BTKP Gelar Uji Coba AIS Kelas B

AIS Kelas B milik BTKP

MN, Jakarta – Balai Teknologi Keselamatan Pelayaran (BTKP) Ditjen Perhubungan Laut menggelar uji coba penerapan Automatic Identification System (AIS) Kelas B menggunakan Kapal KN Mitra Utama milik BTKP di Kalijapat, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Uji coba tersebut disaksikan perwakilan dari Direktorat Kenavigasian Ditjen Perhubungan Laut juga dihadiri Direktur Pusat Teknologi Elektronika dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Selasa (6/8).

Kepala BTKP Binari menjelaskan, bahwa tujuan pengujian AIS guna memastikan dan membuktikan apakah sudah sesuai spesifikasi teknis serta sesuai standar sebelum dipasarkan.

“Penggunaan alat AIS wajib melalui uji lapangan dan laboratorium, dan pengujian utama dilaksanakan oleh BTKP selaku UPT Ditjen Perhubungan Laut,” kata Binari.

Sesuai SKK Tahun 2002, BTKP memiliki tugas memastikan alat-alat keselamatan pelayaran dengan melakukan pengujian lapangan dan laboratorium untuk mendapatkan sertifikat sebelum dipasarkan.

Lebih lanjut Binari menegaskan, termasuk beberapa produk AIS yang didatangkan dari luar negeri harus pula mendapatkan approval atau persetujuan dari BTKP.

“Alat-alat keselamatan pelayaran wajib diuji coba melalui dua tahapan pengujian untuk menjamin bawah alat tersebut sudah melalu pengujian sehingga mendapatkan sertifikat,” ujarnya.

Direktur Pusat Teknologi Elektronika BPPT, Yudi Purwantoro menambahkan, AIS hasil inovasi BPPT merupakan AIS Transceiver Kelas B type Camar yang sudah sesuai standar minimum requirement standar AIS dan siap diproduksi industri dalam negeri.

“Kita patut berbangga karena AIS ini merupakan hasil produk anak bangsa,” imbuhnya.

Pada kesempatan tersebut, selain pengujian terhadap AIS produk BPPT, pengujian juga dilakukan terhadap AIS yang merupakan import buatan China merek CETCME type ESP-828AD dengan keagenan atau distributor di Indonesia yaitu PT Visi Teknologi Samudra.

Seperti diketahui, kewajiban penerapan AIS diterapkan melalui Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 7 Tahun 2019 tentang Pengaktifan Sistem Identifikasi Otomatis atau Automatic Identification System (AIS), yang bertujuan meningkatkan fungsi layanan telekomunikasi pelayaran terkait aspek keselamatan berlayar.

Dalam PM 7 Tahun 2019 mengatur tentang pemasangan dan pengaktifan AIS bagi kapal berbendera Indonesia, termasuk pengawasan pengaktifan AIS yang rencananya berlaku secara efektif pada tanggal 20 Agustus 2019.

Adapun perbedaan AIS Kelas A dan AIS Kelas B yakni AIS Kelas A, wajib dipasang dan diaktifkan pada kapal berbendera Indonesia yang berlayar memenuhi persyaratan Konvensi Safety of Life at Sea (SOLAS) di wilayah perairan Indonesia.

Sedangkan AIS Kelas B juga wajib dipasang dan diaktifkan pada kapal berbendera Indonesia dengan ketentuan kapal penumpang dan kapal barang non-konvensi (tradisional) di atas GT 35, serta kapal penangkap ikan berukuran diatas GT 60.

(Bayu/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

PINP dan Pelabuhan Kijing di Simpul Barat

Jakarta (Maritimnews) - Dalam rangka meningkatkan konektivitas pelayaran dan efisiensi biaya logistik, PT Pelabuhan Indonesia…

1 day ago

DJBC Kalbagbar Dukung Optimalisasi Ekspor dan Impor di Pelabuhan Internasional Kijing

Pontianak (Maritimnews) - Jajaran Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kalimantan Bagian Barat memberikan…

4 days ago

Petikemas Domestik Melonjak, Jakarta – Kijing Jadi Rute Primadona Baru

Pontianak (Maritimnews) - Pelabuhan Kijing di Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat sebagai pelabuhan hub internasional terbesar…

4 days ago

IPC TPK Buka Direct Call Penghubung RI, Tiongkok, dan Thailand

Jakarta (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) secara resmi menyambut kehadiran layanan rute baru…

4 days ago

Memperkuat Stabilitas Fiskal Domestik dan Ketahanan Eksternal di tengah Dinamika Ekonomi Regional

Oleh: Arief Poyuono, SE, M.Kom (Komisaris Pelindo) Dinamika perekonomian global dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan…

5 days ago

Budi Hartono Kembali jadi Ketum Kopkar TPK Koja Periode 2026 – 2029

Jakarta (Maritimnews) - Koperasi Karyawan (Kopkar) TPK Koja menggelar pemilihan Ketua Umum periode tahun 2026…

6 days ago