Categories: InternasionalTerbaru

Perwakilan Tiongkok Untuk PBB Serukan Dukungan Dalam Perangi Kejahatan Maritim

Perwakilan Tiongkok Untuk PBB Serukan Dukungan Dalam Perangi Kejahatan Maritim

MN, Jakarta – Perwakilan Tiongkok untuk PBB pada Selasa (5/2) menyerukan dukungan untuk “negara-negara yang berkepentingan” dalam memerangi kejahatan transnasional terorganisir di laut, menunjukkan bahwa keamanan maritim masih memprihatinkan di pesisir barat Afrika.

Seperti yang dilansir China Xinhua News bahwa Ma Zhaoxu, perwakilan tetap Tiongkok untuk PBB, menyampaikan dalam pertemuan Dewan Keamanan bahwa Tiongkok mendukung negara-negara ini dalam “meningkatkan koordinasi, merumuskan strategi dan mekanisme bersama, menindak kejahatan lintas negara terorganisir di laut, sehingga dapat tercapai pembangunan dan kesejahteraan.”

Dalam beberapa tahun terakhir, tuturnya, meski serangan bajak laut di Teluk Aden telah menurun secara signifikan, situasi keamanan laut di Teluk Guinea di pantai barat Afrika tetap suram, “yang sangat memengaruhi pembangunan ekonomi dan sosial negara-negara pesisir di Afrika.”

Ma memperingatkan bahwa dana ilegal telah mengalir ke organisasi-organisasi teroris, pasukan ekstremis, dan kelompok-kelompok kriminal, yang memperburuk instabilitas nasional dan regional, serta mengancam perdamaian dan keamanan internasional.

Dalam menghadapi situasi ini, utusan Tiongkok tersebut mengatakan masyarakat internasional harus membantu negara-negara pesisir dalam pembangunan kapasitas sembari tetap menghormati kedaulatan mereka. Dia menambahkan, “ini memerlukan upaya untuk mendukung negara-negara pesisir dalam meerbaiki undang-undang domestik mereka, serta membangun dan memperkuat pasukan keamanan maritim.”

Secara khusus, Ma menunjukkan bahwa masyarakat internasional harus terlibat dalam pembangunan, operasional, serta pemeliharaan pelabuhan dan fasilitas lain milik negara-negara pesisir dan mendukung mereka, “sehingga mereka lebih kompeten dalam pembuatan kapal, pembaruan dan pemeliharaan, serta dilengkapi dengan jaminan logistik yang lebih memadai.”

Selain itu, Ma menyoroti peran organisasi regional dan subregional dan membangun mekanisme jangka panjang regional dalam menangani masalah ini. Dia juga menekankan perlunya memobilisasi sumber daya dan memperkuat kerja sama internasional.

Lebih lanjut, dia menuturkan badan-badan PBB terkait seperti Organisasi Maritim Internasional dan Interpol harus memberikan lebih banyak bantuan untuk negara-negara-negara pesisir.

“Komunitas internasional dapat belajar dari kisah-kisah sukses dan, atas dasar konsultasi menyeluruh dengan negara-negara pesisir, …saling bertukar bukti dan informasi serta memfasilitasi penyelidikan, penuntutan dan persidangan kasus-kasus terkait dengan semua kemudahan yang diperlukan,” imbuhnya.

Selain itu, Ma menyerukan peningkatan bantuan pembangunan untuk negara-negara pesisir, dan menekankan pembangunan adalah kunci utama untuk menyelesaikan semua masalah.

Dia juga mengusulkan lebih banyak bantuan untuk membantu negara-negara pesisir meredam penyebab kemiskinan dan ketidakadilan sosial, mempercepat pembangunan ekonomi dan sosial, serta meningkatkan kerja sama antiterorisme.

Tiongkok, kata Ma, telah melakukan operasi pengawalan di perairan pantai Somalia, berpartisipasi dalam kerja sama internasional melawan pembajakan di Teluk Guinea, dan memberikan bantuan kepada negara-negara pesisir dalam memperkuat infrastruktur dan pembangunan kapasitas lainnya.

“Tiongkok akan terus mengimplementasikan Rencana Kerja Beijing, yang diadopsi pada Forum KTT Kerja Sama Tiongkok-Afrika pada September tahun lalu, untuk memperkuat pertukaran dan kerja sama kami dengan pelabuhan-pelabuhan Afrika dan mendukung negara-negara Afrika dalam mempromosikan informatisasi pelabuhan,” paparnya.

Dia juga berjanji bahwa Tiongkok akan meningkatkan bantuan keamanan di Afrika dan memperkuat kerja sama berbasis hasil di bidang tata kelola sosial, pemeliharaan perdamaian, memerangi pembajakan dan melawan terorisme. (hsn/xinhua indonesia)

Husni Baroqah

“Menulis adalah suatu cara untuk bicara, suatu cara untuk berkata, suatu cara untuk menyapa—suatu cara untuk menyentuh seseorang yang lain entah di mana. Cara itulah yang bermacam-macam dan di sanalah harga kreativitas ditimbang-timbang.”

Share
Published by
Husni Baroqah

Recent Posts

Geliat IPC TPK Panjang Dukung Ekspor Provinsi Lampung

Bandar Lampung (Maritimnews) - PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) area Panjang semakin memperkuat perannya…

2 days ago

Sasar Generasi Muda Jakarta Utara, IPC TPK Kenalkan Industri Peti Kemas

Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menyelenggarakan program tanggung jawab sosial perusahaan bertajuk…

4 days ago

Laba Bersih Kopkar TPK Koja Tahun Buku 2025 Meningkat 132%

Jakarta (Maritimnews) - Koperasi Karyawan (Kopkar) TPK Koja menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku…

4 days ago

INSA Jaya Gelar RAC Ke XVIII, Andi Patonangi Ketua Masa Bakti 2026 – 2031

Jakarta (Maritimnews) - Setelah menjabat pengurus antar waktu (PAW), Andi S Patonangi ditetapkan secara aklamasi…

7 days ago

RUPST Pelindo 2025: Kontribusi ke Negara Rp7,81 Triliun

Jakarta (Maritimnews) – Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 PT Pelabuhan…

1 week ago

IPC TPK Jambi Dukung Ekspor 19,2 Ton Kopi Kerinci ke Mesir

Jambi (Maritimnews) - Dalam rangka mendukung kelancaran ekspor kopi robusta asal Kerinci ke negara Mesir…

1 week ago