Categories: Bakamla

Berikut Pandangan Kepala Bakamla Terkait Ancaman dan Penanggulangannya

Logo Badan Keamanan Laut.

Maritimnews, Jakarta – Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI, Laksdya Maritim DA Mamahit mengurai secara detail ancmanan yang terjadi di Perairan Indonesia saat ini. Hal itu dia paparkan saat menjadi pembicara dalam Fokus Grup Diskusi yang digelar International Organization of Migration (IOM) bersama dengan Coventry University dengan tema ‘Meningkatkan Koordinasi dalam Melawan Kejahatan Transnasional Terorganisir di Laut untuk tahun 2016 dan Seterusnya’ di Hotel Pullman, Jakarta, (7/3/16).

Pria yang pernah menjabat sebagai Rektor Universitas Pertahanan itu mengungkapkan bahwa ancaman yang melanda kemaritiman Indonesia ada yang bersifat alamiah seperti gempa buni, tsunami, dan gunung meletus serta ada yang bersifat buatan manusia seperti hidromatereologi hazard, environmental degradation dan technology hazard.

Selain itu, ancaman yang berupa/oleh manusia berdasarkan karakteristiknya terbagi 2 yaitu, ancaman tradisional dan non tradisional.

“Ancaman tradisional seperti yang kita tahu saat ini ialah Nine Dashed Line Tiongkok di Laut China Selatan sebelah utara Natuna dan US Rebalance. Sedangkan ancaman non tradisional itu seperti transnational crimes, ancaman lingkungan, ancaman kedaulatan, ancaman sumber daya termasuk di dalamnya IUU Fishing,” terang Mamahit.

Lanjutnya, upaya untuk mengatasi segala ancaman itu sesuai tugas Bakamla ialah perlunya integrasi lembaga serta daya dukung peraturan baik nasional maupun internasional.

“Perlu ada aktor-aktor lain dalam keamanan maritim dan kita juga perlu memperhatikan aturan-aturan internasional karena tidak boleh kita melewati koridor itu,” paparnya.

Lulusan AAL tahun 1984 itu juga menyatakan perlunya Early Warning Systen (EWS) dalam mengantisipasi segala ancaman di laut. Hal tersebut terkait dengan daya dukung teknologi yang menyambungkan Bakamla dengan instansi-instansi lainnya.

“Dalam Early Warning System itu, system kita bisa tampil di KKP dan sebaliknya. Selanjutnya istana juga bisa memonitor keadaan laut kita setiap saat,” ujar Perwira Tinggi Bintang Tiga tersebut.

Kendati masih banyak kendala di lapangan, Mamahit mengakui kondisi Bakamla semakin membaik saat ini. Diharapkan ke depannya, Bakamla menjadi instansi yang mumpuni dalam upaya penegakan hukum di laut.

Bakamla sebagai amanat Undang-Undang No 32 tahun 2014 merupakan harapan masyarakat melalui perwakilannya di DPR. Tepat pada 15 Desember 2015, lembaga ini berdiri sebagai penyempurnaan dari Bakorkamla (dahulu).

“Masalah keamanan maritim sama-sama kita kerjakan, ego sektoral sudah bisa kita tekan. Kemudian Bakamla terus berbenah dalam organisasi, pangkalan atau Kantor Zona Maritim, 16 stasiun radar (survilance), Puskodal dan kemampuan personel terus kita tingkatkan,” pungkasnya. (TAN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

RUPST Pelindo 2025: Kontribusi ke Negara Rp7,81 Triliun

Jakarta (Maritimnews) – Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 PT Pelabuhan…

2 days ago

IPC TPK Jambi Dukung Ekspor 19,2 Ton Kopi Kerinci ke Mesir

Jambi (Maritimnews) - Dalam rangka mendukung kelancaran ekspor kopi robusta asal Kerinci ke negara Mesir…

3 days ago

Januari – Mei 2026, Arus Penumpang Pelindo Regional 4 Melesat 10,2% YoY

Makassar (Maritimnews) - PT Pelindo (Persero) Regional 4 mencatat trafik arus penumpang selama periode Januari–Mei…

4 days ago

Januari – Mei 2026, Throughput IPC TPK Capai 1,49 Juta TEUs

Jakarta (Maritimnews) – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) mencatat pertumbuhan arus petikemas sebesar 6,1 persen…

5 days ago

Direct Baru di IPC TPK, MV AS Carolina ke Tiongkok Selatan

Jakarta (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) memperkuat konektivitas logistik internasional melalui pelayanan perdana…

1 week ago

IPC TPK ReWear Project & Seragam Bekas

Jakarta (Maritimnews) - PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menghadirkan langkah inovatif dalam mendukung keberlanjutan…

1 week ago