Kabid Legislator PKP: Anggota Legislatif Kita Ujung Tombak Partai

 

Kabid Legislator DPN PKP Fredy F. Aronggear.

 

Jakarta (Maritimnews) – Partai Keadilan dan Persatuan (PKP) baru saja menggelar Bimbingan Teknis Nasional (Bimteknas) untuk para anggota legislatifnya di Jakarta beberapa waktu lalu. Partai yang dipimpin oleh Mayjen TNI Mar (Purn) Yussuf Solichien itu saat ini memiliki total 154 anggota legislatif yang tersebar di beberapa provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia.

Menurut Ketua Bidang Legislator Dewan Pimpinan Nasional (DPN) PKP Fredy F. Arronggear, 154 anggota legislatif PKP itu merupakan ujung tombak partai dalam menghadapi verifikasi untuk Pemilu 2024 mendatang.

“Mereka ini adalah panutan untuk para calon anggota legislatif PKP di 2024 ini. Peran 154 anggota legislatif kita ini sangat sentral, selain sebagai simpul massa, mereka juga menjadi corong perjuangan PKP di daerah pemilihannya,” kata Fredy kepada awak media, Selasa (19/4).

Sambung Fredy, pembinaan yang dilakukan oleh DPN PKP terhadap para anggota legislatif ini sangat intensif. Kemungkinan besar acara seperti Bimteknas dan pembekalan atau pengarahan anggota legislatif akan diadakan setiap tahun.

“Lokasinya bisa di Jakarta, bisa juga di daerah lain yang nanti kita tunjuk. Bimteknas itu merupakan ajang koordinasi dan pemantapan para anggota legislatif kita, sekaligus ajang silaturahmi di antara mereka yang berasal dari berbagai daerah dengan pengurus DPN PKP,” jelasnya.

Kendati demikian, Fredy menyatakan pihaknya juga akan bersikap tegas bila ada anggota legislatif PKP yang tidak taat pada garis partai. Pergantian Antar Waktu (PAW) menjadi sanksi yang tak terelakan bila ada anggota legislatif PKP yang melanggar ketetapan partai.

“Ya, kita akan PAW bila ada anggota legislatif kita yang tidak taat dengan garis komando partai. Semua itu sudah jelas diatur di dalam AD/ART dan peraturan-peraturan partai kita,” tandasnya.

PKP memiliki anggota legislatif baik di provinsi maupun kabupaten kota, di antaranya terdapat di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Sumatra Selatan, Bengkulu, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Bali, NTB, NTT, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, dan Papua.

Fredy berharap pada tahun 2024, seluruh provinsi memiliki anggota legislatif yang berasal dari PKP. Bahkan PKP juga menargetkan kader-kadernya dapat menembus Senayan – lolos Parliementary Treshold.

“Ya harapan kita, setiap provinsi kita memiliki anggota legislatif dan bisa tembus ke Senayan. Tidak ada yang tidak mungkin selama kita berikhtiar sungguh-sungguh. Itu sebagaimana pesan dari Ketua Umum kami,” pungkas Fredy. (*)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Delegasi Madagaskar Kunjungi IPC TPK dan Integrated Planning Control

Jakarta (Maritimnews) - Delegasi Pemerintah negara Madagaskar didampingi oleh tim Lembaga National Single Window (LNSW)…

12 hours ago

82,7 Persen Publik Percaya Transparansi BPI Danantara, Modal Menjadi Korporasi Dunia

Danantara Indonesia dinilai turut memberikan optimisme kepada publik karena sinyal kinerja positif. Capaian itu terekam…

21 hours ago

Kepuasan Publik terhadap Kinerja Pemerintahan Prabowo Gibran Mencapai 80,4 Persen

Jakarta (Maritimnews) – Panel Survey Indonesia (PSI) merilis hasil survei nasional mengenai Tingkat Kepuasan Masyarakat…

2 days ago

Program PELITA 2026 Dimulai di Rawa Badak Utara

Jakarta (Maritimnews) – Peluncuran program Pelindo Tanpa Balita Stunting (PELITA) 2026, IPC Terminal Petikemas bersama…

2 days ago

Pertengahan Juni 2026, Throughput IPC TPK Panjang Tumbuh Signifikan

Jakarta (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Panjang mencatat performa gemilang pada pertengahan tahun…

3 days ago

Negara Maritim yang Takluk di Lautnya Sendiri

Ketika negara gagal menjamin keselamatan warganya dalam aktivitas yang paling mendasar, maka yang dipertanyakan bukan…

3 days ago