Categories: PelabuhanTerbaru

Komoditas Arang Kayu, Primadona Baru PTP Non Petikemas Panjang

Kegiatan muat komoditas Arang Kayu di pelabuhan Panjang

Bandar Lampung (Maritimnews) – Arang Kayu merupakan salah satu komoditas ekspor nonmigas yang terbuat dari bahan dasar kayu. Produksi Arang tersebut telah digunakan secara luas sebagai bahan bakar untuk keperluan memasak di rumah tangga, restoran, dan perhotelan yang sangat diminati oleh beberapa negara di wilayah Timur Tengah, seperti Kuwait dan Arab Saudi.

Khusus di provinsi Lampung, kurun waktu Triwulan I tahun 2023, komoditi Arang Kayu telah menjadi primadona baru bagi PTP Non Petikemas Panjang. Jika dibandingkan periode sama tahun 2022 lalu, Arang Kayu tercatat meningkat 82% dalam kemasan Bag Cargo untuk kegiatan ekspor di pelabuhan Panjang.

Menurut Branch Manager PTP Non Petikemas Panjang, Eka Nugraha, peningkatan eksport Arang Kayu menunjukkan minat cukup besar terhadap produk asli Indonesia yang secara langsung akan mendorong peningkatan ekonomi masyarakat melalui industri penyediaan Arang Kayu oleh UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) Provinsi Lampung.

Oleh karenanya, terang Eka, pelabuhan Panjang harus dapat mendukung trend permintaan eksport komoditas Arang Kayu dengan memastikan kelancaran distibusi dan ketepatan waktu pelayanan bongkar muat. Diharapkan kedepannya peran pelabuhan dapat secara signifikan membantu meningkatkan daya saing produk Indonesia di mancanegara.

“Komoditi Arang Kayu, Batu Bara, dan Bungkil jadi perhatian kami, pihak PTP tengah berupaya meningkatkan pelayanan dengan melakukan transformasi dan standarisasi operasional, penerapan system IT dan peningkatan kualitas SDM,” kata Eka Nugraha didampingi Sekretaris Perusahaan PTP Non Petikemas, Finan Syaifullah di Bandar Lampung, Selasa (11/4).

Kapal besar MV Jin Ao pengangkut Batu Bara

Sedangkan kegiatan ekspor Batu Bara di pelabuhan Panjang, lanjut Eka, sebagian besar dalam rangka memenuhi kebutuhan negara China. Adapun muatnya menggunakan kapal besar MV Uniwell dengan menghandle komoditi Batu Bara sebesar 50.000 ton tujuan Xinsha China, kemudian MV Jin Ao muat 51.670 ton, MV Super Odegaard muat 53.177 ton, dan MV Hai Jin sebanyak 48.856 ton.

Ekspor Batu Bara dari provinsi Lampung ini sebagian besar adalah permintaan pasar di China yang diangkut dari pelabuhan Panjang menggunakan kapal besar. Untuk kegiatan muat Batu Bara pakai tongkang, tujuan negara Vietnam dan Malaysia.

“Dalam waktu dekat, PTP Non Petikemas Panjang bakal punya pangsa pasar baru lainnya, yakni komoditi Cangkang untuk kegiatan ekspor tujuan negara Thailand dengan menggunakan kapal Tongkang,” pungkasnya.

(Bayu Jagadsea/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

TPS Gelar Safety Drill Hadapi Cuaca Ekstrem

Surabaya (Maritimnews) – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) menggelar Safety Drill Angin Kencang di area…

5 days ago

TPK Koja Gelar Pelindo Mengajar 2026 di SMAN 8 Yogyakarta

Yogyakarta (Maritimnews) - KSO Terminal Petikemas Koja (TPK Koja) menggelar Program Pelindo Mengajar sebagai bagian…

5 days ago

Hari Sumpah Pemuda, Pelindo Regional 3 Gelar Donor Darah

Surabaya (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 berkomitmen untuk terus mendorong kegiatan sosial…

5 days ago

Satu Dekade NPCT 1, Kapasitas Hampir Penuh

Jakarta (Maritimnews) - New Priok Container Terminal One (NPCT1) baru saja merayakan satu dekade operasional…

6 days ago

Pelindo FC Harumkan Indonesia, Juara FIFCO World Corporate Champions Cup 2026 di Turki

Antalya, Turki (Maritimnews) - Perhelatan FIFCO World Corporate Champions Cup 2026 merupakan kompetisi minisoccer korporasi…

7 days ago

Transformasi SDM Pelindo; Dari Pola Kedaerahan Menuju Standar Global

Jakarta (Maritimnews) - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau DANANTARA memutuskan, PT Pelabuhan Indonesia…

1 week ago