Categories: TerbaruTNI AL

Berita KRI Pati Unus-384 Dirudal Kapal Musuh, Hoax

 

KRI Pati Unus-384 sedang diperbaiki di Perairan Belawan

MNOL, Jakarta – Menanggapi isu publik dari tadi malam soal KRI Pati Unus (PTS)-384 yang ditembak rudal musuh sehingga mengalami kerusakan, Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksma TNI Edi Sucipto menyangkal berita itu tidak benar.

“KRI PTS-384 hanya mengalami kebocoran di alur perairan Belawan yang diakibatkan lambung kiri haluan terkena sesuatu benda di bawah permukaan air,” ujarnya dengan nada lantang saat dihubungi maritimnews.com.

Sambungnya, kapal itu segera ditangani oleh Komandan beserta ABK KRI PTS dengan dibantu Dinas Penyelaman Bawah Air (dislambair) dan Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) I Belawan. Lulusan AAL tahun 1988 ini sebelumnya tidak mengetahui dari siapa berita hoax itu disebarkan.

Lebih lanjut, Pati TNI AL Bintang Satu yang pernah bertugas di Kopaska dan Denjaka ini menyatakan kendala yang dialami dalam mengatasi kebocoran tersebut hanya cuaca yang kurang mendukung mengingat posisi kapal berada di area permukaan yang terbuka.

“Angin dan gelombang sangat mempengaruhi pekerjaan menutup bagian bawah kapal yang bocor. Sehingga baru siang tadi pekerjaan baru bisa diselesaikan,” ungkapnya.

Edi juga menegaskan kalau memang benar peristiwa penembakan rudal itu terjadi maka Panglima TNI dan Kasal langsung perintahkan untuk bersiaga. Tetapi pada kenyataannya tidak, meskipun ada berita hoax selanjutnya setelah berita itu ialah puluhan armada TNI AL menuju lokasi tempat ditembaknya KRI PTS-384.

“kalau benar terjadi pasti saya suadah tidak di Jakarta,” pungkasnya.

KRI Pati Unus-384 merupakan kapal perang Indonesia dari jenis korvet. Kapal ini termasuk kapal korvet kelas Parchim dengan kode Pakta Warsawa Type 133.1. Kapal ini didesain untuk perang anti kapal selam di perairan dangkal/pantai. Enam belas kapal selain kapal ini dibuat oleh Volksmarine (1997-1981) dan 12 kapal yang dimodifikasi untuk AL Soviet pada 1985-1990 dibuat oleh Peenewerft, Wolgast, Jerman (dulu Jerman Timur-red).

Setelah Penyatuan kembali Jerman, bekas negara Jerman Timur menjual kapal-kapal ini ke TNI AL Indonesia pada 1993. Kapal korvet ini pernah digunakan sebelumnya oleh tentara Angkatan Laut Jerman Barat. Kapasitas kapal ini bisa menampung sebesar 20 hingga 59 orang anak buah kapal.

Saat dikomandani oleh Mayor Laut (P) Salim pada tahun 2010, kapal ini pernah berjasa mengusir kapal perang Diraja Malaysia di Perairan Ambalat. Dan beberapa prestasi lainnya pernah diukir oleh kapal yang dinamai Pahlawan Nasional asal Jawa Tengah itu, di antaranya pembebasan kapal MV Hai Soon yang dibajak di Laut Jawa serta penangkapan kapal illegal fishing. (Tan)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

DANANTARA dan Tugas Sejarah Transformasi Ekonomi Nasional Bagi Keadilan Sosial Rakyat

Oleh: Arief Poyuono, SE, M.Kom Indonesia sedang memasuki sebuah fase penting dalam perjalanan ekonomi nasional.…

4 minutes ago

Uji Emisi di Tanjung Priok, Pelindo Ajak Ekosistem Pelabuhan Jaga Lingkungan

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mendorong kolaborasi pengendalian emisi kendaraan di…

6 days ago

Sosialisasi Perkuat Ekosistem Vendor Pelindo Regional 4

Makassar (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memperkuat ekosistem vendor di wilayah Regional…

6 days ago

Semester I 2026, Arus Barang PMT Tumbuh 10,85 persen

Medan (Maritimnews) – PT Pelindo Multi Terminal (PMT), anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang…

7 days ago

FSP BUMN Bersatu Dukung RUU Ketenagakerjaan, Adaptif Dengan Perubahan Ekosistem Berusaha

Jakarta (Maritimnews) – Dalam rangka pemenuhan keputusan MK soal pembentukan RUU Ketenagakerjaan, para Pimpinan DPR…

7 days ago

Aksi Damai Aliansi Pekerja Tanjung Perak di depan Pengadilan Tipikor Surabaya

Surabaya (Maritimnews) - Aliansi Serikat Pekerja Tanjung Perak menggelar aksi solidaritas sebagai bentuk dukungan terhadap…

1 week ago