Malaysia Bebaskan 19 Nelayan Indonesia

Ilustrasi Nelayan Indonesia

MNOL – Jakarta, Sebanyak sembilan belas orang nelayan asal Indonesia yang ditangkap oleh Polis Marlin Pelan labuhan Klang pada tanggal 22 Juni 2016 yang lalu, telah dilepaskan oleh Jabatan Perikanan Negara Bagian Selangor, Malaysia pada Jum’at (1/7/2016). Kesembilan belas nelayan yang  berasal dari Rokan Hilir, Riau tersebut dilepaskan beserta ketiga kapal mereka dengan dikawal oleh Jabatan Perikana Selangor tersebut menuju perbatasan laut Indonesia – Malaysia.

Saat dikonfirmasi, Kedutaan Besar Republik Indonesia membenarkan akan laporan tersebut. Kesembilan belas nelayan tersebut ditangkap karena diduga telah melakukan penangkapan ikan tanpa izin di wilayah perairan Malaysia.

Kapal TNI-AL dari Pangkalan TNI-AL Dumai direncanakan akan melakukan penjemputan di perbatasan.  Selain itu Satgas juga memberikan bantuan pakaian dan logistik kepada para nelayan sebagai bekal dalam perjalanan ke Tanah Air.

Sebelumnya, Satgas Perlindungan KBRI Kuala Lumpur telah meminta akses kekonsuleran untuk menemui para nelayan yang ditahan di Kantor Polisi Banting, Selangor.  Semua nelayan dinyatakan berada dalam kondisi sehat dan mendapat perlakuan yang baik dari otoritas setempat.

Para nelayan mengaku kurang memahami batas laut antara Indonesia dan Malaysia di Selat Malaka.  Guna menghindari kejadian serupa di kemudian hari, KBRI Kuala Lumpur mengimbau agar para nelayan mencari informasi yang lengkap dari Dinas Perikanan setempat mengenai batas laut Indonesia-Malaysia.

Kapal nelayan juga harus memenuhi standar keselamatan serta dilengkapi dengan GPS dan Automatic Identification System (AIS).  KBRI Kuala Lumpur menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Malaysia yang telah melepaskan 19 nelayan Indonesia sehingga dapat kembali berkumpul bersama keluarga menjelang Hari Raya Idul Fitri. (APS)

A.P Sulistiawan

Redaktur

Share
Published by
A.P Sulistiawan

Recent Posts

PINP dan Pelabuhan Kijing di Simpul Barat

Jakarta (Maritimnews) - Dalam rangka meningkatkan konektivitas pelayaran dan efisiensi biaya logistik, PT Pelabuhan Indonesia…

1 day ago

DJBC Kalbagbar Dukung Optimalisasi Ekspor dan Impor di Pelabuhan Internasional Kijing

Pontianak (Maritimnews) - Jajaran Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kalimantan Bagian Barat memberikan…

4 days ago

Petikemas Domestik Melonjak, Jakarta – Kijing Jadi Rute Primadona Baru

Pontianak (Maritimnews) - Pelabuhan Kijing di Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat sebagai pelabuhan hub internasional terbesar…

4 days ago

IPC TPK Buka Direct Call Penghubung RI, Tiongkok, dan Thailand

Jakarta (Maritimnews) - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) secara resmi menyambut kehadiran layanan rute baru…

4 days ago

Memperkuat Stabilitas Fiskal Domestik dan Ketahanan Eksternal di tengah Dinamika Ekonomi Regional

Oleh: Arief Poyuono, SE, M.Kom (Komisaris Pelindo) Dinamika perekonomian global dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan…

5 days ago

Budi Hartono Kembali jadi Ketum Kopkar TPK Koja Periode 2026 – 2029

Jakarta (Maritimnews) - Koperasi Karyawan (Kopkar) TPK Koja menggelar pemilihan Ketua Umum periode tahun 2026…

6 days ago