Melihat Antusias Peserta MNEK 2016 Masak Rendang

Mengaduk Rendang – para peserta masak rendang begitu antusias mengikuti kegiatan ini. (Foto: Marsoc/Nofrins)

MNOL, Padang- Rangkaian acara Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2016 pada 13 April 2016 ini salah satunya ialah lomba memasak rendang, yang merupakan makanan khas Sumatera Barat. Kegiatan itu sesuai dengan run down acara MNEK 2016 yang diikuti oleh Angkatan Laut dari 35 negara.

Menurut Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno, kegiatan ini diinisiasi karena makanan khas asal Sumatera Barat yang berbahan baku daging sapi dan kelapa ini begitu diminati oleh para delegasi Angkatan Laut negara-negara sahabat. Begitu tersohornya makanan ini kemudian panitia memutuskan untuk menggelar lomba masak rendang bagi para utusan Angkatan Laut tersebut.

:Sebelum dimulai acara ada perwira tinggi Angkatan Laut dari Amerika yang menanyakan rendang dan ia mengatakan ingin menikmati rendang yang benar-benar langsung diracik oleh masyarakat asli Sumatera Barat,” ungkap Irwan.

Begitu penasarannya dengan makanan ini akhirnya mereka juga ingin merasakan bagaimana cara membuatnya.

“Itu sebagai bukti bahwa kuliner Indonesia khususnya Sumatera Barat sudah menjadi perbincangan hangat negara-negara luar,” tambahnya.

Sebelum dimulai acara lomba memasak rendang ikan tuna yang diikuti oleh para koki kapal perang negara-negara sahabat, dilakukan terlebih dahulu pelepasan tukik (anak penyu) dan penanaman terumbu karang di Pantai Muaro Lasak, Padang, Sumatera Barat.

Keringat yang bercucuran saat mengaduk santan dan wajah semringah terlihat pada raut muka peserta lomba. Kendati melelahkan saat memasak makanan ini namun mereka bersuka ria saat menyantapnya bersama-sama.

Ternyata memasak rendang tidak semudah apa yang dibayangkan oleh mereka. Praktis, masakan yang biasa disajikan dengan rasa pedas itu langsung mendapat apresiasi dari para peserta.

“Ini sungguh masakan yang luar biasa, lezat dan membuatnya pun sangat sulit,” ungkap peserta masak rendang asal Rusia.

Total daging ikan tuna yang dimasak oleh 100 peserta ini sebanyak 150 kg. Para peserta memasak rendang ikan tuna antara lain berasal dari negara Jepang, China, Vietnam, Thailand, Rusia, India, Indonesia, Malaysia, Bangladesh, Amerika Serikat dan Prancis. (TAN)

 

 

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Kunjungan Sosial Kopkar TPK Koja Ke GMMI

Jakarta (Maritimnews) - Dalam rangka meningkatkan kepedulian terhadap anak yatim.piatu, Koperasi Karyawan (KOPKAR) Terminal Petikemas…

21 hours ago

Pelindo Panjang: Optimalisasi dan Sinergi, Kunci Pertumbuhan Positif

Bandar Lampung (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Panjang mencatat kinerja operasional yang…

2 days ago

IPC TPK Catat 850 Ribu TEUs di Triwulan I 2026

Jakarta (Maritimnews) - PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) berhasil menjaga kinerja operasional secara solid…

2 days ago

Masa Lebaran 2026, Arus Penumpang Pelindo Meningkat 14,14%

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) mencatat kinerja operasional yang positif dalam melayani angkutan…

3 days ago

Pelabuhan Kita Masih Berdiri di Atas Fondasi yang Rapuh

Ini bukan soal satu atau dua pelabuhan yang perlu diperbaiki. Ini adalah kegagalan sistemik yang…

4 days ago

STATE CAPITALISM CHINA Pelajaran Penting bagi Transformasi BUMN Indonesia di Era Danantara

Ditulis oleh: Arief Poyuono Pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 yang berada di kisaran 5 %…

6 days ago