Kini, Bantuan Sektor KP Bisa Lewat Aplikasi

 

Sekjen KKP Sjarief Widjaja

MNOL, Jakarta – Bukan hanya transportasi berbasis aplikasi saja, kini bantuan dalam sektor kelautan dan perikanan juga dapat menggunakan aplikasi.  Sekjen Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Sjarief Widjaja menyatakan pihaknya akan membuka data penerima Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) sektor kelautan dan perikanan (KP) dengan mempublikasikannya melalui sebuah aplikasi.

“Aplikasi ini dikembangkan dalam rangka transparansi data bantuan kepada publik yang dapat diakses oleh siapa pun secara realtime,” kata Sjarief di hadapan para awak media, (4/5).

Sementara untuk tahun 2016, aplikasi akan berguna sebagai control check dari publik terhadap calon penerima bantuan sektor KP.

“Ini (aplikasi) bisa juga untuk mengecek realisasi penerima bantuan KKP. Tahun 2016, sifatnya control check dari masyarakat. Dua minggu lagi akan kami buka,” tambahnya.

Dalam pemanfaatan anggaran, KKP telah melakukan penghematan sebesar Rp 2,9 triliun untuk mendukung misi pemerintah dalam menghemat anggaran negara. Sambung Sjarief, Pada 2015, KKP telah mengembalikan Rp1,5 triliun.

“Kita sudah menghemat Rp 2,9 triliun anggaran 2016 tanpa mengurangi output. Sebelumnya, KKP mendapat Rp13,8 triliun, dikembalikan ke negara Rp2,9 triliun, sisanya kira-kira masih ada Rp10,8 triliun,” terangnya.

Hal senada juga diungkapkan Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Narmoko Prasmadji. Menurutnya, aplikasi ini selain sebagai bentuk keterbukaan KKP terhadap publik juga merupakan alat monitoring dan evaluasi yang cukup efektif dalam penyaluran bantuan yang tepat sasaran.

“Aplikasi ini sebagai bentuk keterbukaan KKP, bisa diakses oleh umum. Kami punya kewajiban ke pemerintah, memberikan bantuan sosial yang tepat sasaran kepada masyarakat,” tuturnya.

Aplikasi tersebut memuat data lengkap penerima bantuan dari pemerintah di sektor KP tahun 2015 dan tahun 2016 untuk diverifikasi publik. Anggaran yang disampaikan kepada masyarakat kelautan dan perikanan memiliki nilai bantuan yang cukup besar dan sangat rentan penyalahgunaan, sehingga diperlukan kontrol oleh berbagai pihak.

“KKP tidak ingin bantuan hanya sebagai pengasihan, tetapi dapat memberikan nilai tambah bagi merek,” pungkas Narmoko. (TAN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

GERTAK: Presiden Prabowo Subianto Copot Menkeu Purbaya Terkait Dugaan Isu Jual-Beli Jabatan

Jakarta (Maritimnews) - Jual-beli jabatan merupakan salah satu awal permulaan dan bentuk tindak pidana korupsi…

1 day ago

Survei IDM Ungkap Dua Sisi Bea Cukai: Pelayanan Bagus, Namun Kebijakan Tarif Masih Jadi PR

Jakarta (Maritimnews) - Hasil survei Indonesia Development Monitoring (IDM) terhadap pengguna jasa Direktorat Jenderal Bea…

2 days ago

Analisis Penerbitan PMK 51/2026 tentang Angkutan Barang Terusan

Peraturan Menteri Keuangan No.51 tahun 2026 adalah aturan Kementerian Keuangan yang mengatur tentang Angkut Terus…

2 days ago

TPS Gelar Sosialisasi Bisnis Operasional Bersama GINSI Jatim

Surabaya (Maritimnews) - Kolaborasi antar instansi menjadi faktor penting dalam menciptakan layanan logistik efisien, transparan,…

3 days ago

Atasi Kepadatan, Pelabuhan Tanjung Wangi Kini Dilayani Empat Kapal

Banyuwangi (Maritimnews) - Aktivitas bongkar muat kendaraan melalui kapal Roll On-Roll Off (Ro-Ro) di pelabuhan…

5 days ago

Pelindo Regional 4 dan Kejati Maluku Perkuat Sinergi Hukum

Makassar (Maritimnew) – Dalam rangka memperkuat sinergi dalam penanganan masalah hukum bidang perdata dan tata…

6 days ago