Categories: GeopolitikHLTerbaru

Pengamat: Klaim Nine Dotted Line China Lecehkan Visi Poros Maritim

Pengamat Intelijen dan Pertahanan, Nuning Kertopati

MNOL, Jakarta – Pengamat militer dan intelijen Susaningtyas Kertopati menyorot konflik Laut China Selatan (LCS) yang mengancam kedaulatan Indonesia diperlukan penguatan ekonomi dan pertahanan negara. Pasalnya, kedua instrument itu merupakan cara yang mumpuni agar Indonesia terjaga kedaulatannya.

“Pemerintah harus lakukan penguatan ekonomi dan pertahanan negara yang berjalan bersamaan seiring untuk menjaga kedaulatan NKRI,” ujar Nuning biasa akrab disapa kepada maritimnews beberapa waktu lalu.

Hal itu terkait dengan memanasnya eskalasi konflik LCS yang ternyata turut mengklaim beberapa kilometer persegi ZEE kita di Laut Natuna. Kendati pemerintah tetap beranggapan bahwa Indonesia sebagai Non Claiamant State, namun berdasarkan peta yang dibuat Dishidros tak bisa disangkal.

“Kita harus cek kebenarannya, kita kan punya hidrospacial. Peta kita juga harus di-update terus,jangan nanti sudah dipatok negara lain dan masuk peta negara lain kita baru rebut-ribut,” selorohnya.

Ketika benar peta ter-update kita ada wilayah yang diklaim China, maka Negeri Tirai Bambu itu sudah menginjak-injak kedaulatan kita.

“China terbukti melecehkan visi Poros Maritim Dunia dan China juga terbukti tidak rising peacefully. Masalah LCS ini merupakan konflik maritim terbesar saat ini,” tandas mantan Anggota DPR RI Komisi I tersebut.

Menurut wanita yang aktif mengajar di berbagai Perguruan Tinggi ini motif  perebutan sumber energi menjadi pemicu konflik di LCS. Dia juga menegaskan bahwa Nine Dash Line China itu tidak ada dalam UNCLOS 1982.

Itu artinya China melanggar ketentuan internasional dan harus diantisipasi ekspansi tersebut dengan kebijakan-kebijakan yang lebih mementingkan kedaulatan NKRI berdasar Pembukaan UUD 1945.

“Dengan masuknya klaim Nine Dotted Line di wilayah Natuna, kita perlu tetap alert,” tegasnya.

Selain itu, wanita kelahiran Jakarta 52 tahun silam ini menyebutkan dengan adanya bukti-bukti setiap tahun minimal 2 kali kapal Law Enforcement China yang mengawal kapal pencari ikannya di area yang sama di ujung Nine Dotted Line di wilayah Natuna kian meyakinkan klaim itu melingkupi ZEE Indonesia.

“Klaim China harus diwaspadai dan harus ada manajemen yang tepat untuk menghadapi ancaman ini,” tambahnya.

Selain soal perkuatan pertahanan negara di area yang diklaim, pemerintah juga harus memperkuat ekonomi. Pasalnya, ada kesan melunaknya sikap pemerintah Indonesia lantaran bantuan modal China dalam membangun berbagai infrastruktur di Indonesia, salah satunya untuk  tol laut

“Politik luar negeri kita juga harus berorientasi terhadap penyelamatan wilayah kita, jangan sampai karena lemahnya ekonomi dan pertahanan,, kedaulatan kita tergadaikan,” pungkasnya. (Tan)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Pelindo Perkuat Sinergitas Optimalisasi Terminal Kijing, Akses Jalan jadi Prioritas

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) memperkuat sinergitas optimalisasi Terminal Kijing Mempawah Kalimantan Barat…

1 day ago

Maret 2026, IPC TPK Jambi Tumbuh 22,5%

Jambi (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Area Jambi mencatatkan pertumbuhan signifikan pada Maret…

1 day ago

IPC TPK Gandeng Mitra Pelayaran Perkuat Konservasi Laut dan Ekosistem Pelabuhan Berkelanjutan

Bandar Lampung (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) memperkuat komitmen keberlanjutan dengan menggelar aksi…

1 day ago

Tingkatkan Kapasitas SDM Kelautan dan Perikanan, KIOTEC Kunjungi Korsel

KIOTEC kembali mengadakan program kunjungan ke Korea Selatan. Kunjungan ini didedikasikan untuk memperkuat keahlian teknis…

2 days ago

IPC TPK Bangun Fasilitas Air Bersih di Muaro Jambi

Jambi (Maritimnews) - IPC TPK membangun sumur bor lengkap dengan instalasi pendukung sebagai sumber air…

2 days ago

IPC TPK Panjang Kedatangan 1.772 Empty Container

Bandar Lampung (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Panjang kedatangan container vessel MV MSC…

2 days ago