Penerapan Sistem Inaportnet di Tanjung Priok akan Bertahap

Kepala Otoritas Pelabuhan (OP) Tanjung Priok Bay M Hasani

MNOL, Jakarta – Pemerintah dalam hal ini Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan sedang membangun sistem Inaportnet yang harus dipadukan dengan sistem yang telah berjalan selama ini di pelabuhan Tanjung Priok. “Sistem Ditjen Hubla akan dipadukan dengan sistem Pelindo yang selanjutnya bakal diintregasikan sebagai sistem Inaportnet di pelabuhan Tanjung Priok, tentu sistem diimplemetasikan secara bertahap,” jelas Kepala Otoritas Pelabuhan (OP) Tanjung Priok Bay M Hasani kepada Maritimnews, Senin (20/6).

Instruksi Menteri Perhubungan Ignatius Jonan untuk meningkatkan kualitas pelayanan transportasi dengan membangun dan mengembangkan sejumlah sistem online yang terintegrasi dengan Inaportnet, antara lain pendaftaran kapal online, sertifikat pelaut online dan Sistem Informasi Manajemen Lalu Lintas Angkutan Laut, dimana sistem dipadukan bersama sistem online Pelabuhan Indonesia (Pelindo) agar tercipta harmonisasi.

Mengapa bertahap, Bay M Hasani menambahkan bahwa suatu sistem aplikasi yang baru dan lama dipadukan, maka di tahap awal adalah bagaimana mengintegrasikannya. Selanjutnya bakal ditemui kendala-kendala dilapangan, yang mana hal itu dapat dijadikan bahan kajian dan pembenahan sistem online tersebut. “Pastilah nanti ada proses penyesuaian dilapangan,” imbuhnya.

Rencana Pemerintah, Pelabuhan Tanjung Priok tanggal 1 September 2016 akan dterapkan sistem Inaportnet. “Kemungkinan kita akan soft launching dulu pada tanggal 1 September tahun ini, kemudian dilakukan sosialisasi dan pelatihan. Kami menunggu aplikasi nya, dan itu menjadi domain Kantor Pusat. Otoritas Pelabuhan dan Syahbandar masih menunggu sistem aplikasi atau bisnis proses juga terkait keselamatan pelayarannya yang bakal diterapkan di pelabuhan Tanjung Priok,” papar Kepala OP Tanjung Priok.

Para stakeholder di pelabuhan Tanjung Priok dipastikan dalam menerapkan sistem online terpadu akan melalui tahapan-tahapan awal terlebih dahulu, membutuhkan proses dan waktu untuk dapat mengakses sistem inaportnet tersebut. Antara lain bagaimana memperoleh akses, membuka akses, bagaimana meimplementasikan sistem agar tidak terjadi kendala, bagaimana merespon, juga bagaimana menerapkan aplikasi demi aplikasi.  Butuh edukasi atau pelatihan, bukan hanya sosialisasi.

“Penerapan Sistem Inaportnet belum dapat full operation sebab kita belum tahu kendala apa yang ada dilapangan terkait implementasi sistemnya. Tentu ini semua butuh proses menuju sempurna, dalam rangka kelancaran arus kapal dan barang di pelabuhan Tanjung Priok,” jelas Bay. (Bayu/MN)

 

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

GERTAK: Presiden Prabowo Subianto Copot Menkeu Purbaya Terkait Dugaan Isu Jual-Beli Jabatan

Jakarta (Maritimnews) - Jual-beli jabatan merupakan salah satu awal permulaan dan bentuk tindak pidana korupsi…

3 days ago

Survei IDM Ungkap Dua Sisi Bea Cukai: Pelayanan Bagus, Namun Kebijakan Tarif Masih Jadi PR

Jakarta (Maritimnews) - Hasil survei Indonesia Development Monitoring (IDM) terhadap pengguna jasa Direktorat Jenderal Bea…

3 days ago

Analisis Penerbitan PMK 51/2026 tentang Angkutan Barang Terusan

Peraturan Menteri Keuangan No.51 tahun 2026 adalah aturan Kementerian Keuangan yang mengatur tentang Angkut Terus…

4 days ago

TPS Gelar Sosialisasi Bisnis Operasional Bersama GINSI Jatim

Surabaya (Maritimnews) - Kolaborasi antar instansi menjadi faktor penting dalam menciptakan layanan logistik efisien, transparan,…

4 days ago

Atasi Kepadatan, Pelabuhan Tanjung Wangi Kini Dilayani Empat Kapal

Banyuwangi (Maritimnews) - Aktivitas bongkar muat kendaraan melalui kapal Roll On-Roll Off (Ro-Ro) di pelabuhan…

6 days ago

Pelindo Regional 4 dan Kejati Maluku Perkuat Sinergi Hukum

Makassar (Maritimnew) – Dalam rangka memperkuat sinergi dalam penanganan masalah hukum bidang perdata dan tata…

1 week ago