
MNOL, Jakarta – Direktur Latihan Bakamla RI Laksma TNI Muspin Santoso, S.H., M.Si. (Han) secara resmi membuka Pelatihan Keamanan Informasi dan Sandi di Hotel Santika, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Senin (6/3/2017). Kegiatan pelatihan ini sendiri berlangsung selama lima hari yang diikuti oleh delapan belas personel Bakamla RI.
Dalam sambutannya, Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Ari Soedewo, S.E., M.H. yang dibacakan oleh Direktur Latihan Bakamla RI Laksma TNI Muspin Santoso, S.H., M.Si. (Han), mengatakan terdapat tiga aspek yang harus dipenuhi dalam keamanan informasi di setiap organisasi. Aspek tersebut adalah kerahasiaan, keutuhan data, dan ketersediaan data. Selain itu masih ada aspek tambahan lainnya yaitu otentikasi penyedia atau penerima informasi serta nir penyangkalan.
Pemanfaatan persandian, dalam setiap kegiatan pada instansi pemerintah yang memanfaatkan teknologi, dapat menjamin kerahasiaan informasi yang dikomunikasikan. “Maksimalkan ilmu yang didapat dalam pelatihan ini dan terapkan dalam kegiatan bekerja sehari-hari”, jelasnya.
Lebih lanjut Kabakamla mengatakan, penguasaan terhadap teknologi informasi dan komunikasi yang minim, tata kelola inforamsi publik yang belum baik, kesadaran keamanan informasi yang relatif rendah, serta peraturan hukum yang belum sepenuhnya dilaksanakan, menjadi beberapa faktor yang menyebabkan potensi terjadinya kebocoran informasi.
Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) yang berpartisipasi sebagai narasumber dalam pelatihan ini, telah merancang pelatihan yang dikhususkan untuk kebutuhan personel Bakamla RI, sehingga diharapkan dapat terimplementasi dengan baik dan menjadi kebiasaan dalam melakukan pekerjaan sehari-hari. “Diharapkan pelatihan ini dapat menjawab tantangan tugas Bakamla RI di masa mendatang dan memperkaya diri personel Bakamla RI dengan pengetahuan tentang pemahaman dan kesadaran terhadap pentingnya mengamankan informasi”, tutupnya.






