Pembukaan UUD 1945 Bukti Dahsyatnya Indonesia dalam Tataran Global

Dosen Unhan, Haryo B Rachmadi

MNOL, Jakarta – Pembukaan UUD 1945 yang di dalamnya berisi mengenai visi dan misi bernegara Indonesia menjadi bukti dahsyatnya pemikiran founding father bangsa Indonesia dalam tataran global. Pasalnya, pemikiran yang tercetus pada tahun 1945 itu banyak mengilhami gagasan besar internasional yang kerap dijadikan referensi dalam dunia akademik.

Dosen Universitas Pertahanan, Haryo B Rachmadi mengungkapkan hal itu saat menjadi pembicara dalam diskusi publik bertajuk ‘Kaji Ulang Empat Kali Amandemen UUD 1945’ yang diselenggarakan oleh Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Komisariat Fakultas Hukum Universitas Indonesia di Aula Djokosutono, FHUI, Depok, beberapa waktu lalu.

Menurutnya ada yang salah dengan konstruksi pemikiran kita saat ini. Kebanyakan mahasiswa selalu mengambil literasi luar agar dibilang ilmiah, padahal apa yang dimliki oleh bangsa ini jauh lebih dahsyat pemikirannya.

“Mereka nggak keren kalau nggak pakai referensi luar. Sehingga enggan melihat dan membuka kembali pemikiran founding father yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 dan wawasan Nusantara,” ujar Haryo.

Lulusan Fakultas Ekonomi UI itu mengambil contoh dalam pemikiran Warren Buffet tentang strategi bisnis dan Buku Putih Pertahanan Amerika Serikat tahun 2008 yang berisi economy, diplomacy, military, dan information yang mengulas bagaimana suatu negara dapat survive ketika memiliki empat hal tersebut.

Pemikiran-pemikiran itu kerap dijadikan rujukan oleh berbagai negara termasuk Indonesia dalam menetapkan kebijakannya.

“Warren Buffet dalam mengurai suatu bisnis dapat berjalan dengan syarat punya, gaul, aman dan pinter, yang sama artinya dengan economy, diplomacy, military dan information. Ternyata itu sudah ditulis dalam Preambule (Pembukaan UUD 1945-red) alinea IV yaitu melindungi, mensejahteakan, mencerdaskan dan ikut melaksanakan ketertiban dunia,” paparnya.

Lebih jauh lagi, Haryo mengurai bagaimana kaitan Pembukaan UUD 1945 itu dengan geopolitik dan geostrategic Indonesia yang tertuang dalam wawasan Nusantara. Di mana sebelumnya dicetuskan terlebih dahulu Deklarasi Djuanda pada 13 Desember 1957 oleh Perdana Menteri Djuanda.

“Kalian pasti tidak ada yang tahu Ir Djuanda Kertawidjaja. Dia yang menepis mitos antara Jawa Timur dan Jawa Barat tidak bisa bersatu, buktinya nama dia menjadi bandara di Surabaya,” selorohnya.

Kemudian dalam wawasan Nusantara yang berisi yaitu cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang serba beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional. Yang kemudian mengandung Trigatra (demografi, geografi dan SDA) dan Pancagatra (ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan hankam) dalam isinya.

“Pancagatra dan Trigatra bisa disebut juga software dan hardware dalam mengelola kehidupan berbangsa dan bernegara. Itu dikukuhkan dalam doktrin Lemhanas pada tahun 1964 dan dipatenkan dalam Tap MPR No 1 tahun 1973, dalam konsep pembangunan nasional,” terang pria asal Surabaya tersebut.

Dosen yang memiliki selera humor tinggi itu menyatakan dalam kondisi saat ini tidak ada kata lain selain bersyukur kendati Batang Tubuh UUD 1945 sudah dirubah tetapi Pembukaannya belum dirubah. Hal yang menurutnya menjadi potensi yang kuat dalam mengembalikan tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia yang saat ini mengalami karut marut kepada kehidupan masyarakat Pancasila.

Di samping itu, dia juga mengurai dengan landasan itu Indonesia mampu melawan dunia yang saat ini sudah bergeser pada hegemoni kolonialisme dan imperialisme. Namun, terlebih dahulu harus mengembalikan mindset anak bangsa ini yang tidak seharusnya gandrung dengan pemikiran barat.

“Dengan Pembukaan UUD 1945 dan wawasan Nusantara kita kembali memegang peranan di dunia yang juga ditopang oleh politik luar negeri bebas aktif. Saatnya kita kembali ke tatanan awal kita,” pungkasnya. (TAN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

DANANTARA dan Tugas Sejarah Transformasi Ekonomi Nasional Bagi Keadilan Sosial Rakyat

Oleh: Arief Poyuono, SE, M.Kom Indonesia sedang memasuki sebuah fase penting dalam perjalanan ekonomi nasional.…

1 day ago

Uji Emisi di Tanjung Priok, Pelindo Ajak Ekosistem Pelabuhan Jaga Lingkungan

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mendorong kolaborasi pengendalian emisi kendaraan di…

1 week ago

Sosialisasi Perkuat Ekosistem Vendor Pelindo Regional 4

Makassar (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memperkuat ekosistem vendor di wilayah Regional…

1 week ago

Semester I 2026, Arus Barang PMT Tumbuh 10,85 persen

Medan (Maritimnews) – PT Pelindo Multi Terminal (PMT), anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang…

1 week ago

FSP BUMN Bersatu Dukung RUU Ketenagakerjaan, Adaptif Dengan Perubahan Ekosistem Berusaha

Jakarta (Maritimnews) – Dalam rangka pemenuhan keputusan MK soal pembentukan RUU Ketenagakerjaan, para Pimpinan DPR…

1 week ago

Aksi Damai Aliansi Pekerja Tanjung Perak di depan Pengadilan Tipikor Surabaya

Surabaya (Maritimnews) - Aliansi Serikat Pekerja Tanjung Perak menggelar aksi solidaritas sebagai bentuk dukungan terhadap…

1 week ago