Categories: sosial budayaTerbaru

Koalisi Teluk Jakarta Khawatir Luhut Cabut Moratorium Reklamasi

Menko Maritim Luhut B Panjaitan

MNOL, Jakarta – Koalisi Selamatkan Teluk Jakarta (KSTJ) mengkhawatirkan jika Menteri Koordinator Luhut Binsar Pandjaitan mengubah moratorium reklamasi Teluk Jakarta.

Kebijakan tersebut dilakukan oleh Rizal Ramli, Menko Maritim dahulu yang dinilai memiliki sikap keberpihakan terutama kepada nelayan sekitar dan lingkungan.

“Koalisi mengkhawatirkan penggantian Menko Maritim ke Jenderal (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan akan mengubah kebijakan yang telah diambil Menko Kemaritiman sebelumnya, Rizal Ramli,” kata Tigor Hutapea, perwakilan KSTJ yang juga menjadi Pengacara Publik di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Jumat (29/7).

Tigor pun berharap, Luhut dapat berani bersikap dan mengambil kebijakan serupa dengan Rizal, yakni menolak reklamasi Teluk Jakarta.

“Kami menantang Menteri Luhut melanjutkan penghentian Pulau G dan menghentikan reklamasi pulau-pulau lainnya. Caranya dengan mengusulkan kepada Presiden Jokowi agar mengeluarkan Perpres penghentian reklamasi Teluk Jakarta,” ujar Tigor.

KSTJ juga menantang Menteri Luhut berani berpihak pada keberlangsungan dan perlindungan lingkungan Teluk Jakarta. berpihak pada kehidupan nelayan Teluk Jakarta, dan tidak berpihak pada pengusaha dan pengembang reklamasi.

“Hal ini sesuai dengan instruksi Presiden Jokowi agar reklamasi tidak merusak lingkungan, melindungi nelayan dan tidak diatur oleh pengembang,” kata Tigor.

Sementara itu, Luhut mengungkapkan bahwa reklamasi Teluk Jakarta masuk dalam daftar persoalan yang akan ia tangani. Dirinya hanya menyebutkan, akan tegas dalam menyelesaikan masalah bidang kemaritiman di Indonesia.

“Iya harus tegas. Hidup saya begitu. Iya dan tidak. Tidak ada grey area,” ujar Luhut di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (29/7).

Seperti diketahui, Rizal Ramli sudah mengeluarkan kebijakan penghentian sementara (moratorium) terhadap reklamasi Pulau G. Ia juga memutuskan meninjau ulang keberadaan pulau-pulau reklamasi sampai semua persyaratan, undang-undang, dan peraturan dipenuhi oleh pihak pengembang.

Namun, hal itu ditentang oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dengan alasan menghambat investasi serta yang boleh menghentikan reklamasi adalah hanya Presiden Joko Widodo.

Padahal, penghentian pelaksanaan reklamasi sudah menjadi keputusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) namun, Ahok tidak menganggap hal itu ada. (RM/MN)

 

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Delegasi Madagaskar Kunjungi IPC TPK dan Integrated Planning Control

Jakarta (Maritimnews) - Delegasi Pemerintah negara Madagaskar didampingi oleh tim Lembaga National Single Window (LNSW)…

1 day ago

82,7 Persen Publik Percaya Transparansi BPI Danantara, Modal Menjadi Korporasi Dunia

Danantara Indonesia dinilai turut memberikan optimisme kepada publik karena sinyal kinerja positif. Capaian itu terekam…

1 day ago

Kepuasan Publik terhadap Kinerja Pemerintahan Prabowo Gibran Mencapai 80,4 Persen

Jakarta (Maritimnews) – Panel Survey Indonesia (PSI) merilis hasil survei nasional mengenai Tingkat Kepuasan Masyarakat…

2 days ago

Program PELITA 2026 Dimulai di Rawa Badak Utara

Jakarta (Maritimnews) – Peluncuran program Pelindo Tanpa Balita Stunting (PELITA) 2026, IPC Terminal Petikemas bersama…

3 days ago

Pertengahan Juni 2026, Throughput IPC TPK Panjang Tumbuh Signifikan

Jakarta (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Panjang mencatat performa gemilang pada pertengahan tahun…

3 days ago

Negara Maritim yang Takluk di Lautnya Sendiri

Ketika negara gagal menjamin keselamatan warganya dalam aktivitas yang paling mendasar, maka yang dipertanyakan bukan…

3 days ago