Marak Illegal Fishing, Nelayan Buton Utara Gelar Unjuk Rasa

Ilustrasi peta wilayah Kabupaten Buton Utara.

MN, Buton – Maraknya illegal fishing yang terjadi di wilayah Buton Utara, menyebabkan masyarakat pulau tersebut menggelar aksi unjuk rasa pada Senin (11/1).

Dalam unjuk rasa yang digelar untuk mengutuk aktifitas tersebut, masa mendesak Dinas Perikanan dan Kelautan Buto Utara, DPRD Buton Utara, Polres, serta Dandim 1429 Buton Utara, untuk segera mangambil tindakan tegas membasmi aksi illegal fishing.

Kepala Dinas (Kadis) Perikanan dan Kelautan Kabupaten Buton Utara, Karya Jaya, turun langsung menemui massa. Kadis perikanan menyatakan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas perikanan provinsi Sultra terkait upaya penanganan penangkapan ikan ilegal didaerah itu.Langkah Penolakan terhadap illegal fishing ini, ditandai dengan penandatanganan petisi. 

Upaya penanganan illegal fisihing ini juga didukung oleh pihak kepolisian setempat. Kasat Reskrim Polres Buton Utara yang turut hadir menyambangi aksi masa ini, menyatakan dukungannya anti terhadap illegal fishing .“Kita bekerjasama untuk sama-sama tegakan kedaulatan di laut,” ujarnya.

Selanjutnya, masa bertolak menuju Mapolres Buton Utara. Di sana juga menuntut supremasi hukum kepada Kepolisian, yang merupakan salah satu lembaga hukum di Kabupaten Buton Utara.

Koordinator Lapangan (korlap) sekaligus Ketua Aliansi Peduli Lingkungan, Suyono, menyatakan bahwa aksi yang dibangun ini adalah aksi damai yang betul-betul lahir dari nurani masyarakat Buton Utara agar serius menangani persoalan illegal fishing ini. Mereka tak ingin kembali kecolongan dengan kebijakan-kebijakan yang mengarah pada tindakan illegal fishing yang bisa merugikan sumber ekoonomi masyarakat daerah itu.

“Tuntuntan kami, mendesak Pemda bersama DPRD Butur membuat perda, serta meminta Kapolres Buton Utara memberikan sanksi tegas kepada para pelaku pelaku illegal fishing. Kami juga desak Kepala DKP Buton Utara, DPRD, Polres Butur dan Dandim Buton Utara 1429 secepatnya bentuk Badan Keamanan Laut ( BAKAMLA),” ujarnya.

Salah satu nelayan Buton Utara, Hairul Salam, menyayangkan maraknya aksi illegal fishing di daeranya. Menurutnya, praktek illegal fishing yang terjadi selama ini telah menghancurkan lumbung sumber ikan di laut.

“Kita tidak bisa hidup hanya dengan alat tangkap ikan, tapi kami butuh hasilnya. Akan tetapi jika praktek illegal fishing ini masih merajalela, kami bisa mati,” pungkasnya.

A.P Sulistiawan

Redaktur

Share
Published by
A.P Sulistiawan

Recent Posts

Hingga Agustus 2026, Throughput Petikemas dan Kargo Tumbuh di Pelindo Regional 2

Jakarta (Maritimnews) - Aktivitas kepelabuhanan di wilayah kerja Pelindo Regional 2 mengalami pertumbuhan hingga Agustus…

4 hours ago

Pelindo Sosialisasikan Penataan Peta Peran Korporasi

Makassar (Maritimnews) – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo menyosialisasikan penataan peta peran korporasi kepada…

3 days ago

PMT Port Visit melalui Onboarding Budaya Perusahaan

Belawan (Maritimnews) - PT Pelindo Multi Terminal atau PMT memberikan pengalaman awal dunia kerja kepada…

3 days ago

Kebakaran Kontainer di NPCT1 Cepat Dipadamkan, Tidak Ada Korban

Jakarta (Maritimnews) - New Priok Container Terminal One (NPCT1) berhasil menangani kebakaran yang terjadi pada…

4 days ago

Breakfast With Leader Pelindo 4 Hadapi Perubahan Pelabuhan dan Streamlining

Makassar (Maritimnews) – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 memperkuat komunikasi internal dan keterlibatan pegawai…

5 days ago

IPC TPK Raih Dua Penghargaan TOP GRC Awards 2026

Jakarta (Maritimnnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menerima dua penghargaan dalam ajang TOP GRC…

5 days ago