Danseskoal Laksda TNI Amarulla Octavian saat memberikan maetri kuliah Quantitative Research dihadapan 175 Pasis Dikreg Akt-58 Seskoal.
MN, Jakarta – Sebagai sarana pembekalan untuk menghadapi berbagai permasalahan akademis, khususnya untuk tugas di akhir masa pendidikan mereka di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal), para Perwira Siswa (Pasis) Pendidikan Reguler (Dikreg) Angkatan ke-58 TAmengikuti sesi kuliah Qualitative Research di Amphiteater Gedung Samadikun Seskoal, Cipulir, Jakarta Selatan, Selasa (21/1).
Kuliah yang diikuti oleh 175 orang Pasis tersebut, langsung diberikan oleh Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) Laksmana Muda TNI Amarullah Octavian.
Seperti diketahui, dalam dunia penelitian, terdapat dua metode riset, yaitu kualitatif dan kuantitatif. Salah satu kelebihan metode kualitatif ini sendiri ialah memiliki landasan teori yang berjalan sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan. Ini sangat berguna mengingat dunia keilmuan saat ini sangatlah dinamis.
Teknologi yang berkembang semakin cepat menjadikan perubahan yang ada di dunia bisa berlangsung dalam sekejap. Fenomena ini yang harus bisa diikuti oleh para Pasis yang ke depannya dipersiapkan menjadi pemimpin negeri ini di masa depan.
Selain diikuti oleh para Pasis, kuliah ini juga turut diikuti oleh Wakil Komandan (Wadan) Seskoal Laksamana Pertama TNI Tatit Eko W., S.E., M. Tr (Han), para Pejabat Utama Seskoal, para Dosen, dan para Patun Seskoal.
Oleh : Dr. Dayan Hakim NS* Perusahaan pelayaran saat ini tengah menghadapi kewajiban untuk menyusun…
Jakarta (Maritimnews) - Kunjungan Mahasiswa dan Mahasiswi Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Indonesia (UI) ke…
Pontianak (Maritimnews) - Dukungan perusahaan IPC Terminal Petikemas terhadap Asta Cita ke-4 Pemerintah Republik Indonesia…
Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Area Teluk Bayur bersama PT Pelabuhan Tanjung…
Jambi (Maritimnews) - Indonesia adalah produsen dan eksportir utama kayu manis global, menguasai sekitar 41%…
Dwelling time yang masih jauh di atas standar internasional bukan sekadar masalah teknis kepelabuhanan —…