Published On: Sat, Jun 6th, 2020

Guru Besar Pertahanan Jabarkan Cara Merancang World Class Navy dengan SSM Based AR

Foto bersama Rektor Universitas Pertahanan Letnan Jenderal TNI Dr. Yoedhi Swastanto, MBA (kiri) bersama Guru Besar Ilmu Pertahanan Universitas Pertahanan (Unhan) Laksamana TNI (Purn) Prof. Dr. Marsetio (kanan) seusai prosesi pengukuhan Guru Besar Ilmu Pertahanan di Gedung AH Nasution Kantor Kementerian Pertahanan, Sabtu (26/7).

Guru Besar Pertahanan Unhan Prof. Dr. Marsetio.

MN, Jakarta – Guru Besar Pertahanan Universitas Pertahanan (Unhan) Laksamana TNI (Purn) Prof. Dr. Marsetio memeberikan pemebelajaran kepada peserta webinar bertajuk  “Aplikasi SSM-Based AR Pada Riset Kemaritiman/Militer Dalam Penulisan Buku dan Jurnal” yang diselenggarakan oleh BKI Academy, Jumat (5/6).

Dalam webinar tersebut, Prof. Marsetio memaparkan tentang bagaimana merancang TNI AL menjadi World Class Navy dengan menggunakan metode SSM Based AR (Soft Systems Methodology Based Action Research), di mana salah satunya buku yang ditulisnya sewaktu menjabat sebagai Kasal pada tahun 2014, World Class Navy, ia telah menjabarkan tentang visi tersebut.

“Ini (World Class Navy) adalah buku kedua setelah buku pertama berjudul Sea Power Indonesia untuk panduan menuju World Class Navy. Saat itu memang belum ada referensi atau literatur tentang ap aitu Indonesian Sea Power,” terangnya.

Masih dalam kesempatan itu, tokoh yang pernah menjadi Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) pada tahun 2012-2015 tersebut, juga turut menggugah para guru besar dan dosen untuk terus berpijak pada Tri Dharma Perguruan Tinggi, di mana penelitian menjadi faktor terpenting agar para akademisi ini bisa membangun bangsa dan negara.

Lebih lanjut, ia menjabarkan mengenai tahapan SSM itu yang dimulai dengan menemukan masalah, memformulasikan definisi akar, membangun model konseptual, membandingkan model konseptual dengan realita, menentukan perubahan, dan mengambil tindakan. Sedangkan Action Research/AR adalah suatu metodologi penelitian yang berfokus langsung pada tindakan sosial dan kebanyakan bersifat kualitatif.

Ia menjelaskan bahwa AR merupakan suatu metode yang didasarkan pada tindakan masyarakat yang seringkali diselenggarakan pada bidang luas seperti sekolah, rumah sakit, kesatuan dan lainnya.

Lebih jauh, terkait visi untuk menjadi World Class Navy, ia mengatakan bahwa niatnya menulis buku ini sebagai sumbangsih dirinya dalam membangun TNI Angkatan Laut yang berkelas dunia, di mana buku itu diawali oleh adanya testimoni dari pimpinan Angkatan laut negara lain mengenai pandangannya terhadap TNI AL. Menurut mereka, matra laut kebanggaan Indonesia layak menerima status sebagai World Class Navy.

“Pada saat simposium mengenai Sea Power mereka (para pimpinan Angkatan laut negara lain) mengatakan your navy really world class navy,” tukasnya.

Untuk menjadikan TNI AL sebagai World Class Navy terdapat empat elemen yang harus dipenuhi, yaitu SDM, teknologi, organisasi, dan operasi yang unggul. Seluruhnya harus selalu ditampilkan dan diimplementasikan secara konsisten dari waktu ke waktu.

“Apabila keempat elemen World Class Navy itu dijalankan maka seperti yang dikatakan oleh para chief angkatan laut dari negara-negara lain bahwa kita akan menjadi World Class Navy,” pungkasnya.

Hadir sebagai pembicara dalam webinar itu antara lain Rektor Unhan Laksdya TNI Dr Amarulla Octavian, Dirut PT BKI Rudiyanto, mantan Kabakamla Laksdya TNI (Purn) A. Taufiqoerrachman, Guru Besar FISIP UI Prof Dr Sudarsono Hardjosoekarto, Dekan FISIP UI Dr Arie Setiabudi Soesilo, Dosen Unhan Laksda TNI (Purn) Dr Sulistyanto, Dosen Pascasarjana FIA UI Dr Rachma Fitriati, serta dimoderatori oleh Kepala BKI Academy Arief Bijaksana Prawira Negara.

About the Author

- Redaktur

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>