Foto bersama Yayasan Swatantra Pangan Nusantara dengan para siswa.
Bukan sekadar urusan lahan luas atau teknologi canggih, ketahanan pangan seharusnya dimulai dari kesadaran dan tanggung jawab. Semangat seperti inilah yang digelorakan oleh Yayasan Swatantra Pangan Nusantara (YSPN) bersama Pemerintah Kabupaten Buleleng, Bali, dalam program inspiratif mereka yaitu “Menciptakan Laboratorium Hidup Ketahanan Pangan Berbasis Sekolah. Program ketahanan pangan berbasis sekolah yang kali ini mengambil tajuk “Self Sufficient Indonesian Food Foundation“, yang dilaksanakan di Kabupaten Buleleng, Bali, pada 11-13 Januari 2026.
Di tengah gemerlap budaya pariwisata Bali, tumbuh generasi baru yang paham bahwa kedaulatan suatu bangsa diawali dari kemandirian pangannya. Program ini mengajak setiap siswa di SDN 3 Banjar Jawa, SMPN 1, SMAN 1, hingga SMKN 3 Singaraja memegang amanah merawat satu polybag tanaman, dari benih hingga panen. Di sini, cabe dan terong bukan hanya komoditas, tetapi guru kehidupan. Mereka belajar bahwa kepemimpinan sejati dimulai dari kemampuan menyelesaikan tugas sederhana dengan tanggung jawab penuh. Seperti pesan yang disampaikan, “Bila tak sanggup merawat satu tanaman hingga berhasil, bagaimana mungkin memimpin orang lain?”
Inisiatif ini adalah jawaban cerdas atas tantangan regenerasi petani dan krisis pangan. Sekolah menjadi tempat aktualisasi nilai-nilai ketahanan, di mana inovasi diajarkan bukan sekadar teori. Dukungan dari petani muda dan pemerintah daerah menunjukkan bahwa kolaborasi adalah kunci. Gubernur Bali, Wayan Koster, pun melihat potensi besar ini dan berkomitmen untuk memperluas gerakan “satu anak, satu polybag” ke seluruh Bali.
Program ini sendiri mengajarkan sebuah filosofi mendalam mengenal musuh terbesar kita, yaitu ketergantungan pangan. Dengan menanam, setiap anak tidak hanya memberi makan dirinya sendiri, tetapi juga membangun kemandirian bangsanya. Mari kita dukung dan replikasi semangat ini. Karena dari polybag kecil di sekolah, bisa tumbuh pahlawan-pahlawan pangan yang akan menjamin masa depan Indonesia yang berdaulat dan sejahtera.
Oleh : Dr. Dayan Hakim NS* Perusahaan pelayaran saat ini tengah menghadapi kewajiban untuk menyusun…
Jakarta (Maritimnews) - Kunjungan Mahasiswa dan Mahasiswi Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Indonesia (UI) ke…
Pontianak (Maritimnews) - Dukungan perusahaan IPC Terminal Petikemas terhadap Asta Cita ke-4 Pemerintah Republik Indonesia…
Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Area Teluk Bayur bersama PT Pelabuhan Tanjung…
Jambi (Maritimnews) - Indonesia adalah produsen dan eksportir utama kayu manis global, menguasai sekitar 41%…
Dwelling time yang masih jauh di atas standar internasional bukan sekadar masalah teknis kepelabuhanan —…