Categories: LogistikTerbaru

‘Ship Promotes the Trade’ Pacu Logistik Nasional

 

Ilustrasi Foto: Istimewa.

Jakarta (Maritimnews) – Istilah ship promotes the trade menjadi penting dalam mendongkrak pertumbuhan logistik nasional.  Hal tersebut disampaikan oleh Chairman Supply Chain Indonesia (SCI) Setijadi yang mengatakan pertumbuhan transportasi dan pergudangan itu konsisten dan tertinggi di antara semua lapangan usaha selama tiga triwulan terakhir berturut-turut.

“Sektor logistik nasional diharapkan dapat mendorong pertumbuhan berbagai lapangan usaha, baik melalui peningkatan volume maupun daya saing masing-masing produk dan komoditasnya. Implementasi paradigma ship follows the trade harus diimbangi dengan paradigma ship promotes the trade,” jelas Setijadi kepada Maritimnews, Selasa (15/11).

Berdaarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pekan lalu, pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan III-2022 sebesar 5,40 persen dibanding triwulan III-2021 (yoy). Pertumbuhan terjadi pada semua lapangan usaha, kecuali Jasa Kesehatan.

Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah transportasi dan pergudangan sebesar 25,81 persen, diikuti akomodasi dan makan minum (17,83 persen), administrasi pemerintahan (12,42 persen) dan jasa perusahaan (10,79 persen).

Pada triwulan I dan II tahun 2022 lapangan usaha itu juga tumbuh tertinggi berturut-turut sebesar 15,79 persen dan 21,27 persen (yoy).

“Pertumbuhan transportasi dan pergudangan yang tinggi itu didorong pemulihan sejumlah lapangan usaha. Pada triwulan III-2022 itu, misalnya, perdagangan yang tumbuh 5,35 persen, disusul industri 4,83 persen, dan pertambangan 3,22 persen,” ucap Setijadi.

Setijadi menjelaskan indikasi pemulihan transportasi dan pergudangan atau sektor logistik terjadi tidak hanya pada tingkat nasional tetapi juga pada tingkat regional dan global. Salah satu indikasinya adalah pelayaran dunia yang sudah pulih dengan shipping cost yang sudah kembali seperti sebelum pandemi.

Setijadi menyatakan tantangan sektor logistik pada Triwulan IV-2022 dan tahun 2023 adalah menjaga konsistensi dan tingkat pertumbuhan transportasi dan pergudangan yang tinggi itu. Tantangan lainnya adalah peran dalam menghadapi ancaman resesi dan ketidakpastian rantai pasok global, termasuk sebagai dampak dari dinamika geopolitik global.

“Upaya perbaikan dan pengembangan sektor logistik itu membutuhkan kolaborasi secara sinergis antara perusahaan-perusahaan penyedia jasa logistik dan pengguna jasa logistik, seperti perusahaan manufaktur dan ritel,” imbuh dia.

“Dukungan dan kerja sama juga harus diberikan dari operator fasilitas logistik seperti di pelabuhan dan bandara, serta dari pemerintah pusat melalui kementerian/lembaga terkait dan pemerintah daerah,” pungkasnya. (*)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Pelindo Gelar Coffee Morning, Sosialisasikan peralihan Nota Layanan Jasa Barang Non Petikemas

Jakarta (Maririmnews) - Dalam rangka meningkatkan sinergitas hubungan kerja sama yang telah terjaga dengan baik,…

2 hours ago

TPS Gelar Safety Drill Hadapi Cuaca Ekstrem

Surabaya (Maritimnews) – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) menggelar Safety Drill Angin Kencang di area…

5 days ago

TPK Koja Gelar Pelindo Mengajar 2026 di SMAN 8 Yogyakarta

Yogyakarta (Maritimnews) - KSO Terminal Petikemas Koja (TPK Koja) menggelar Program Pelindo Mengajar sebagai bagian…

6 days ago

Hari Sumpah Pemuda, Pelindo Regional 3 Gelar Donor Darah

Surabaya (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 berkomitmen untuk terus mendorong kegiatan sosial…

6 days ago

Satu Dekade NPCT 1, Kapasitas Hampir Penuh

Jakarta (Maritimnews) - New Priok Container Terminal One (NPCT1) baru saja merayakan satu dekade operasional…

7 days ago

Pelindo FC Harumkan Indonesia, Juara FIFCO World Corporate Champions Cup 2026 di Turki

Antalya, Turki (Maritimnews) - Perhelatan FIFCO World Corporate Champions Cup 2026 merupakan kompetisi minisoccer korporasi…

1 week ago