Categories: GeopolitikTerbaru

Pulau Dijual, Pengamat: Pejabat Negara Lakukan State Organized Crime

Pulau Tatawa di NTT, salah satu pulau yang masuk list Pulau Dijual

MNOL, Jakarta – Pengamat kebangsaan sekaligus Panglima Bintang Revolusi, Agus Salim menegaskan, para pejabat tinggi negara yang berkaitan dengan kelautan dapat disangkakan sebagai pelaku tindak kriminal pada tingkat negara (state organized crime) bila terbukti terlibat dalam penjualan pulau-pulau di wilayah Indonesia.

Hal itu sesuai dengan amanat Pasal 33 Ayat 3 UUD 1945, yang tegas menyatakan ‘Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk kemakmuran Rakyat sebesar-besarnya’.

“Makna Pasal 33 ayat 3 UUD 1945 tersebut adalah bahwa Negara tidak dalam arti memiliki, tetapi hanya menguasai, atas bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalam wilayah NKRI untuk sebesar-besarnya kemakmuran Rakyat Indonesia,” jelasnya seperti dikutip dari akun media sosialnya, Jakarta, Minggu (19/6).

Mantan Dosen Sekolah Komando Angkatan Darat (SESKOAD) itu menambahkan, aturan ini menegaskan, bahwa sangat jelas negara dilarang menjual wilayah NKRI.

“Sangatlah jelas disini artinya bahwa Negara DILARANG KERAS DAN TIDAK MEMILIKI HAK untuk menjual sebagian atau seluruh wilayah NKRI, termasuk Pulau-Pulau yang ada di dalamnya,” tuturnya.

Atas dasar itulah, Agus menegaskan, bila negara tidak bisa meluruskan, menyelamatkan, dan mengambil alih kembali serta membenahi Pulau-Pulau yang sudah terjual tersebut.

“Berarti para Pejabat Tinggi Negara terkait telah terlibat melakukan tindak kriminal pada tingkat negara (state organized crime).”

Sehingga sudah selayaknya, Agus menyebutkan, para pejabat tinggi negara terkait tersebut layak diturun. “Dan harus diadili seadil-adilnya,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebuah website privateislandonline.com kembali memajang pulau-pulau Indonesia untuk diperjual-belikan.

Kali ini website yang dikelola perusahaan Private Islands Ins yang beralamatkan di 550 Queen St East Suite 330 Toronto itu memasarkan pulau Ajab, pulau Tojo Una-una dan pulau Kumbang

Sebelumnya pada 2015, website tersebut memasarkan pulau Makaroni, pulau Siloinak dan pulau Kandui.

Dalam keterangannya, harga ketiga pulau tersebut jutaan dolar AS. Seperti pulau Ajab yang berada di Kabupaten Bintan Provinsi Kepulauan Riau dibandrol  3,300 juta USD.

Lalu, Pulau Tojo Una-una yang terletak di Sulawesi Tengah dibandrol dengan harga 50 juta USD.

Kemudian, Pulau Kumbang yang terletak di Kecamatan Koto XI Tarusan, Panasahan Painan, Sumatera Barat, dijual dengan harga 1,880 juta USD.

Berdasakan informasi yang diperoleh, website tersebut pada 2009 memasarkan Pulau Macaroni, Pulau Kandui dan Pulau Siloinak di kawasan Kepulauan Mentawai Sumatera Barat.

Kemudian, dalam website  dreamindonesia.me disebutkan, ada tiga belas pulau yang sekarang berhasil dijual. Diantaranya;

  1. Pulau Galang Baru di Provinsi Riau
  2. Pulau Sebatik
  3. Pulau Tatawa, NTT
  4. Pulau Panjang, NTB
  5. Pulau Meriah, NTB
  6. Pulau Bawah, Natuna
  7. Pulau Bengkoang, Jawa Tengah
  8. Pulau Geleang, Jawa Tengah
  9. Pulau Kembar, Jawa Tengah
  10. Pulau Kumbang, Jawa Tengah
  11. Pulau Katang, Jawa Tengah
  12. Pulau Krakal Kecil, Jawa Tengah
  13. Pulau Krakal Besar, Jawa Tengah.

(RM/MN)

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

DANANTARA dan Tugas Sejarah Transformasi Ekonomi Nasional Bagi Keadilan Sosial Rakyat

Oleh: Arief Poyuono, SE, M.Kom Indonesia sedang memasuki sebuah fase penting dalam perjalanan ekonomi nasional.…

18 hours ago

Uji Emisi di Tanjung Priok, Pelindo Ajak Ekosistem Pelabuhan Jaga Lingkungan

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mendorong kolaborasi pengendalian emisi kendaraan di…

7 days ago

Sosialisasi Perkuat Ekosistem Vendor Pelindo Regional 4

Makassar (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memperkuat ekosistem vendor di wilayah Regional…

7 days ago

Semester I 2026, Arus Barang PMT Tumbuh 10,85 persen

Medan (Maritimnews) – PT Pelindo Multi Terminal (PMT), anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang…

1 week ago

FSP BUMN Bersatu Dukung RUU Ketenagakerjaan, Adaptif Dengan Perubahan Ekosistem Berusaha

Jakarta (Maritimnews) – Dalam rangka pemenuhan keputusan MK soal pembentukan RUU Ketenagakerjaan, para Pimpinan DPR…

1 week ago

Aksi Damai Aliansi Pekerja Tanjung Perak di depan Pengadilan Tipikor Surabaya

Surabaya (Maritimnews) - Aliansi Serikat Pekerja Tanjung Perak menggelar aksi solidaritas sebagai bentuk dukungan terhadap…

1 week ago