Categories: HLOpiniTerbaru

Mewaspadai Hoax Kerusuhan Wamena

Ilustrasi

Oleh: M. Ambrizal

Kerusuhan di Wamena, Papua telah menghancurkan  segala sendi kehidupan bermasyarakat dan berbangsa, yang berakibat kerugian material dan korban jiwa. Kerusuhan berlatar rasisme tersebut dipicu berita hoax yang beredar di media sosial. Untuk itu, agar masyarakat Wamena dan lainnya mewaspadai berita hoax tersebut demi persatuan dan kesatuan NKRI.

Kerusuhan yang terjadi di Wamena beberapa waktu lalu berakibat pada kerusakan dan lumpuhnya berbagai sarana masyarakat. Di samping itu, ada sekitar 16 orang meninggal dunia dan 65 orang mengalami luka-luka yang mayoritas merupakan masyarakat sipil. Menurut keterangan Humas Polda Papua, kerusuhan ini bermula akibat Hoax yang tersebar di masyarakat. Hoax tersebut berisi kabar dugaan ucapan rasis seorang guru terhadap siswanya.

Hal tersebut memancing emosi mahasiswa dan pelajar sehingga terjadi aksi unjuk rasa yang berujung rusuh dengan membakar beberapa kantor pemerintah, ruko milik masyarakat, kendaraan bermotor, kios dan kantor PLN. Kerusuhan tersebut berdampak besar terhadap beberapa kegiatan yang terhenti akibat rusak dan terbakarnya beberapa sarana dan prasarana di Wamena.

Dalam kerusuhan di Wamena, dapat dilihat betapa berbahanya Hoax. Terlebih lagi Hoax tersebut dibumbui dengan Suku, Agama, Ras dan Antar golongan (SARA) yang dapat menimbulkan gejolak emosi dan rasionalitas sehingga dapat menyebabkan berbagai konflik dilingkungan masyarakat dan mengancam persatuan bangsa seperti terjadinya kesalahpahaman sehingga menyebabkan fitnah dan memicu terjadinya kerusuhan. Masyarakat Wamena harus waspada terhadap penyebaran Hoax yang dapat menambah atau bahkan menimbulkan konfilk serta kerusuhan baru yang akan timbul.

Dampak penyebaran Hoax memang sangat berbahaya, namun bukan berarti Hoax tidak bisa dicegah dan diatasi. Untuk itu masyarakat harus mengembangkan rasa penasaran untuk mengecek dan memastikan kebenaran informasi yang diterima. Dalam mencegah Hoax, masyarakat harus berhati-hati terhadap judul yang provokatif, karena Seringkali berita hoax punya judul yang mengundang sensasi, seperti bersifat menghasut atau provokatif. Bahkan, kadang isinya diambil dari media atau surat kabar resmi. Hanya saja, sedikit diubah agar sesuai dengan persepsi dari pembuat Hoax. Kemudian memastikan keaslian sumber informasi dan keaslian foto atau video yang disebarkan, karena berita dan informasi bohong juga banyak tersebar dalam bentuk foto yang telah dimanipulasi. Pembuat berita palsu bisa saja telah mengedit sebuah foto lalu disiarkan ke internet dengan tujuan memprovokasi. Namun, keaslian sebuah foto bisa dipastikan keasliannya dengan mesin pencari Google Images dengan tautan images.google.com.

Untuk mencegah Hoax, masyarakat juga dapat mengikuti grup diskusi anti Hoax. Ada banyak grup anti Hoax di media sosial dan seminar yang berguna untuk mendiskusikan apabila ada suatu pemberitaan baru yang kontroversi. Kamu bisa bergabung dan menyimak untuk mengetahui apakah informasi yang telah disebarkan adalah Hoax atau memang informasi benar ata sesuai dengan fakta. Hal ini akan membuka pikiran masyarakat agar lebih waspada terhadap Hoax. Apabila mendapatkan informasi Hoax, masyarakat harus segera melaporkan kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui surel aduankonten@mail.kominfo.go.id.

Dalam upaya menjaga situasi yang kondusif di negeri ini, kita harus melakukan pencegahan terhadap informasi Hoax yang beredar luas di masyarakat. Kita tidak boleh membiarkan konflik dan kerusuhan dalam masyarakat terus terjadi akibat pengaruh dari informasi atau berita Hoax. Karena untuk mencegah dan mengatasi Hoax itu tidak terlalu sulit, tidak harus menjadi ahli teknologi atau ahli politik, masyarakat hanya perlu benar-benar waspada dan peduli terhadap penyebaran informasi Hoax, terutama Hoax yang membawa isu SARA seperti di Wamena yang berujung pada kerusuhan hingga harus mengorbankan nyawa. Jangan sampai kita memberi ruang dan peluang pada penyebaran Hoax yang akan beresiko kembali untuk memakan korban di Indonesia, terutama Tanah Papua.

 

*Penulis adalah Pegiat Media Sosial

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Uji Emisi di Tanjung Priok, Pelindo Ajak Ekosistem Pelabuhan Jaga Lingkungan

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mendorong kolaborasi pengendalian emisi kendaraan di…

2 days ago

Sosialisasi Perkuat Ekosistem Vendor Pelindo Regional 4

Makassar (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memperkuat ekosistem vendor di wilayah Regional…

2 days ago

Semester I 2026, Arus Barang PMT Tumbuh 10,85 persen

Medan (Maritimnews) – PT Pelindo Multi Terminal (PMT), anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang…

2 days ago

FSP BUMN Bersatu Dukung RUU Ketenagakerjaan, Adaptif Dengan Perubahan Ekosistem Berusaha

Jakarta (Maritimnews) – Dalam rangka pemenuhan keputusan MK soal pembentukan RUU Ketenagakerjaan, para Pimpinan DPR…

3 days ago

Aksi Damai Aliansi Pekerja Tanjung Perak di depan Pengadilan Tipikor Surabaya

Surabaya (Maritimnews) - Aliansi Serikat Pekerja Tanjung Perak menggelar aksi solidaritas sebagai bentuk dukungan terhadap…

3 days ago

FSP BUMN Bersatu Memohon Putusan Bebas Murni Bagi 6 Karyawan PT APBS Pelindo

Jakarta (Maritimnews) – Enam terdakwa perkara dugaan korupsi proyek pengerukan alur pelayaran yang berkaitan dengan…

4 days ago