Coming Soon, Buku Letkol Laut (P) Salim dalam Menyongsong Ketahanan Pangan di Laut

Cover Buku My Fish My Life

MNOL, Jakarta – Staf Asops Panglima TNI, Letkol Laut (P) Salim kembali akan meluncurkan buku karangannya sekitar pertengahan bulan ini. Namun berbeda dengan tiga buku sebelumnya yang berjudul Dzikir Daud: Meruwat Kepemimpinan Nasional, Kodrat Maritim Nusantara, dan A Pathway to Indonesia’s Maritime Future, yang banyak berisi mengenai pembangunan budaya maritim dan kekuatan TNI AL, bukunya kali ini lebih bercerita tentang Ketahanan Pangan di laut.

Buku dengan judul Ketahanan Pangan dari Laut: Sea Power Perspective My Fish My Life lebih dititik beratkan kepada sustainable dalam menjaga ekosistem kelautan. Walaupun tetap memasukan unsur budaya maritim berdasar Pancasila dan UUD 1945 serta peranan TNI AL dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP) sebagai landasannya, buku ini memuat problem solving dalam pembangunan Sea Power Indonesia khususnya soal perikanan dan SDA kelautan.

Lulusan AAL tahun 1995, mengulas dalam bukunya itu bahwa masalah pangan merupakan hak azasi manusia yang sudah ditetapkan oleh PBB. Maka setiap negara wajib menjaga kelangsungan ketersediaan pangan sepanjang waktu.

Selanjutnya, Pamen TNI AL berpangkat Melati Dua ini menyatakan soal pangan juga tidak boleh menjadi objek ‘permainan’ bisnis semata. Oleh karena itu negara harus hadir dalam mengelola itu sebagai bentuk menjalankan amanat Konstitusi.

Selain itu, pangan juga tidak boleh diembargo, dimonopoli dan dimanipulasi sebagai komoditi politik dan alat bargaining. Kendati dalam kenyataannya, pangan saat ini kerap kali dipermainkan oleh beberapa oknum dan belum ditempatkan sebagai ‘hak’, baik oleh masyarakat maupun negara.

Salim juga mengupas masalah pangan dalam perspektif kearifan local rakyat Indonesia. Semua keragaman pangan itu harus dilindungi ketersediaannya secara berkelanjutan dan harus dikuasai oleh negara untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

Inti buku ini ialah bagaimana menjawab permasalahan ketersediaan pangan berbasis potensi ekonomi kelautan, yang disimbolkan oleh My Fish My Life. Simbol tersebut tentu bukan hanya diperuntukan bagi nelayan saja melainkan seluruh rakyat Indonesia.

Secara sejarah juga diurai oleh Pamen TNI AL yang sudah malang melintang tugas di berbagai negara tersebut. Di antaranya soal kebijakan Orde Baru yang condong mengabaikan laut dan menegemis dengan CGI, IMF, IGGI dan Bank Dunia, yang berakibat menimbulkan utang luar negeri 10 kali lipat dari APBN per tahunnya.

Tidak lupa sebagai orang yang dibesarkan di Angkatan Laut, maka dirinya membahas peran TNI AL dalam sustainable di laut, seperti yang telah dilakukan oleh Korps Marinir TNI AL dalam menggelar Save Our Litoral Life (SOLL) setahun yang lalu dan Dinas Potensi Maritim (Dispotmar) di seluruh Lantamal dalam membina masyarakat pesisir.

Ke depan sebagaimana intruksi Panglima TNI untuk mewujudkan ketahanan pangan, maka untuk TNI AL sudah sepatutnya melakukan ketahanan pangan di laut. Kemudian sudah pasti dalam menjaga keamanan di laut dari praktik illegal fishing, kegiatan tersebut telah dilakukan oleh TNI AL dari dulu bersama-sama dengan KKP. (Tan)

 

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Kunjungan Sosial Kopkar TPK Koja Ke GMMI

Jakarta (Maritimnews) - Dalam rangka meningkatkan kepedulian terhadap anak yatim.piatu, Koperasi Karyawan (KOPKAR) Terminal Petikemas…

20 hours ago

Pelindo Panjang: Optimalisasi dan Sinergi, Kunci Pertumbuhan Positif

Bandar Lampung (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Panjang mencatat kinerja operasional yang…

2 days ago

IPC TPK Catat 850 Ribu TEUs di Triwulan I 2026

Jakarta (Maritimnews) - PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) berhasil menjaga kinerja operasional secara solid…

2 days ago

Masa Lebaran 2026, Arus Penumpang Pelindo Meningkat 14,14%

Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) mencatat kinerja operasional yang positif dalam melayani angkutan…

3 days ago

Pelabuhan Kita Masih Berdiri di Atas Fondasi yang Rapuh

Ini bukan soal satu atau dua pelabuhan yang perlu diperbaiki. Ini adalah kegagalan sistemik yang…

4 days ago

STATE CAPITALISM CHINA Pelajaran Penting bagi Transformasi BUMN Indonesia di Era Danantara

Ditulis oleh: Arief Poyuono Pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 yang berada di kisaran 5 %…

6 days ago