Categories: HLTeknologiTerbaru

Kenapa Indonesia Butuh Kampus Riset Maritim? Ini Kata Habibie

Jusuf Habibie

MNOL, Solo – Mantan Presiden B.J. Habibie mengatakan bahwa Indonesia memiliki potensi maritim yang sangat luas dan memerlukan perguruan tinggi khusus yang berfokus pada pengembangan maritim nasional.

“Kita semua tahu, lingkungan kita ini Indonesia, benua maritim, satu-satunya di dunia. Jadi saya usulkan ke Menristek Dikti dan Dewan Riset Nasional, pertimbangkan berdirinya suatu universitas riset, yang pasca sarjana, S-2 atau S-3, yang dinamakan university for biology or maritimes science, you are the only one in the world, lebih unggul,” ujar mantan Menteri Riset dan Teknologi itu di Solo, Jawa Tengah, Selasa (9/8).

“Ini akan menarik, para peneliti dari luar negeri akan berdatangan, kalau dia mau membuat riset tentang kehidupan benua maritim di Indonesia” tambahnya.

Habibie berbicara dalam sidang paripurna tahunan Dewan Riset Nasional (DRN) yang ia dirikan. Acara yang merupakan bagian dari rangkaian Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Harteknas) tersebut dihadiri beberapa ratus peserta dari berbagai perguruan tinggi, lembaga riset, dan kementerian untuk merumuskan Agenda Riset Nasional 2016-2019.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi atau Menristek Dikti, Mohammad Nasir mengatakan, anggaran riset tidak mengalami pemangkasan meski pemerintah saat ini melakukan efisiensi anggaran negara.

Menurut Nasir, pemerintah fokus pada pengembangan riset dan inovasi berorientasi pasar untuk mendorong perekonomian.

“Akibat dari kebijakan pemerintah yang lalu, sebelumnya, banyak riset yang tidak sinkron dengan pasar atau perekonomian. Artinya kondisi pasar, kondisi masyarakat, tidak sesuai atau tidak minat. Banyak riset yang akhirnya terhenti. Itu yang pertama, kemudian yang kedua banyak sekali riset yang dilakukan berulang-ulang, pernah diriset kemudian diriset lagi tanpa ada perkembangan, tidak menghasilkan produk inovasi,” ujarnya.

“Maka Kemenristek Dikti sekarang membuat kebijakan baru, setiap riset yang bisa menjadikan industri, maka akan kita back-up pendanaannya hingga pendampingan. Terkait kebijakan efisensi atau penghematan anggaran, kami sudah meminta kepada Bapak Presiden, anggaran riset harus kita amankan, kami amankan semua, jangan sampai anggaran riset jadi korban penghematan” tambahnya lagi.

Kemristek menganggarkan dana riset mencapai Rp 1,5 trilyun atau hampir 0,08 persen dari total APBN 2016 yang mencapai Rp 2.000 trilyun. Kemristek bersama Dewan Riset Nasional akan memetakan bidang potensial pengembangan inovasi teknologi yaitu pertanian dan pangan, kesehatan dan farmasi, teknologi komunikasi.

 

Sumber: VOA Indonesia

maritimnew

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Share
Published by
maritimnew

Recent Posts

Pelindo Regional 4 Kunjungi KPPU Makassar, Perkuat Persaingan Sehat Jasa Kepelabuhanan

Makassar (Maritimnews) – PT Pelindo (Persero) Regional 4 mengunjungi kantor Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU)…

5 hours ago

IPCC Gelar Public Expose 2026

Jakarta (Maritimnews) – PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IDX:IPCC), anak perusahaan PT Pelindo Multi Terminal…

3 days ago

Pelindo Gelar Coffee Morning, Sosialisasikan peralihan Nota Layanan Jasa Barang Non Petikemas

Jakarta (Maririmnews) - Dalam rangka meningkatkan sinergitas hubungan kerja sama yang telah terjaga dengan baik,…

4 days ago

TPS Gelar Safety Drill Hadapi Cuaca Ekstrem

Surabaya (Maritimnews) – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) menggelar Safety Drill Angin Kencang di area…

1 week ago

TPK Koja Gelar Pelindo Mengajar 2026 di SMAN 8 Yogyakarta

Yogyakarta (Maritimnews) - KSO Terminal Petikemas Koja (TPK Koja) menggelar Program Pelindo Mengajar sebagai bagian…

1 week ago

Hari Sumpah Pemuda, Pelindo Regional 3 Gelar Donor Darah

Surabaya (Maritimnews) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 berkomitmen untuk terus mendorong kegiatan sosial…

1 week ago