Peluang Crew Change Bagi Pelaut Indonesia di ALKI Selat Makassar dan Selat Lombok

Arus kapal di Selat Lombok


MN
, Batam – Dimasa pandemik Covid-19, pelaut Indonesia justru punya peluang besar mendapatkan pekerjaan karena banyak kapal ditahan di Australia (kebanyakan kapal bulk carrier angkut barang tambang Australia ke China). Alasannya masalah crew change tidak comply dengan Australia yang tidak boleh melebihi 14 bulan di atas kapal.

“Normalnya crew diatas kapal menandatangani agreement contract for less than 8 months, sekarang semua expired karena crew yang sudah habis masa kontraknya tidak diperbolehkan pulang. Aturan Australia, crew agreement tak boleh expired,” jelas Capt Ahmad Irfan, Consultant Maritime Business di Singapore kepada Maritimnews, Kamis (2/7).

Dampak dari Covid-19 para pelaut WNA tidak dapat kembali kenegara asal, terang Ahmad Irfan, disebabkan hampir seluruh Pemerintah menutup penerbangan dari dan ke negara asal para pelaut, termasuk anak buah kapal (ABK) WNA yang kini banyak tertahan di negara Australia.

Saat ini masa penentuan, jika Indonesia mampu mengurus kepulangan pelaut ke negara asalnya yang digantikan oleh pelaut WNI di Indonesia, maka semakin banyak pelaut WNI dapat bekerja di atas kapal. Langkah berikutnya sign off sign on hanya di Indonesia dengan pelaut WNI.

“Pertanyaannya apakah Kementerian Perhubungan dan Kementerian Kesehatan mau dan mampu menolong pelaut WNA yang ingin sign on dan sign off di Indonesia,” ujarnya.

Menurut Ahmad Irfan, terkait biaya pemulangan para pelaut WNA akan ditanggung oleh pemilik kapal. Pemerintah Indonesia hanya memfasilitasi pemulangan pelaut WNA ke negara asal mereka yang selanjutnya posisi dapat digantikan oleh pelaut-pelaut dalam negeri.

“Para pelaut WNA yang ingin pulang ke negaranya menolak menandatangani perpanjangan contract agreement, tentu ini peluang Indonesia atau malah menjadi peluang negara Philipines. Bagi kapal-kapal belum crew change bisa mengambil pelaut Philipines atau  Indonesia saat melintasi perairan Philipines dan ALKI Selat Makassar serta Selat Lombok,” pungkasnya.

(Bayu/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

TPS Gelar Safety Drill Hadapi Cuaca Ekstrem

Surabaya (Maritimnews) – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) menggelar Safety Drill Angin Kencang di area…

3 days ago

TPK Koja Gelar Pelindo Mengajar 2026 di SMAN 8 Yogyakarta

Yogyakarta (Maritimnews) - KSO Terminal Petikemas Koja (TPK Koja) menggelar Program Pelindo Mengajar sebagai bagian…

4 days ago

Hari Sumpah Pemuda, Pelindo Regional 3 Gelar Donor Darah

Surabaya (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 berkomitmen untuk terus mendorong kegiatan sosial…

4 days ago

Satu Dekade NPCT 1, Kapasitas Hampir Penuh

Jakarta (Maritimnews) - New Priok Container Terminal One (NPCT1) baru saja merayakan satu dekade operasional…

5 days ago

Pelindo FC Harumkan Indonesia, Juara FIFCO World Corporate Champions Cup 2026 di Turki

Antalya, Turki (Maritimnews) - Perhelatan FIFCO World Corporate Champions Cup 2026 merupakan kompetisi minisoccer korporasi…

5 days ago

Transformasi SDM Pelindo; Dari Pola Kedaerahan Menuju Standar Global

Jakarta (Maritimnews) - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau DANANTARA memutuskan, PT Pelabuhan Indonesia…

6 days ago