita pasti tidak bisa meraup seratus pekerjaan sendirian. Kalau di-gabruk gitu pekerjaan sendirian pasti sulit. Tapi kalau bersama-sama, kita bisa melakukan pekerjaan karena tangannya banyak, kan gitu,” tegasnya.

Prinsip demikian sejatinya sejalan dengan konsep perekonomian nasional yang berazaskan kekeluargaan dan gotong royong sesuai Pasal 33 UUD 1945. Hanya saja bentuknya seiring perkembangan zaman kian canggih kala ditopang oleh perangkat teknologi dan digitalisasi.

Sambung Adhi, dengan prinsip tersebut akan menjadi prioritasnya ke depan bersama perusahaan-perusahaan lain yang bergerak di bidang logistik. Adhi akan menganggap bahwa semuanya adalah teman bukan pesaing.

“Jadi kita tidak bisa lagi kayak zaman dulu, elo-elo, gue-gue. Kita adalah musuh dan kita semua harus compete harga dengan elo. Kita bisa begitu, tapi kan lama-lama capek juga. Misalnya di LCT (Landing Craft Tank), kenapa kita harus berantem sama pemilik LCT, lebih baik kan, yaudah kita yang cari market LCT dan kita yang pakai LCT elo,” ucap Adhi.

Pria berusia 35 tahun ini juga terus berinovasi mengembangkan konsep berbagi itu. Perusahaan yang dipimpinnya itu juga ingin merambah sektor-sektor lain namun tetap berkaitan dengan core-nya yakni kemaritiman.

Sejak tahun 2009, usaha bisnisnya mulai merambah sektor oil and gas. Kendati mengalami fluktuasi, namun tekad yang membaja untuk menjadi yang terbaik selalu dilakoninya. Lewat semangat “rawe-rawe lantas malang-malang putung”, ia yakin, perusahaannya mampu menjadi yang terdepan di industri oil and gas.

 “Di luar itu kita melakukan servis-servis tambahan. Misalnya, kalau dulu di oil and gas itu harus pakai kapal kargo, sekarang ya kita modif sedikit-sedikit kapal yang ada agar seperti kapal kargo. Walaupun kelasinya berbeda tapi kita bisa merambah pekerjaan. Kan kalau kapal kargonya sendiri nggak spesialis di oil and gas dan kapal LCT-nya sendiri juga nggak spesialis di oil and gas, tapi itu jadi Breakthrough  dengan servis yang lebih baru dan sedikit agak beda,” pungkasnya. (An)

 

 

 

About the Author

- Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

alterntif text
alterntif text
alterntif text
Connect with us on social networks
Recommend on Google