BNN akan Tingkatkan Pemberantasan Narkoba dari Laut

 

MNOL, Jakarta –  Badan Narkotika Nasional (BNN) akan meningkatkan pemberantasan peredaran narkoba dari laut. Hal itu dilakukan mengingat 80 persen masuknya peredaran narkoba berasal dari laut. Menurut Kasubdit Masyarakat dan Perencanaan Dit. Advokasi Departemen Bidang Pencegahan BNN, Dik Dik Kusnadi, laut dan masyarakat pesisir sejauh ini tengah menjadi sorotan BNN.

“Banyak modus-modus peredaran narkoba di laut, mulai dari transaksi di tengah laut hingga rentannya masyarakat pesisir dari bahaya narkoba,” ungkap Dik Dik.

Maka dari itu BNN mengajak seluruh komponen terutama masyarakat yang berkecimpung di dalam dunia kelautan untuk bersama-sama memerangi peredaran narkoba di laut. Rencananya, BNN akan gencarkan program sosialisasi di daerah pesisir guna menyelamatkan generasi bangsa di daerah pesisir dari penyalahgunaan narkoba.

“Ada pemikiran nelayan untuk menghindari ketakutan saat melaut, mereka menggunakan narkoba terlebih dahulu. Akhirnya hal ini menjadi habit sampai turun ke anak-anak mereka,” bebernya.

Melihat fenomena itu, badan yang diketuai oleh Komjen Pol Budi Waseso, S.H itu tidak main-main dalam memfokuskan langkahnya untuk memberantas narkoba dari laut. Hal itu juga sejalan dengan visi presiden poros maritim dunia, di mana menjadikan laut terbebas dari segala ancaman, termasuk ancaman narkoba.

Poros maritim dunia juga berjalan bersamaan dengan program revolusi mental, yaitu memperbaiki mental dan karakter rakyat yang bebas dari narkoba. “kalau rakyatnya sudah kecanduan narkoba bagaimana dia mau berkreativitas apalagi mempertahankan negara,” tandas Dik Dik.

Kendati masih memiliki banyak keterbatasan dalam upaya pemberantasan itu, namun BNN optimis bersama masyarakat dan interoperability dengan instansi lainnya akan mampu menjadikan Indonesia benar-benar bebas dari narkoba.

“Kita nanti bisa undang tokoh tokoh nelayan atau orang yang berpengaruh di daerah pesisir untuk mensosialisasikan bahaya narkoba. Selain itu kita minta mereka untuk berperan aktif melaporkan warganya bila ada yang memakai narkoba,” paparnya.

Dik Dik mengakui, maraknya peredaran narkoba disebabkan salah satunya oleh lemahnya kontrol masyarakat terhadap lingkungan di sekitarnya. Banyak para tokoh masyarakat dan warganya memiliki sikap acuh tak acuh terhadap apa yang terjadi di wilayahnya.

“Setelah ada keluarganya yang terkena narkoba baru mereka sadar. Sebenarnya faktor utama pemberantasan narkoba dimulai pada lingkungan keluarga. Kalau keluarganya kurang peka maka psikologi anak-anak akan mudah terpengaruh dengan barang haram itu,” pungkasnya.

Berdasarkan data BNN pada 2014, jumlah penyalahguna narkoba sebanyak 3,8 juta sampai 4,1 juta orang atau sekitar 2,10% sampai 2,25% dari total seluruh penduduk Indonesia yang berisiko terpapar narkoba di tahun 2014. Diharapkan angka itu mengalami penurunan drastic pada tahun ini dan tahun-tahun berikutnya. (TAN)

 

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Implementasi EAZI di TTL Group, Tekan Port Stay

Surabaya (Maritimnews) - Terminal Petikemas Teluk Lamong (TTL) Group berkolaborasi berbagi peran dengan KSOP Utama…

1 day ago

TPS Gelar Safety Stand Down, Perkuat Budaya Keselamatan Kerja

Surabaya (Maritimnews) - Komitmen PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) terhadap safety culture terus dilaksanakan secara…

1 day ago

Fit to Drive IPC TPK bagi 150 Sopir Truk Peti Kemas

Jakarta (Maritimnews) - Bertepatan dengan perayaan Hari Pelindo ke-5, PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK)…

2 days ago

Pelindo 5 Tahun Bersatu, Perkenalkan ADHARA

Jakarta (Maritimnews) - Bersamaan dengan memperingati Hari Ulang Tahun ke-5 PT Pelabuhan Indonesia atau Pelindo,…

2 days ago

Kapal dan Pelabuhan: Kisah Cinta yang Tidak Perlu Dimerger

Oleh: Laksda TNI (Purn) Dr. Soleman B Ponto. ST, SH, MH Konon, di dunia maritim…

3 days ago

Lima Tahun Pascamerger, Pelindo Teguhkan Transformasi Berlandaskan Semangat Persatuan

Jakarta (Maritimnews) – Tanggal 1 Oktober menjadi momentum penting bagi PT Pelabuhan Indonesia (Persero). Selain…

3 days ago