PBM dan Realisasi Juklak Permenhub 152/2016

Pembukaan Rakernas APBMI 2019 oleh Capt Wisnu Handoko di Jogjakarta

MN, Jogjakarta – Ajang Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) 2019 bertema ‘Sinergitas APBMI dan BUP Menuju Indonesia Unggul’ di Jogjakarta, diharapkan mampu menghasilkan solusi untuk mempertahankan usaha bongkar muat yang mulai tersisih di pelabuhan Indonesia.

Harapan dari para peserta Rakernas APBMI adalah upaya revisi Permenhub No 152 Tahun 2016 Tentang Penyelenggaraan dan Pengusahaan Bongkar Muat Barang dari dan ke Kapal. Sejak awal peraturan tersebut dinilai tidak berpihak kepada Badan Usaha Milik Swasta selaku perusahaan bongkar muat (PBM).

“Perjalanan panjang merevisi PM 152 mulai mencapai titik terang karena sudah rapat dengan PT Pelindo I, II, III dan IV serta Ditjen Hubla Kementerian Perhubungan. Dalam waktu dekat akan ada aturan petunjuk pelaksanaan (Juklak) Permenhub 152/2016, agar tercipta sinergi antara BUP dan PBM,” kata Ketua Umum DPP APBMI, HM Fuadi di sela acara Rakernas di Jogjakarta, Senin (28/10).

Sementara itu Penasehat DPW APBMI Jawa Tengah, Putut Sutopo menegaskan, bahwa terdapat tiga poin penting jadi komitmen bersama guna mewujudkan kelancaran layanan bongkar muat di pelabuhan. Pertama, regulasi yang saling menguntungkan. Kedua, tetap menjaga kearifan lokal. Ketiga, tidak menjadikan peran PBM sebagai broker.

Ditempat terpisah Ketua DPW APBMI Jawa Timur, Kody Lamahayu menambahkan, realisasi aturan Juklak dari Permenhub No 152/2016 tentang Penyelenggaraan dan Pengusahaan Bongkar Muat Barang dari dan ke Kapal sangat dinanti oleh PBM di seluruh Indonesia, agar usaha ini memiliki kepastian dalam melakukan kegiatan bongkar muat di pelabuhan.

Prinsip Saling Menguntungkan

Ketua DPW APBMI DKI Jakarta, Juswandi Kristanto menerangkan, sesuai tema Rakernas yakni Sinergitas APBMI dan BUP Menuju Indonesia Unggul, kedepan upaya sinergi dan harmonisasi sangat dibutuhkan. Dimana BUP dan PBM akan bekerjasama guna mendukung kelancaran arus barang dari dan ke pelabuhan.

“Adapun teknis dilapangan dapat kita rumuskan bersama, tentu dengan prinsip saling menguntungkan,” pungkasnya.

(Bayu/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

IPC TPK dan Mitra PBM Dorong Operational Excellence

Jakarta (Maritimnews) - Dalam rangka menghadirkan layanan terminal yang unggul (Operational Excellence) berkelanjutan, PT IPC…

3 days ago

Hari Lingkungan Hidup 2026, Kolaborasi Pelindo Regional 2 Priok dan Pemkot Jakut

Jakarta (Maritimnews) - Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 PT Pelabuhan Indonesia (Persero)…

3 days ago

Transformasi Terminal Sri Bintan Pura Tingkatkan Sinergitas

Tanjung Pinang (Maritimnews) - Langkah Transformasi Terminal Penumpang Sri Bintan Pura di Tanjung Pinang telah…

3 days ago

Jalan di Balik Dermaga: Menuntaskan Hinterland yang Terlupakan

Investasi besar pada terminal pelabuhan tanpa membenahi konektivitas di belakangnya ibarat membangun mulut tanpa tenggorokan.…

4 days ago

Geliat IPC TPK Panjang Dukung Ekspor Provinsi Lampung

Bandar Lampung (Maritimnews) - PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) area Panjang semakin memperkuat perannya…

1 week ago

Sasar Generasi Muda Jakarta Utara, IPC TPK Kenalkan Industri Peti Kemas

Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menyelenggarakan program tanggung jawab sosial perusahaan bertajuk…

1 week ago