Published On: Tue, Feb 19th, 2019

Tanggapi Kritikan BPN, Pena Maritim Sebut Kubu Prabowo Tak Paham Tol Laut

Direktur Pena Maritim Makbul Muhammad.

Direktur Pena Maritim Makbul Muhammad.

MN, Jakarta – Ketua Persatuan Nasional Aktivis Maritim (Pena Maritim) Makbul Muhammad memberikan tanggapan atas tudingan Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar, terkait gagalnya program tol laut. Menurutnya, Dahnil justru gagal paham soal program andalan pemerintahan Jokowi-JK  ini.

“Tuduhan Dahnil tidak berdasar dan tidak berbasis data. Program tol laut selama ini menggunakan kapal-kapal negara yang dioperasikan oleh perusahaan pelayaran nasional,” jelas peraih gelar S2 Keamanan Maritim dari Universitas Pertahanan tersebut.

Ia menlanjutkan bahwa di Media Center BPN pada 15 Februari yang lalu, Dahnil menyatakan bahwa Jokowi gagal menyukseskan program tol laut.

“Sebanyak 90 persen shipping (pengiriman melalui laut) kita berasal dari luar negeri, bukan punya dalam negeri. Jadi, program tol laut selama ini tidak sukses,” kata dia.

Menanggapi  tudingan tersebut, Makbul lantas menngeluarkan data yang pernah diteliti langsung olehnya. Pena Maritim mencatat pemerintah telah memberikan subsidi sekitar Rp1,5 triliun sejak 2015-2019 untuk menyukseskan tol laut.

Dengan subsidi sebesar ini, pemerintah telah mengurangi biaya pengiriman logistik melalui kapal laut,di mana sebelumnya, perkara pengiriman melalui laut dikuasai pelayaran swasta dengan biaya yang sangat mahal.

“Sebagai aktivis maritim, saya mencatat, belum ada yang seberani Jokowi dalam memberikan subsidi di bidang transportasi logistik angkutan laut seperti saat ini,” tukasnya.

Program tol laut yang dilakukan pemerintah, lanjut dia, sudah berhasil menurunkan disparitas harga kebutuhan pokok dan barang penting lainnya, khususnya di wilayah tertinggal, terpencil, terluar, dan perbatasan.

Seperti, yang terjadi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), di Kabupaten Larantuka Program Tol Laut berhasil manurunkan harga beras hingga 17%, di Pulau Sabu harga besi beton turun hingga 13%, di Pulau Rote harga terigu turun 13%, dan di Lewoleba harga semen turun 10%.

Selain beberapa wiayah tersebut, di Papua juga terjadi penurunan disparitas harga. Misalnya di Fakfak harga beras turun 21% dan di Mimika harga semen turun hingga 14%.

“Jadi jelas, program tol laut ini sudah dirasakan langsung oleh masyarakat. Sementara BPN Prabowo-Sandi baru mulai membahasnya. Ya, pasti tertinggal jauh,” ujarnya.

Lebih jauh, Makbul menyarankan BPN Prabowo-Sandi memberikan kritik yang objektif dan berdasarkan data yang valid.

“Demi kemajuan maritim bangsa ini,” pungkasnya.

About the Author

- Redaktur

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

alterntif text
alterntif text
alterntif text
Connect with us on social networks
Recommend on Google