Menolak Lupa, 27 Juli Adalah Hari Sungai Nasional

Ilustrasi sungai.

MN, Jakarta – Sejak ditetapkan oleh pemerintah sebagai hari nasional pada 1o tahun yang lalu, yaitu tepat di 27 Juli 2011, Hari Sungai Nasional seakan tidak terdengar gaungnya sama sekali. Banyak anak bangsa justru lebih mengingat salah satu peristiwa berdarah di medio 90-an, yang kebetulan terjadi pada tanggal yang sama.

Meski begitu, sebagai bagian dari bangsa yang bercita-cita mengembalikan kejayaan maritimnya, ingin menjadi poros maritim dunia, sudah selayaknya seluruh elemen bangsa sadar bahwa pemerintah telah mengajak kita untuk bersama-sama menyadari pentingnya sungai sebagai bagian kehidupan kita, salah satunya dengan memeringati tanggal 27 Juli sebagai hari Sungai Nasional.

Nasib Hari Sungai Nasional ini sendiri tak jauh berbeda dengan nasib Hari Maritim Nasional, sama – sama kurang diingat dan sama – sama tidak bergaung keras. Selain itu, bila Hari Maritim Nasional mengalami kejadian coba dipindahkan dari tanggal 23 September yang penuh berdasar pada peristiwa sejarah penting ke tanggal 21 Agustus tanpa ada dasar sejarah yang kuat, maka Hari Sungai Nasional mengalami kondisi hampir tak dikenal masyarakat sama sekali, bahkan tertimbun oleh peristiwa berdarah yang tersebut sebelumnya.

Sebagai bangsa yang takdirnya berada di antara lautan dan dikelilingi aliran sungai-sungai yang beranak pinak, Indonesia sudah seharusnya lebih memerhatikan keberadaan bentang alam tersebut. Terlebih, pada tahun 2014 Pemerintah menggaungkan “Poros Maritim Dunia” sebagai visi jangka panjang negeri ini. Akan tetapi hingga detik ini, kesan visi tersebut bisa tercapai masih jauh, bahkan dari titik terdekatnya sekalipun. 

Suka tidak suka, sungai adalah bagian dari budaya maritim yang telah melakat dalam kehidupan negeri ini. Sejak masa kerajaan dahulu, fungsi sungai sebagai sarana transportasi masyarakat pun telah terbangun dengan baik. Bisa kita lihat dari budaya pemanfaatan sungai di berbagai wilayah di Kalimantan sedari dulu dan masih bertahan hingga sekarang.

Seiring berjalannya waktu, dengan budaya masyarakat yang turut bergeser, bergeser pula fungsi sungai dalam masyarakat. Bila dahulu sungai merupakan bentang alam multifungsi untuk memenuhi kehidupan masyarakat, saat ini pelan-pelan mulai terkikis dan bahkan hampir hilang.

Konon, dahulu kala di berbagai area yang saat ini menjadi bagian dari DKI Jakarta, masyarakat memanfaatkan sungai untuk berbagai kebutuhan hidupnya. Mulai dari pemenuhan air minum, irigasi, mencuci, transportasi ke wilayah lain, hingga pemenuhan kebutuhan protein hewani. Namun, saat ini berbagai fungsi tersebut boleh dikatakan menjadi hilang seiring perubahan zaman. 

Lebih dari itu, banyak perlakuan tidak baik yang terus dilakukan masyarakat terhadap banyak sungai di negeri ini yang pada akhirnya malah menjadikannya sebagai musuh manusia, seperti menjadikan sebagai tempat pembuangan sampah dan berbagai limbah lainnya.

Di Hari Sungai Nasional ini, kita seharusnya belajar kepada negara-negara lain tentang tata kelola sungai mereka. Selain terlihat bersih dan tertata rapih, pemanfaatannya pun sudah terkesan maksimal.

Bila kembali pada visi pemerintah yang ingin menjadikan Indonesia sebagai “Poros Maritim Dunia”, tata kelola sungai bisa menjadi solusi cepat dan murah untuk mendukung salah satu pilarnya, yaitu konektivitas. Banyak daerah yang memiliki aliran sungai yang bisa dimanfaatkan sebagai infrastruktur jalan, dibanding menunggu pembangunan infrastruktur jalan raya atau jalan tol merata di seluruh negeri. Pada kondisi tertentu bisa memangkas biaya distribusi karena kapal-kapal tertentu bisa masuk sampai ke wilayah terjauh dari laut, tanpa harus berganti moda transportasi.

Sayangnya, untuk sampai tahapan ini masih jauh dari wujud nyata. Untuk peringatan harinya saja hampir tidak bergaung sama sekali setiap tahunnya, meskipun ini resmi dari negara.

A.P Sulistiawan

Redaktur

Share
Published by
A.P Sulistiawan

Recent Posts

Geliat IPC TPK Panjang Dukung Ekspor Provinsi Lampung

Bandar Lampung (Maritimnews) - PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) area Panjang semakin memperkuat perannya…

2 days ago

Sasar Generasi Muda Jakarta Utara, IPC TPK Kenalkan Industri Peti Kemas

Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menyelenggarakan program tanggung jawab sosial perusahaan bertajuk…

3 days ago

Laba Bersih Kopkar TPK Koja Tahun Buku 2025 Meningkat 132%

Jakarta (Maritimnews) - Koperasi Karyawan (Kopkar) TPK Koja menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku…

3 days ago

INSA Jaya Gelar RAC Ke XVIII, Andi Patonangi Ketua Masa Bakti 2026 – 2031

Jakarta (Maritimnews) - Setelah menjabat pengurus antar waktu (PAW), Andi S Patonangi ditetapkan secara aklamasi…

6 days ago

RUPST Pelindo 2025: Kontribusi ke Negara Rp7,81 Triliun

Jakarta (Maritimnews) – Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 PT Pelabuhan…

1 week ago

IPC TPK Jambi Dukung Ekspor 19,2 Ton Kopi Kerinci ke Mesir

Jambi (Maritimnews) - Dalam rangka mendukung kelancaran ekspor kopi robusta asal Kerinci ke negara Mesir…

1 week ago