Oleh karena itu sudah sepatutnya para pencinta maritim Indonesia yang berada di Semarang untuk tidak melewatkan event tersebut.
Acara yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Perkapalan (Himaspal) UNDIP itu, selain menghadirkan Letkol Laut (P) Salim sebagai penulis buku juga akan menghadirkan Ketua Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Riza Damanik yang kini menjabat sebagai Tenaga Ahli Utama, Kantor Staf Presiden (KSP).
Letkol Laut (P) Salim yang saat ini masih berada di Fiji dalam rangkaian tugas bersama Mabes TNI menuturan bahwa sejarah Indonesia yang melekat dengan kemaritimannya juga menyangkut mengenai bagaimana pengelolaan SDA kelautan untuk kemakmuran rakyat.
“Semua kembali lagi kepada Pasal 33 UUD 1945. Ke depan, jika orang berbicara laut, harus dapat mengikat ingatan rakyat bahwa di sana ada surga biodiversitas, harta terpendam anak cucu yang jangan sampai dijarah orang,” ungkap lulusan AAL tahun 1995 ini saat dihubungi maritimnews, Kamis, (25/8/16).
Menurutnya, Acara Bedah Buku ini akan menjawab fenomena terkini soal bagaimana pengelolaan SDA perikanan kita. Bukan saja hanya dilihat dari masalah teknis pengelolaannya tetapi juga berangkat dari masalah filisofis yang menyangkut kebangsaan dan kenegeraan kita.
“Kata “Indonesia” telah melekat pada sukma dan gerak perjalanan bangsa sejak awal abad ke-20. Tetapi itu adalah sebuah konsep yang mampu mengikat dan merekatkan keberagaman masyarakat di Kepulauan terbesar satu-satunya di dunia ini. Jadi siapa pun pejabatnya dia harus mengemban visi itu yang kemudian terjabarkan di Pancasila dan UUD 1945 naskah asli,” bebernya.
Acara itu terselenggara atas kerja sama antara Himaspal UNDIP dengan Raja Samudera dan Maritime Observer. Dan didukung oleh Tanahairnews.com, Gema Nurani dan Semarang Daily yang bertindak sebagai Media Partner.
Diakui oleh penulis buku, acara ini juga masih dalam rangka memperingati HUT Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia ke-71, sebagai momentum tegaknya kedaulatan rakyat Indonesia yang lepas dari belenggu penjajahan.
“Makna peringatan 17 Agustus ialah terangkatnya harkat dan martabat hidup kita sebagai bangsa di mana pun dan kapan pun berada. Termasuk di laut, bangsa kita harus berjaya dalam mengelola dan memanfaatkan kekayaan lautnya untuk kemaslahatan kita,” pungkasnya.
Rencananya, selain di Kampus UNDIP, buku ini juga akan diseminarkan di Kampus Universitas Indonesia (UI), Institut Pertanian Bogor (IPB), dan Universitas Padjajaran (UNPAD). Semuanya masih dalam alur visi untuk mewujudkan poros maritim dunia guna terciptanya kesejahteraan rakyat Indonesia. (Tan)
Jakarta (Maritimnews) - Dalam rangka meningkatkan kepedulian terhadap anak yatim.piatu, Koperasi Karyawan (KOPKAR) Terminal Petikemas…
Bandar Lampung (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Panjang mencatat kinerja operasional yang…
Jakarta (Maritimnews) - PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) berhasil menjaga kinerja operasional secara solid…
Jakarta (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) mencatat kinerja operasional yang positif dalam melayani angkutan…
Ini bukan soal satu atau dua pelabuhan yang perlu diperbaiki. Ini adalah kegagalan sistemik yang…
Ditulis oleh: Arief Poyuono Pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 yang berada di kisaran 5 %…