Buffer Trucking ex Inggom Pelabuhan Priok Tidak Optimal

Buffer trucking ex Inggom pelabuhan Tanjung Priok (foto:wartaekonomi.co.id)

MN, Jakarta – Fasilitas buffer trucking di lahan ex Inggom seluas dua hektar yang dipersiapkan sebagai area parkir bagi truck yang ingin melakukan kegiatan di pelabuhan Tanjung Priok Jakarta Utara, dianggap belum optimal, sebab masih banyak terlihat kendaraan truck parkir liar di bahu jalan di dalam pelabuhan internasional tersebut.

Mengatasi antrian truk petikemas di pelabuhan Tanjung Priok, butuh kantong parkir. Lokasi buffer parkir truk harus di area yang masih memiliki lahan luas dan tak jauh dari pelabuhan, karenanya lahan ex Inggom seluas dua hektar dengan kapasitas tampung 1.100 kendaraan truk dianggap pilihan paling tepat.

Namun sejak dilaunching fasilitas buffer trucking di lahan ex Inggom, pada awal bulan Oktober 2018 lalu dalam rangka mengurai kepadatan truk trailer didalam pelabuhan Tanjung Priok, ternyata masih tidak begitu diminati oleh para supir truck trailer.

PT Pelabuhan Indonesia II/IPC pernah ingin mempercepat distribusi barang dari dan ke Pelabuhan Tanjung Priok sekaligus menghapus antrian panjang dengan menerapkan sistem Truck Booking Return Container (TBRC). Hal itu dikatakan mantan Dirut PT Pelabuhan Tanjung Priok, Arif Suhartono (saat ini Dirut IPC) pada acara Forwami di Griya Inkoppabri Cisarua Bogor, awal tahun 2017.

Kemudian menurut Prasetyadi ketika menjabat Direktur Operasional dan Sistem Informasi IPC menegaskan, bahwa IPC terus berbenah untuk memperlancar kegiatan bongkar muat di Pelabuhan. Salah satunya menata lahan parkir, menyediakan buffer trucking di ex lahan pabrik Pacific Paint, Jalan R E Martadinata, Jakarta Utara.

“Lokasi buffer trucking di kawasan Inggom masih harus ditata ulang, membutuhkan sistem terpadu guna mendukung aktivitas truk trailer saat melakukan kegiatan angkut petikemas, antara lain tujuan NPCT One pelabuhan Tanjung Priok,” jelas Direktur Namarin Siswanto Rusdi kepada Maritimnews di Jakarta, Selasa (9/2).

Sebaiknya, terang Siswanto, seluruh pihak berkepentingan di pelabuhan Tanjung Priok duduk bersama merealisasikan fungsi buffer area truk yang optimal, tentu dipimpin oleh pihak Regulator dalam hal ini Otoritas Pelabuhan Utama, agar kepadatan terurai di waktu tertentu dan supir truk pun nyaman menjalani kegiatan di terminal petikemas.

Siswanto mengingatkan salah satu upaya mengurai kepadatan di pelabuhan membutuhkan sistem yang konsisten dan tegas di buffer trucking, mengatur kepastian jadwal truk ketika melayani aktivitas mengangkut petikemas. Tujuannya agar tidak timbul kemacetan di pelabuhan Tanjung Priok.

(Bayu/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Barang Kami Tertahan, Bisnis Kami Pun Ikut Berhenti

Dwelling time yang masih jauh di atas standar internasional bukan sekadar masalah teknis kepelabuhanan —…

2 days ago

Pelindo Perkuat Sinergitas Optimalisasi Terminal Kijing, Akses Jalan jadi Prioritas

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) memperkuat sinergitas optimalisasi Terminal Kijing Mempawah Kalimantan Barat…

4 days ago

Maret 2026, IPC TPK Jambi Tumbuh 22,5%

Jambi (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Area Jambi mencatatkan pertumbuhan signifikan pada Maret…

4 days ago

IPC TPK Gandeng Mitra Pelayaran Perkuat Konservasi Laut dan Ekosistem Pelabuhan Berkelanjutan

Bandar Lampung (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) memperkuat komitmen keberlanjutan dengan menggelar aksi…

4 days ago

Tingkatkan Kapasitas SDM Kelautan dan Perikanan, KIOTEC Kunjungi Korsel

KIOTEC kembali mengadakan program kunjungan ke Korea Selatan. Kunjungan ini didedikasikan untuk memperkuat keahlian teknis…

5 days ago

IPC TPK Bangun Fasilitas Air Bersih di Muaro Jambi

Jambi (Maritimnews) - IPC TPK membangun sumur bor lengkap dengan instalasi pendukung sebagai sumber air…

5 days ago