Kapal nelayan terbakar di Muara Baru (foto:Abu)
MN, Jakarta – Terbakarnya puluhan kapal nelayan di dermaga Pelabuhan perikanan Samudera Nizam Zachman, Muara Baru Jakarta sejak Sabtu pukul 15.30 WIB berhasil dipadamkan oleh petugas gabungan pada hari Minggu pagi pukul 06.00 WIB.
Kepala Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman Jakarta, Rahmat Irawan memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut, sedangkan kepastian jumlah kapal terbakar masih proses hitung pihak petugas.
“Petugas kami bersama pihak Kepolisian sedang menghitung jumlah kapal nelayan yang terbakar. Hari ini akan diberitahukan berapa jumlah pastinya,” ujar Irawan kepada Maritimnews melalui sambungan telepon, Minggu pagi (24/2).
Semalam proses pemadaman terkendala banyaknya kapal-kapal nelayan yang berupaya menghindari amukan api sehingga mempersulit masuknya kapal KPLP Ditjen Hubla, Pelindo II, Polairud dan KKP ke alur kolam lokasi terjadinya kebakaran.
Selain alur masuk, upaya memadamkan kobaran api puluhan kapal di dermaga barat dan utara juga menghadapi kencangnya terpaan angin yang menghanyutkan kapal ke berbagai sisi dermaga.
Kelancaran pergerakan kapal yang akan memadamkan dan mendekati kapal-kapal ikan terbakar, harus dipandu petugas melalui fasilitas radio komunikasi VHS Ch 74 dari menara pemantauan di Kantor Kesyahbandaran Perikanan.
Sedangkan disisi darat, pihak Suku Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Utara ikut mengerahkan 20 unit mobil pemadam kebakaran.
(Bayu/MN)
Oleh : Dr. Dayan Hakim NS* Perusahaan pelayaran saat ini tengah menghadapi kewajiban untuk menyusun…
Jakarta (Maritimnews) - Kunjungan Mahasiswa dan Mahasiswi Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Indonesia (UI) ke…
Pontianak (Maritimnews) - Dukungan perusahaan IPC Terminal Petikemas terhadap Asta Cita ke-4 Pemerintah Republik Indonesia…
Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Area Teluk Bayur bersama PT Pelabuhan Tanjung…
Jambi (Maritimnews) - Indonesia adalah produsen dan eksportir utama kayu manis global, menguasai sekitar 41%…
Dwelling time yang masih jauh di atas standar internasional bukan sekadar masalah teknis kepelabuhanan —…