PT Pelabuhan Indonesia menyelenggarakan lomba karya tulis 2021
MN, Jakarta – PT Pelabuhan Indonesia I, II, III dan IV (Persero) atau Pelindo menggelar lomba karya tulis jurnalistik, Pelabuhan Indonesia Award 2021. Lomba sebagai bentuk apresiasi kepada jurnalis untuk terus melahirkan karya berkualitas, khususnya berkaitan rencana merger Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bidang layanan Pelabuhan.
EVP Sekretariat Perusahaan PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) / IPC, Ali Mulyono dalam siaran persnya, Jumat (23/7) menjelaskan, bahwa lomba tersebut bertujuan untuk mensukseskan rencana merger sektor pelabuhan yang saat ini prosesnya masih berjalan.
Tema yang diangkat dalam lomba ini adalah Sinergi dan Integrasi Pelabuhan Indonesia dengan subtema Peningkatan Pelayanan Pelabuhan dari Timur ke Barat. Sedangkan untuk kategori karya yang dilombakan dalam kompetisi karya tulis ini adalah hard news dan feature.
“Peserta yang dapat mengikuti perlombaaan ini adalah Warga Negara Indonesia yang berprofesi sebagai jurnalis, baik tetap maupun lepas, bekerja di media cetak dan online. Dan total hadiah yang kami siapkan sebesar Rp160 juta,” tutup Ali Mulyono.
Lomba karya tulis jurnalistik ini berlangsung pada 23 Juli – 20 September 2021 dengan menghadirkan Wisnu Nugroho – Pemred Kompas.com, Hari Gunarto – Wapemred Investor Daily dan Siswanto Rusdi – Pengamat bidang Kepelabuhanan sebagai juri.
Untuk informasi lebih lengkap mengenai perlombaan ini dapat diakses melalui tautan https://bit.ly/pelabuhanaward2021.
(Bayu/MN)
Oleh : Dr. Dayan Hakim NS* Perusahaan pelayaran saat ini tengah menghadapi kewajiban untuk menyusun…
Jakarta (Maritimnews) - Kunjungan Mahasiswa dan Mahasiswi Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Indonesia (UI) ke…
Pontianak (Maritimnews) - Dukungan perusahaan IPC Terminal Petikemas terhadap Asta Cita ke-4 Pemerintah Republik Indonesia…
Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Area Teluk Bayur bersama PT Pelabuhan Tanjung…
Jambi (Maritimnews) - Indonesia adalah produsen dan eksportir utama kayu manis global, menguasai sekitar 41%…
Dwelling time yang masih jauh di atas standar internasional bukan sekadar masalah teknis kepelabuhanan —…